Taman Kota Dipercantik-Jembatan Hancur ‘Ditengok Ajo’, Ada Apa dengan Pemkab Kampar?
Kondisi jembatan Sei Kotuo IV Koto Setingkai Lubuk Agung, Kampar Kiri yang nyaris rubuh. f : ist
KAMPAR, detak24com – Kekesalan masyarakat terhadap Pemkab Kampar terus disuarakan sejumlah elemen, buntut proyek pembongkaran taman kota Bangkinang yang sudah bagus dan menghabiskan dana miliaran.
Di saat ada kebutuhan lain yang lebih mendesak, seperti kerusakan infrastruktur jembatan, justru Pemkab lebih memilih melakukan pembongkaran kembali taman kota dan menghabiskan anggaran dana hingga Rp 3,8 miliar.
Tokoh Pemuda Rantau Kampar Kiri, Redo Antoni Sandra SE mempertanyakan proyek Penataan Pedestarian Taman Kota Bangkinang. Nilai kontrak kegiatan Rp 3,8 miliar lebih, dengan kontraktor CV Mahkota Amirah.
Ia mengaku heran, kenapa taman kota yang hanya bertujuan untuk keindahan ada dana dari Pemkab. Sementara, untuk memperbaiki jembatan yang rusak sebagai urat nadi ekonomi dan transportasi rakyat di Kampar Kiri tidak ada anggaran.
Kondisi jembatan ini telah lapuk dimakan usia dan semakin rusak setelah dihantam banjir. Meskipun lapuk, jembatan ini terus dimanfaatkan masyarakat walau dengan resiko tinggi.
Ketua Komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Ekonomi UIR ini mengungkapkan, masih banyak ruas jalan dan jembatan yang butuh perhatian dan tindakan. Seperti contohnya Jembatan Sei Kotuo IV Koto Setingkai Lubuk Agung menuju Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.
“Sampai saat ini, masih seperti itu saja. Belum tersentuh uluran tangan dari Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Kampar Dr Hj Misharti,” beber dia.
Ia mengungkapkan, melihat kondisi jembatan tersebut, masyarakat memperkirakan hanya tinggal menunggu waktu rubuh karena besi penahan jembatan sudah mulai keropos.
“Apakah Pemerintah Kabupaten Kampar menunggu korban dulu? Atau roboh dulu baru menjadi skala prioritas. Di bandingkan dengan Taman Kota yang dahulunya tiga tahun kebelakang sudah pernah dianggarkan dan sudah diperbaiki,” ulasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, anggaran Rp 3,8 miliar itu sangat besar. Sebaiknya anggaran itu diarahkan untuk perbaikan Jembatan Sei Kotuo IV Koto Setingkai Lubuk Agung menuju Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar walaupun tidak bisa maksimal.
“Tapi dengan anggaran segitu bisa direhab, yang mana besi dan penahan yang mulai keropos dapat di perbaiki semestinya,” ulas Redo.
“Ini malah dibuat untuk memperbaiki Taman Kota. Yang mana Taman Kota tersebut sudah bagus,” imbuhnya.
Ia juga menyesalkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar yang memiliki fungsi sebagai pengawasan justru terkesan tidak terlalu mengetahui adanya kegiatan yang dinilai tidak pantas.
Seperti diberitakan, taman kota yang direnovasi pada saat kepemimpinan Bupati H Catur Sugeng Susanto dan masa kepemimpinan Pj Bupati Kampar H Kamsol (2018-2022), telah menghabiskan total dana Rp 10,8 miliar. Taman kota diresmikan oleh Pj Bupati Kampar Kamsol 10 November 2022.
Hanya berselang kurang tiga tahun, masyarakat dikejutkan dengan adanya pekerjaan pembongkaran sebagian bangunan di taman kota. Proyek ini dinilai tindakan yang sangat mubazir di saat daerah harus “mengencangkan ikat pinggang” karena efisiensi anggaran.
Terkait anggaran dana darurat di Pemkab Kampar, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kampar, Edwar ketika dikonfirmasi saat menghadiri rapat di DPRD Kampar, Senin (15/09/25) mengaku bahwa sebenarnya dana tanggap darurat Pemkab Kampar masih ada tersedia Rp 2 miliar.
Namun, dia berkilah bahwa anggaran sebesar ini tidak mampu menuntaskan perbaikan atau pembangunan jembatan baru. “Mungkin di 2026 bisa itu,” kilahnya.
Ketika ditanya apakah dana ini mengalami penyusutan dari Rp 7 miliar setelah adanya pergeseran anggaran 2025, dia mengaku bahwa memang ada pergeseran, tapi ia tak menyebutkan angkanya.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Afrudin Amga, Senin (15/9/2025) mengatakan, Pemkab Kampar sebelumnya telah bolak-balik ke Jakarta berupaya untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang ada di ruas jalan lintas Lubuk Agung sampai ke perbatasan Tanjung Belit (Sumbar).
Anggaran yang diperkirakan akan masuk Rp 107 miliar dari pusat yang juga ikut diperjuangkan Anggota DPR RI untuk memperbaiki ruas jalan dan empat unit jembatan di wilayah tersebut gagal karena pergantian kepemimpinan.
Untuk mencari solusi perbaikan jembatan tersebut, dia bahkan menyarankan warga harus bahu membahu melakukan gotong-royong dan mencegah mobil balak melewati jalan itu, dikutip dari cakaplah. (Red)
Editor : kar
