MENDIDIK! Pelajar Tawuran di Dumai Dihukum Mencuci Kaki Emaknya
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 31 Mar 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUMAI, detak24com – Jajaran Polres Dumai mengamankan sejumlah pelajar yang terlibat aksi tawuran. Saat beraksi pada Kamis (30/03/23) malam, anak-anak ini sempat melempari polisi yang patroli.
Para pelaku yang masih anak-anak itu dihukum mencuci kaki dan minta maaf pada ibunya. Sehingga diharapkan bisa menyentuh hati para remaja tawuran tersebut, dan tak lagi mengulanginya.
Kapolres Dumai AKBP Nurhadi menyebut sanksi itu diberlakukan sebagai efek jera. “Ada lima pelajar yang terlibat aksi tawuran dibimbing untuk meminta maaf kepada orangtua masing-masing. Orangtua mereka ini sengaja dihadirkan untuk menjemput,” kata Kapolres Dumai, Jumat (31/03/23).
Setelah orangtuanya datang, Nurhadi pun memerintahkan kelimanya untuk mencuci kaki orangtua masing-masing, bersujud di kaki dan minta maaf terkait perilaku yang telah dilakukan.
“Saat proses meminta maaf itulah suasana haru menyelimuti lobi utama Polres Dumai,” ujar Nurhadi.
Ia menyebut tindakan itu sebagai aksi cepat Polres Dumai dalam merespon dan menindaklanjuti keluhan warga. Terutama maraknya aksi tawuran antar remaja di kawasan Kelurahan Bumi Ayu.
“Lima pelajar yang berusia 12 hingga 17 tahun yang diduga akan melaksanakan aksi tawuran. Saat diamankan mereka bersembunyi di semak-semak di depan Kampus STIA Lancang Kuning setelah menganggu personil Polres Dumai yang sedang melaksanakan patroli dengan melempari batu,” kata Kapolres.
Setelah memanggil orangtua, Kapolres berharap akan timbul efek jera kepada para pelaku. Sebab, tawuran dapat berbahaya bagi dirinya dan orang lain yang melintas.
“Diharapkan dapat memberikan efek jera sehingga tidak terlibat aksi tawuran dan menjadi anak yang penurut ataupun berbakti kepada orang tua. Tidak lagi buat orang tua kecewa dan bersedih,” katanya.
Sementara, kepada para orangtua, Kapolres mengimbau agar dapat mengawasi anak-anaknya. Khususnya terkait pergaulan di bulan suci Ramadan.
“Di bulan yang suci ini, mari bersama kita jadikan Ramadan menjadi ladang pahala,” imbau Nurhadi.(hmspol)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com













