Delapan Kios Pasar Bunda Sri Mersing Dumai Ludes Jadi Abu, Simak Fakta dan Kronologisnya!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 8 Agt 2022
- print Cetak

Pedagang menyisir puing kebakaran Pasar Bunda Sri Mersing Dumai. F :. TRIBUNNEWS
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dumai, detak24.com – Insiden kebakaran hebat melanda Kota Dumai, Riau, Senin (08/08/22) dini hari. Setidaknya, delapan kios di Pasar Bunda Sri Mersing ludes jadi abu.
Api terlihat menjulang di langit Kota Dumai Senin dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Dalam waktu sekejap, delapan kios di Pasar Bunda Sri Mersing di Jalan Sultan Hasanuddin itu rata dengan tanah.
Untungnya, dalam kebakaran di Dumai ini tidak ada memakan korban jiwa. Namun kerugian materi yang dialami pedagang cukup besar yakni sekitar Rp350 juta
Saat kejadian, 8 kios yang terbakar tersebut dalam kondisi ditinggal oleh pemiliknya. Sehingga, tak ada yang bisa diselamatkan.
Beberapa pemilik kios terlihat membuka buka tumpukan arang, untuk mencari barang-barang yang masih bisa digunakan.
Kebakaran awalnya diketahui oleh Ketua RT Supardi (50) sekitar pukul 03.00 WIB.
Awalnya, Supardi melihat kepulan asap tebal diikuti api yang membara membakar kios-kios milik pedagang di Pasar Bunda Sri Mersing.
Melihat api yang begitu cepat membesar, Supardi langsung bergegas menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Rimba Sekampung.
Selain itu, dia juga menelepon petugas pemadam kebakaran agar segera ke lokasi kejadian.
Setelah dapat informasi kebakaran, Kapolsek Dumai Kota bersama personelnya langsung menuju TKP untuk membantu pemadaman,” kata Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto.
Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan lima unit branwir. Kobaran api dapat dipadamkan sekitar pukul 04.45 WIB.
“Setelah hampir dua jam pemadaman, akhirnya api dapat dipadamkan,” lanjut Nurhadi.
Akibat kebakaran itu, ada delapan kios pedagang yang terbuat dari papan, ludes terbakar.
“Total ada delapan kios terbakar. Untuk korban jiwa tidak ada. Kerugian materil belum dapat ditaksir,” pungkasnya Nurhadi.(trb/JPNN)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












