HEBOH! Ada Mayat di Taman Bidadari Sorek Pelalawan, Muntahan Darah Berceceran
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 16 Jan 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PELALAWAN, detak24.com – Penemuan mayat di Taman Bidadari Sorek, Pelalawan membuat heboh warga sekitar. Pasalnya, di sekitar jenazah berceceran muntahan darah.
Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Alwis Saldi SH , dikutip Senin (16/01/2023) mengatakan di sekitar TKP ditemukan ada muntahan darah. Kuat dugaan itu muntah korban.
“Mayat tersebut ditemukan pada Sabtu (14/01/23). Di sekitar tempat penemuan mayat korban tampak ada bekas muntahan darah saat dilakukan olah TKP,”” ungkap Kapolsek.
Menurutnya, mayat pria itu didapati di Taman Bidadari Kampung Melati Kelurahan Sorek Satu, Pangkalan Kuras, Pelalawan. Korban ditemukan sekitar pukul 05.10 WIB tergeletak di sekitar taman dengan kondisi tidak bernyawa.
Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Pangkalan Kuras dan dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh personil polisi.
Setelah polisi melakukan olah TKP diketahui korban bernama Syafri berusia 58 tahun. Lelaki itu tercatat tinggal di Desa Rawang Sari Kecamatan Pangkalan Lesung dan bekerja sebagai wiraswasta.
Awalnya, personil Polsek Pangkalan Kuras menerima laporan jika ada sesosok mayat laki-laki ditemukan di Taman Bidadari Sorek Satu.
Kemudian petugas turun ke lokasi dan melakukan pemeriksaan di sekitar tempat kejadian serta kondisi korban.
Ternyata korba Syafri sudah dalam keadaan tak bernyawa lagi.
Di beberapa titik di sekitar lokasi ditemukan adanya bekas muntahan darah di beberapa tempat.
Muntahan darah itu yang diduga bekas batuk berdarah korban Syafri.
Berdasarkan keterangan dari abang kandung korban, Ismail (65) yang juga warga Sorek Satu, korban diketahui memiliki riwayat penyakit sesak nafas dan batuk darah.
Dapat disimpulkan juga muntahan darah itu milik korban atas penyakit yang dideritanya. Semalam 2 tahun terakhir ini, korban tinggal di lapak-lapak seputaran Pasar Lama Sorek Satu.
“Itu sejak korban berpisah dengan istrinya. Dulu mereka tinggal di Ukui,” tambah Kapolsek Alwis.
Korban pertama kali dilihat oleh saksi bernama Wiwit yang tergeletak dengan posisi menelungkup di TKP sekitar jam 05.10 wib.
Selanjutnya saksi memanggil warga lain serta RT maupun RW. Alhasil warga semakin ramai berdatangan ke lokasi kejadian.
Sekitar pukul 06.50 WIB jenazah korban dibawa polisi menggunakan ambulans ke Puskesmas Pangkalan Kuras untuk dilanjutkan visum oleh dokter.
Abang kandung korban, Ismail turun mendampingi pemeriksaan jenazah adiknya.
Hasil visum dokter, korban diperkirakan meninggal dunia sekitar pukul 02.00 atau 03.00 dini hari sebelum ditemukan warga.
Dugaan kuat kematian korban akibat gagal pernafasan karena riwayat penyakit korban.
Pihak keluarga menerima kematian Syafei dan menolak untuk diautopsi dengan menandatangani surat pernyataan. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Tribunnews)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












