DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Relokasi Mendesak Jangan Sampai Rugikan Warga, Buntut Kilang Dumai Meledak 

Anggota DPRD Riau, Abdul Kasim. f : ist

DUMAI, detak24com – Ancaman keselamatan jiwa terus menghantui warga yang tinggal di sekitar buffer zone PT KPI Dumai, pasca kilang perusahaan itu acap meledak dan terbakar.

Anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi PKS, H Abdul Kasim SH yang putra asli kelahiran Dumai menegaskan, bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam menyikapi insiden berulang di Kilang Pertamina UP II Dumai.

Dalam lima tahun terakhir, kebakaran dan ledakan di kilang tersebut telah menimbulkan ketakutan mendalam bagi warga sekitar. Terutama di Kelurahan Tanjung Palas dan Jayamukti.

“Warga sudah terlalu sering dicekam rasa takut. Pertamina sebagai BUMN strategis harus segera melakukan evaluasi menyeluruh. Jangan sampai keselamatan masyarakat dikorbankan atas nama kepentingan industri,” tegas Abdul Kasim, Kamis (02/10/25).

Ia juga mengingatkan adanya informasi dari masyarakat terkait rencana relokasi yang akan dilakukan Pertamina bagi penduduk yang tinggal dekat dengan radius kilang (buffer zone). Abdul Kasim menekankan bahwa relokasi tidak boleh menjadi kebijakan sepihak yang justru menambah penderitaan warga.

“Kalau relokasi menjadi solusi, maka harus ada jaminan keadilan. Masyarakat tidak boleh dirugikan. Rumah, lahan, dan hak-hak mereka wajib diganti secara layak. Jangan sampai rakyat kecil menanggung kerugian akibat kelalaian perusahaan besar,” ujarnya dengan nada tegas.

Dia juga menambahkan, bahwa transparansi dan keterbukaan informasi dari Pertamina sangat penting. Dialog langsung dengan masyarakat harus dilakukan agar kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan publik.

“Negara hadir melalui BUMN, tetapi jangan sampai rakyat justru merasa ditinggalkan. Saya akan terus mengawal agar masyarakat mendapatkan keadilan, keselamatan, dan kepastian hidup yang layak,” pungkasnya dikutip dari thekingbingal.

Diwartakan, Kilang Pertamina Dumai meledak. Bunyi ledakan sangat kuat diperkirakan terdengar sampai ke Purnama, Rabu (01/10/25) malam sekitar pukul 20 45 WIB.

Kawasan jalan sekitar pagar kilang Pertamina hingga Jalan Makmur ramai dipadati warga. Sejumlah warga yang mempunyai anak bayi serta para lansia langsung mengungsi ke tempat aman.

 

Pantauan detak24com di Jalan Sibayak tepat di pinggir pagar kilang, bunyi ledakan kilang Pertamina seperti bom diledakkan, sebanyak dua kali. Sementara, dari dapur kilang terlihat api yang cukup besar.

Warga sekitar yang kaget dengan bunyi ledakan kuat tersebut, spontan keluar rumah dan lari ke tempat jauh. Para ibu yang punya anak bayi serta kaum lansia pergi mengungsi.

“Ledakan kilang Pertamina Dumai itu berasal dari dapur kilang. Sehingga menimbulkan api yang sangat besar,” ujar saksi di TKP.

Sementara, saksi lain menyebut bahwa bunyi usai ledakan dahsyat tersebut akan berakhir kalau uapnya sudah habis.

“Dulu pernah juga kejadian seperti ini. Bunyi setelah ledakan itu berakhir sampai pagi,” ungkap, Andi warga sekitar. (Red)

Editor : kar