Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » International » Serangan Terdahsyat Akhiri Gencatan Senjata, Sehari Israel Bunuh 413 Warga Palestina 

Serangan Terdahsyat Akhiri Gencatan Senjata, Sehari Israel Bunuh 413 Warga Palestina 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GAZA, detak24com – Gelombang serangan udara yang mengakhiri gencatan senjata di Gaza, menandai eskalasi terbesar konflik. Dalam sehari, 413 warga Palestina tewas.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa serangan ini “baru permulaan” dan akan terus berlanjut hingga Israel mencapai tujuan perangnya, yakni menghancurkan Hamas dan membebaskan seluruh sandera yang ditahan oleh kelompok militan tersebut.

Negosiasi gencatan senjata lebih lanjut, kata Netanyahu dalam pidato televisi Selasa (18/3/2025) malam, akan berlangsung “di bawah tembakan”. Ini adalah pernyataan pertamanya setelah serangan yang menewaskan lebih dari 400 orang dalam satu hari, menjadi hari paling berdarah sejak awal perang pada 2023.

“Hamas sudah merasakan kekuatan tangan kami dalam 24 jam terakhir, dan saya ingin berjanji kepada Anda-dan kepada mereka-bahwa ini baru permulaan,” ujar Netanyahu, sebagaimana dikutip The Guardian.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant memperkirakan bahwa perang di Gaza bisa berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan.

“Hamas harus memahami bahwa aturan permainan telah berubah,” kata Israel Katz, Menteri Pertahanan Israel lainnya, dalam kunjungannya ke pangkalan udara.

Ia menambahkan, “Gerbang neraka akan terbuka dan mereka akan menghadapi kekuatan penuh IDF di udara, laut, dan darat” jika Hamas tidak membebaskan sandera.

Perintah Evakuasi

Militer Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi bagi wilayah utara dan timur Gaza, mengindikasikan kemungkinan serangan darat dalam waktu dekat.

Otoritas kesehatan Palestina melaporkan 404 korban jiwa akibat serangan tersebut. Namun angka yang diperbarui menyatakan korban tewas mencapai 413 orang. Sementara itu, lebih dari 600 orang lainnya mengalami luka-luka.

Pejabat militer Israel mengeklaim bahwa serangan tersebut menargetkan komandan militer Hamas serta pejabat politik kelompok tersebut.

Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa serangan udara dan tembakan artileri masih terus berlanjut sepanjang sore hingga malam. Para petugas bantuan di Gaza melaporkan bahwa ratusan hingga ribuan orang mulai mengungsi untuk mematuhi perintah evakuasi Israel.

“Tidak ada ketahanan. Orang-orang… dalam kondisi yang sangat lemah, baik secara fisik maupun psikologis,” kata seorang pejabat bantuan di Gaza kepada The Guardian.

Di Washington, juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa Israel telah berkonsultasi dengan pemerintahan AS sebelum melancarkan serangan ini.

Adapun serangan dilaporkan terjadi di Gaza utara serta di kota-kota Deir al-Balah dan Khan Younis di bagian tengah. Salah satu serangan dilaporkan menewaskan 17 anggota satu keluarga di Rafah, termasuk lima anak, orang tua mereka, serta seorang pria dengan tiga anaknya, menurut laporan tenaga medis di rumah sakit setempat.

Saksi mata menggambarkan pemandangan mengerikan di rumah sakit Nasser di Khan Younis, di mana pasien tergeletak di lantai, beberapa di antaranya berteriak kesakitan, sementara seorang gadis kecil menangis saat lengannya yang berlumuran darah diperban.

Di rumah sakit al-Shifa di Kota Gaza, para penyintas mengadakan pemakaman darurat bagi puluhan jenazah yang berjejer di halaman.

Para ibu meratapi tubuh anak-anak mereka yang berlumuran darah sementara pesawat tempur terus berdengung di langit. Dokter berjuang keras menangani arus korban yang terus berdatangan.

Korban tewas termasuk pejabat tinggi Hamas, termasuk pemimpin politik tertinggi di Gaza dan beberapa menteri, selain banyak perempuan dan anak-anak, menurut pejabat Palestina.

Klaim Israel

Juru bicara militer Israel Letkol Nadav Shoshani menyatakan bahwa serangan ini diluncurkan setelah intelijen menemukan rencana Hamas untuk melakukan serangan baru guna menculik atau membunuh warga sipil atau tentara Israel.

Hamas juga disebut menolak membebaskan lebih banyak dari 59 sandera yang masih ditahan di Gaza, yang menurut Israel merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada Januari.

“Hamas bisa saja memilih jalur lain. Mereka bisa memilih untuk membebaskan semua sandera, tetapi mereka malah memilih penolakan, teror, dan perang,” kata Shoshani dalam sebuah pernyataan.

Kantor Netanyahu mengeklaim bahwa Hamas menolak proposal dari utusan Timur Tengah AS, Steve Witkoff, untuk memperpanjang jeda pertempuran. Hamas sendiri menyatakan bahwa pembebasan sandera seharusnya terjadi pada fase kedua yang telah disepakati Israel pada Januari, tetapi Israel sejak itu menolak membahas atau menerapkannya.

Fase pertama dari gencatan senjata yang disepakati Januari lalu melibatkan pembebasan 25 sandera Israel yang masih hidup dan pemulangan jenazah delapan sandera lainnya oleh kelompok militan Gaza, dengan imbalan pembebasan sekitar 1.900 tahanan Palestina dari penjara Israel.

Dalam fase kedua, rencananya akan dilakukan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, pembebasan seluruh sandera, dan penghentian perang secara permanen.

Namun, dengan dukungan AS, Israel justru mendorong pertukaran sandera dengan lebih banyak pembebasan tahanan Palestina serta jeda pertempuran selama 30 hingga 60 hari, sesuai dengan proposal Witkoff.

Bulan ini, Israel memblokir pengiriman bantuan ke Gaza dan memutus pasokan listrik yang tersisa guna menekan Hamas.

Pejabat Hamas, Taher al-Nunu, mengatakan bahwa komunitas internasional sedang menghadapi “ujian moral”.

“Mereka bisa memilih untuk membiarkan kembalinya kejahatan yang dilakukan oleh tentara pendudukan, atau mereka bisa menegakkan komitmen untuk mengakhiri agresi dan perang terhadap rakyat tak bersalah di Gaza,” imbuh Nunu. (*)

Editor : Kar 

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Tak Dibayarkan Rp 400 Miliar, Kontraktor Geruduk Kantor Wako Pekanbaru 

    Proyek Tak Dibayarkan Rp 400 Miliar, Kontraktor Geruduk Kantor Wako Pekanbaru 

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Sekelompok orang unjuk rasa memperjuangkan nasib kontraktor yang terimbas tunda bayar di Pemko Pekanbaru sekitar Rp 400 miliar. Aliansi tersebut mengaku berasal dari Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Pemantau Riau (Gemmpar). Dikutip Ahad (11/05/25), aksi demontrasi dalam keadaan hujan gerimis tetapi semangat para pejuang aktivis dalam menyampaikan aspirasi kepada Walikota Pekanbaru tidak menyurutkan […]

  • Warga Dumai Ini Cekik Putri Kandungnya, Pelasah Mantan Istri

    Warga Dumai Ini Cekik Putri Kandungnya, Pelasah Mantan Istri

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 13Komentar

    DUMAI, detak24.com – Sat Reskrim Polres Dumai menangkapl AN, warga Jayamukti, Dumai. Ia dilaporkan atas kasus penganiayaan yang dialami oleh ibu dan anak. Yakni, WE (33) serta AP (14), Rabu (05/10/22) lalu. Dijelaskan Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto melalui Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Aris Gunadi, tersangka tindak pidana tak lain tak bukan merupakan mantan […]

  • CEK FAKTA! 80 Perusahaan Perkebunan di Riau Beraktifitas Secara Ilegal 

    CEK FAKTA! 80 Perusahaan Perkebunan di Riau Beraktifitas Secara Ilegal 

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 16Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Komisi III DPR RI beberkan data terbaru tentang konflik perkebunan di kawasan hutan. Setidaknya, 80 perusahaan beraktifitas secara ilegal di Riau.  Hal itu terungkap dalam kunjungan Komisi III DPR RI ke Provinsi Riau. Kedatangan para legislator itu dengan tujuan untuk membicarakan persoalan konflik pertanahan bersama Aparat Penegak Hukum (APH). Wakil Ketua Komisi […]

  • Polisi Ringkus Bandar Ekstasi Merk WhatsApp di Jalan Baru STDI Dumai 

    Polisi Ringkus Bandar Ekstasi Merk WhatsApp di Jalan Baru STDI Dumai 

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Polisi tangkap bandar ekstasi merk WhatsApp di Kelurahan STDI, Dumai Barat, Ahad (16/02/25) sekira pukul 20.25 WIB malam tadi. Tersangka seorang pria berinisial TI (31) terciduk beserta barang bukti 20 butir pil ekstasi berat kotor sekitar 8,44 gram pada sebuah lokasi di Jalan Baru. Kapolres Dumai AKBP Hardi Dinata H SIK melalui […]

  • Hoaks Megawati Meninggal Beredar, PDIP Siapkan Langkah Hukum

    Hoaks Megawati Meninggal Beredar, PDIP Siapkan Langkah Hukum

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 17Komentar

    JAKARTA (DETAK24.COM) – Megawati Soekarnoputri kerap dikabarkan meninggal dunia di media sosial. Padahal Ketua Umum PDI Perjuangan itu dalam keadaan sehat walafiat. Seperti beberapa hari lalu, beredar kembali kabar hoaks Megawati meninggal dunia. Menyikapi hal tersebut, DPP PDI Perjuangan akan menyiapkan langkah hukum terkait hoaks Megawati tutup usia. “Saya sebagai sekjen memutuskan agar bantuan hukum PDIP melaporkan […]

  • MAHKAMAH KONSTITUSI: Menteri Nyapres Cukup Persetujuan Presiden dan Cuti, Tak Perlu Mundur

    MAHKAMAH KONSTITUSI: Menteri Nyapres Cukup Persetujuan Presiden dan Cuti, Tak Perlu Mundur

    • calendar_month Senin, 31 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 13Komentar

    JAKARTA, detak24.com – MK memutuskan bahwa menteri tidak perlu lagi mengundurkan diri saat nyapres. Hanya perlu mendapat persetujuan dan izin cuti dari presiden. Hal ini merupakan putusan MK atas permohonan Partai Garuda yang menguji konstitusionalitas Pasal 170 ayat 1 UU Pemilu. Secara ringkas, pasal tersebut menyatakan bahwa seorang menteri harus mengundurkan diri dari jabatannya apabila […]

expand_less