“Mengapa Kau Ganggu Pj Wako dengan Berita Banjir? Habisi Dia!”, Ngeri-Ini Pengakuan Wartawan Korban Kekerasan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 9 Okt 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24.com – Suasana duka menyayat hati dirasakan wartawan sekaligus Pimpinan Redaksi www.riauwicara.com. Luka robek dan lebam di sejumlah bagian tubuhnya terus memerih, kendati telah dalam perawatan medis.
Selain mendapat penganiayaan dari sejumlah orang diduga suruhan oknum pejabat tertinggi di Pekanbaru, tak kalah bergidiknya korban juga mendapat intimidasi. “Mengapa kau ganggu Pj Wako dengan berita banjir? Habisi Dia!”. Dua kalimat tersebut selalu mengiang di telinga korban.
Kriminalisasi penindasan serta intimidasi yang sangat menyayat hati yang dialami Miftahul Syamsul yang akrab disapa Uul tersebut, diduga dilakukan oleh sekelompok orang sebuah organisasi kepemudaan di Pekanbaru. Pelaku juga diklaim sebagai suruhan dari oknum pejabat tertinggi di kota tersebut.
Menurut korban, pelaku inisial De itu datang bersama lima rekannya. Mereka melakukan pengeroyokan secara membabi buta layaknya seorang preman terminal.
“Lokasi kejadian di salah satu kedai yang beralamat di Jalan Rajawali Kecamatan Sukajadi,Pekanbaru,” ucap Uul saat disambangi puluhan wartawan di rumah sakit Santa Maria kota Pekanbaru, Rabu (08/10/22 )
Sambil menahan rasa sakit yang dialaminya , dengan luka sobek di kepala dengan 9 jahitan dan luka- luka benjol di seluruh kepalanya , serta kedua mata memar, punggung lebab yang diduga dilakukan De bersama 5 rekannya. Pelaku menggunakan berbagai benda yang berada di lokasi kedai tersebut. Kursi , meja , gelas , piring , batu dan kayu.
“Alhamdulilah, Allah masih memberikan umur panjang kepada saya. Pengeroyokan ini benar- benar tidak saya duga sama sekali,” sebutnya.
Sebelum kejadian, ia mendapatkan telpon dari De dan sepakat bertemu di TKP. Saat bertemu , De langsung bertanya ‘Mengapa kamu ganggu Pj Walikota Pekanbaru dengan berita–beritamu mengenai banjir “. Korban belum sempat menjawab, De lalu memberikan komando kepada 5 orang rekannya “Habisi dia”.
Spontan kelima orang teman De yang berada dibelakang Uul menyerang membabi buta . Ada yang mengayunkan kursi , meja , gelas , piring , batu dan kayu.
Lanjut Uul , dengan penindasan yang dialaminya saat ini, ia meminta kepada pihak Polda Riau menangkap De bersama 5 orang rekannya yang telah perlakukan.dirinya dengan tindakan brutal tidak manusiawi.
Dalam kesempatan ini ia juga menantang Pj Walikota Pekanbaru, terkait namanya dicatut De sebagai pemicu pengeroyokan tersebut untuk melapor ke polisi.
“Jika benar nama Pj Wako Pekanbaru dicatut oleh para pelaku, saya minta untuk membuat laporan resmi ke pihak kepolisian,” tantang korban.
Hal senada juga disampaikan beberapa wartawan tergabung dalam Sahabat Uul, yang datang saat mengunjunginya. Mereka meminta De dan rekan- rekannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.
Kedua, Sahabat Uul juga memberikan kesempatan kepada Pj Walikota Pekanbaru agar membuat laporan resmi terkait namanya disangkutpautkan, ketiga Sahabat Uul meminta Kapolda Riau menangkap De Cs dalam waktu dekat ini.
“Terakhir, jika Pj Walikota Pekanbaru tidak berani melaporkan De, Sahabat Uul akan membuat mosi tidak percaya kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), agar masa jabatan Pj Walikota Pekanbaru untuk tidak diperpanjang lagi,” tegas Sahabat Uul
Sampai berita ini dipublikasikan , Pj Walikota Pekanbaru tidak ada itikad baik untuk mengunjungi Uul ke rumah sakit. Bahkan, lebih ironisnya yang bersangkutan dengan sengaja dduga memperkeruh polemik. Yakni, memberikan statement tidak terlibat dalam hal pengeroyokan.(***)
Sumber : tvarnews
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











