Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ekonomi Bisnis » Gandeng PGN Group, KIS dan AEP Bangun Pabrik BioCNG di Kampar

Gandeng PGN Group, KIS dan AEP Bangun Pabrik BioCNG di Kampar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Raksasa KIS berkolaborasi dengan AEP membangun pabrik BioCNG di Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar.

Keduanya menggandeng PT GAGAS Energi Indonesia (PGN Group) untuk mewujudkan proyek energi alternatif. BioCNG digadang-gadangkan sebagai sumber energi ramah lingkungan, yang mampu mengurangi polusi udara dan lingkungan.

Peletakan batu pertama menandai pembangunan proyek BioCNG di lokasi pabrik PT Bina Pitri Jaya di Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Jumat (06/02/26).

Peletakan batu pertama secara bergantian dilakukan diantaranya oleh Presiden Direktur AEP Group Budi Purwanto, Presiden Direktur PT GAGAS Energi Indonesia Santiaji Gunawan, Founder dan CEO KIS Group-Sustainability K.R. Raghunath, serta perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup PGN, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Camat Tapung Hilir Nurmansyah.

Proyek ini menandai pabrik BioCNG komersial kelima yang dikembangkan oleh KIS Group di Indonesia serta proyek ketiga hasil kolaborasi dengan AEP Group. PT GAGAS Energi Indonesia merupakan anak perusahaan PGN Group, akan bertindak sebagai salah satu offtaker utama BioCNG yang dihasilkan.

Pabrik BioCNG ini akan dikembangkan dengan skema Build–Own–Operate (BOO), dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal I tahun 2027.

Adapun fitur utama proyek ini meliputi penangkapan emisi metana dari limbah cair pabrik kelapasawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) di pabrik PT Bina Pitri Jaya

Produksi BioCNG sendiri sekitar 142.450 MMBTU per tahun. Dengan adanya proyek ini, akan membantu upaya pengurangan emisi gas rumah kaca yang diperkirakanmencapai 70.085 ton setara CO₂ per tahun

Penyaluran BioCNG terbarukan kepada Gagas/PGN sebagai substitusi gas alam konvensional dalam operasional mereka.

“Peletakan batu pertama ini menunjukkan komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Founder dan CEO KIS Group – Sustainability KR Raghunath dalam sambutannya.

“Bersama para pemimpin industri seperti AEP Group dan PT GAGAS Energi Indonesia, kami membuktikan bahwa solusi energi terbarukan berskala komersial dapat diwujudkan sekaligus memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal,” ulasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT GAGAS Energi Indonesia Santiaji Gunawan menyampaikan,  peletakan batu pertama fasilitas BioCNG ini merupakan tonggak penting bagi GAGAS dan PGN Group dalam mempercepat integrasi gas terbarukan ke dalam ekosistem energi nasional.

“Bio metana berperan sebagai sumber pasokan alternatif yang melengkapiCNG dari gas alam konvensional, sekaligus meningkatkan porsienergi terbarukan dalam bauran energi nasional dan mendukungtransisi dari sistem berbasis bahan bakar fosil,” ujarnya.

Ia menambahkan, BioCNG memungkinkan penyediaan energi rendah karbon kepada pelanggan tanpa memerlukan perubahanpada infrastruktur yang telah ada. Hal ini memperkuat keandalan portofolio pasokan, menurunkan emisi di sepanjang rantai nilai, serta membuka peluang pertumbuhan berkelanjutan di sektorindustri dan komersial.

“Melalui kolaborasi dengan KIS Group dan AEP Group, kami mengambil langkah nyata menuju masa depan energi yang lebih bersih dan tangguh. BioCNG® akanmenjadi komponen penting dalam strategi jangka panjang kami untuk memperluas solusi gas terbarukan, mendukung target dekarbonisasi nasional, serta menciptakan nilai lingkungan dan ekonomi yang signifikan bagi wilayah operasional kami,” terang Santiaji Gunawan.

Presiden Direktur AEP Group Budi Purwanto menjelaskan, bahwa PT Bina Pitri Jaya telah beroperasi sejak Juli 2007 dengan kapasitas awal 45 ton per jam dan ditingkatkan menjadi 60 ton per jam pada tahun 2019.

“PT Bina Pitri Jaya telah tersertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) serta meraih peringkat PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, PT Bina Pitri Jaya akan menjadi pabrik ketiga di bawah AEP Group yang dilengkapi fasilitas BioCNG setelah PT Ukindo di Langkat dan PT Tasik Raja Mill di Cikampak yang telah beroperasi dengan sukses melalui kerja sama dengan KIS Group.

BioCNG dari PT Ukindo dan PT Tasik Raja selama ini dipasok kepada Unilever, sedangkan BioCNG dari PT Bina Pitri Jaya akan disuplai kepada PT Gagas Energi Indonesia.

“Kami bangga, melalui kolaborasi dengan KIS Group, dapat berkontribusi sebagai bagian dari pelaku global dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan penciptaan lingkungan yang lebih bersih. Selain membantu pengelolaan limbah POME dan menurunkan dampak lingkungan, proyek ini juga membuka sumber pendapatan tambahan bagi perusahaan serta menurunkan jejak karbon operasional kami,” cakapnya.

Proyek ini berkontribusi terhadap berbagai tujuan keberlanjutan dengan mengonversi metana—gas rumah kaca dengan potensipemanasan global sekitar 25 kali lebih besar dibandingkanCO₂— menjadi BioCNG yang bersih dan terbarukan.

Pendekatan ini secara simultan akan mengurangi dampak perubahan iklim melalui pencegahan emisi metana, memperkuat ketahanan energi nasional melalui produksibahan bakar terbarukan dalam negeri. Kemudian menyediakan solusi waste-to-energy yang layak secara komersial bagi industri kelapa sawit.

Disamping itu menciptakan lapangan kerja lokal serta mendukung pengembangan keterampilan teknis, mendorong alih teknologi dan peningkatan kapasitas di sektor energi terbarukan.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun serta lebih dari 90 proyek di 14 negara di Asia, KIS Group terus menjadi peloporsolusi biogas dan biometana yang layak secara komersial. BioCNG yang dihasilkan dari proyek ini akan mendukung komitmen iklim Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Dalam sesi wawancara dengan wartawan, Presiden Direktur PT Gagas Energi Indonesia Santiaji Gunawan mengatakan, proyek ini akan menghasilkan energi alternatif selain bahan bakar minyak (BBM) dan gas.

“Sekarang Indonesia masuk ke era bio metana yang merupakan hasil proses pengolahan limbah cair kelapa sawit. Ini akan membantu pemerintah mengurangi polusi udara dan lingkungan,” pungkasnya. (Rls)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Taman Cadika Ambruk, Puluhan Pengunjung Tercebur ke Danau 

    Jembatan Taman Cadika Ambruk, Puluhan Pengunjung Tercebur ke Danau 

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MEDAN, detak24com – Tempat rekreasi Taman Cadika, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan tiba-tiba viral pasca peristiwa ambruknya jembatan di lokasi tersebut. Yakni, jembatan penyeberangan di Taman Cadika Medan tersebut ambruk pada Ahad (13/10/24). Akibatnya puluhan orang yang tengah berada di atas jembatan tersebut tercebur ke dalam danau. Dikutip, Selasa (15/10/24), dalam rekaman video yang viral […]

  • Logo MTQ Nasional 2022

    Nilai Peserta MTQ Riau Langsung Diapdute ke Website, Hindari Kecurangan

    • calendar_month Jumat, 15 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    Pekanbaru, detak24.com – Untuk meminimalisir kecurangan, penilaian Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Ke-XL Tingkat Provinsi Riau tahun 2022, di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) akan menggunakan sistem Informasi Teknologi (IT). Demikian disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Riau, Ahmad Syah Harrofie usai Penetapan dan pengesahan peserta MTQ Ke-XL Tingkat Provinsi Riau tahun 2022, di Aula […]

  • MALING GASAK Rumah Warga di Sinaboi Rohil, Ketahuan Saat Gadai Hp

    MALING GASAK Rumah Warga di Sinaboi Rohil, Ketahuan Saat Gadai Hp

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    ROHIL, detak24.com – Seorang pria berinisial S (38) membobol rumah warga di Sinaboi Rokanhilir. Ia ditangkap saat menggadaikan hasil curiannya. Menurut Kapolres Rokan Hilir, AKBP Andrian Pramudianto, Kamis (15/12/22) mengatakan, aksinya terbongkar saat ia hendak menggadaikan handphone curian milik korban pada Senin (12/12/22) lalu. Katanya, pelaku S terbukti mencuri di rumah seorang warga bernama Rudi […]

  • Peringati Hari Pohon Sedunia, Polsek Mandau Bersama Pramuka Saka Bhayangkara Lakukan Penghijauan

    Peringati Hari Pohon Sedunia, Polsek Mandau Bersama Pramuka Saka Bhayangkara Lakukan Penghijauan

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Polsek Mandau bersama Pramuka Saka Bhayangkara, Selasa (11/11/25) melakukan gerakan penghijauan penanaman pohon secara serentak dalam rangka memperingati Hari Pohon Nasional di lahan Polsek Mandau. “Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Kapolda Riau kepada seluruh satker yang ada di Polda Riau dengan konsep Gerakan Tanam 21.000 pohon serentak yang puncaknya pada tanggal 21 […]

  • Soal Pasang Rob, Wako Dumai Mengadu ke Bappenas

    Soal Pasang Rob, Wako Dumai Mengadu ke Bappenas

    • calendar_month Sabtu, 8 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    DUMAI, detak24.com – Gubri bersama Kepala Daerah se-Riau dan menggelar rapat kerja dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Sabtu (08/10/22). Dalam acara tersebut, Kepala Bappenas diwakili oleh Taufik Hanafi dan para Deputi, staf ahli dan rombongan. Pertemuan banyak membahas tentang perencanaan infrastruktur, termasuk investasi dan sebagainya. Masing-masing kepala daerah bupati dan […]

  • WASPADA! Selain Indomie Rasa Ayam Bawang, Ini Daftar Produk Mi Instan RI Ditarik dari Peredaran di Luar Negeri

    WASPADA! Selain Indomie Rasa Ayam Bawang, Ini Daftar Produk Mi Instan RI Ditarik dari Peredaran di Luar Negeri

    • calendar_month Jumat, 28 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    PRODUK mi instan asal Indonesia kembali ditarik dari peredaran di luar negeri. Kali ini, masalah terjadi di Taiwan dan menimpa produk Indomie rasa ayam bawang karena dikabarkan mengandung zat pemicu kanker. Adapun kasus penarikan produk mi instan asal RI bukan kali pertama terjadi. Sebelum kasus Indomie rasa ayam bawang di Taiwan itu, beberapa produk mi […]

expand_less