Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Puluhan Orang Luka-luka dan Hilang, Pekerja Sawit di Tambusai Utara Diserang dan Diculik

Puluhan Orang Luka-luka dan Hilang, Pekerja Sawit di Tambusai Utara Diserang dan Diculik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ROHUL, detak24com – Puluhan warga mengalami luka-luka serta hilang setelah diserang sekelompok orang saat berada di sebuah kebun sawit wilayah Kecamatan Tambusai Utara, Rohul.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (14/08/26). Sehari setelah kejadian, sejumlah korban mendatangi Polsek Tambusai Utara untuk melaporkan kasus, sekaligus menjalani pemeriksaan.

Sejumlah korban terlihat mengalami luka pada bagian kepala, tangan, kaki, rusuk hingga mata. Beberapa di antaranya bahkan harus mendapatkan perawatan dan menjalani visum.

Salah seorang korban, Gunawan (31), mengatakan penyerangan terjadi ketika ia bersama sejumlah pekerja sedang berada di mess setelah membersihkan kebun.

“Tiba-tiba datang gerombolan orang tak dikenal dengan tiga truk colt diesel dan dua mobil double cabin. Mereka berteriak ‘serang’, jadi kami langsung diserang,” ujar Gunawan, Sabtu (15/08/26).

Dia mengaku dipukul menggunakan kayu dan besi. Akibatnya, hidung dan tangannya mengalami luka.

Ia juga mengaku sempat diancam menggunakan senjata api dan kehilangan dua telepon seluler saat kejadian. “Saya juga diancam pakai senjata api, dua ponsel saya dijarah,” katanya.

Gunawan mengatakan tidak mengetahui secara pasti motif penyerangan tersebut. Ia menyebut para pekerja hanya berada di lokasi untuk bekerja.

“Katanya lahan warga ini pro-kontra dengan PT Agrinas. Namun setahu saya, lahan itu punya warga, itulah makanya saya kerja di situ,” ujarnya.

Korban lainnya, Rizaldi (44), juga mengalami luka di sejumlah bagian tubuh. Ia mengatakan kepalanya terkena pukulan, tangannya dihantam balok kayu, sedangkan bagian matanya ditendang.

“Kepala saya bocor dan tangan dihantam pakai balok kayu, mata saya ditendang, saya diseret-seret seperti PKI,” ungkap Rizaldi.

Kedua matanya sempat merah dan bengkak. Ia juga mengaku pandangannya sempat kabur setelah kejadian.

Rizaldi mengatakan para korban tidak berani melawan karena kelompok penyerang membawa senjata.

“Kami hanya bisa bilang ‘aduh, aduh, ampun, ampun, Pak’. Kalau teriak minta tolong, semakin disiksa kami,” katanya.

Menurut Rizaldi, setelah penyerangan, para korban dikumpulkan dan dibawa keluar dari kawasan kebun menggunakan truk.

“Pas lewat depan kantor polisi (Polsek Tambusai Utara) kami teriak minta tolong,” ujarnya.

Ia memperkirakan sekitar 25 orang mengalami luka dalam kejadian tersebut. Sementara, sekitar 28 pekerja lainnya disebut masih berada di kawasan kebun dan belum diketahui kondisinya.

“Yang kami pikirkan kawan-kawan di dalam kebun sekitar 28 orang lagi. Belum tahu nasibnya sekarang,” katanya.

Konflik Pengelolaan Lahan

Juru bicara masyarakat, Abdul Aziz, mengatakan kasus penyerangan tersebut telah dilaporkan kepada kepolisian.

Ia meminta aparat mengusut tuntas dugaan kekerasan yang dialami warga dan menangkap pihak yang bertanggung jawab.

Aziz juga mengatakan pihaknya berencana membawa persoalan tersebut ke Mabes Polri dan DPR RI, termasuk menyurati Presiden.

“Karena warga memang sedang memperjuangkan hak-haknya,” kata Aziz.

Menurut Aziz, konflik tersebut berkaitan dengan pengelolaan lahan perkebunan kelapa sawit masyarakat seluas sekitar 2.000 hektare di Afdeling 19 dan 21.

Azis menyebut terdapat sekitar 1.015 warga yang menggantungkan hidup dari lahan tersebut.

Aziz menjelaskan, lahan itu sebelumnya dikelola PT Torganda melalui pola kemitraan dengan masyarakat. Dalam prosesnya, masyarakat bergabung dengan Koperasi Karya Bakti yang disebut menjadi mitra perusahaan.

Pada 2025, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) melakukan penyitaan terhadap lahan tersebut karena disebut masuk kawasan hutan. Pengelolaan lahan sitaan kemudian diserahkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara.

Aziz menyebut masyarakat kemudian tidak lagi mendapatkan hasil dari perkebunan tersebut. Kondisi itu, menurut dia, mendorong warga berupaya memperjuangkan kembali lahan yang mereka klaim sebagai milik masyarakat.

“Karena sudah tidak dapat apa-apa lagi, itulah makanya warga ingin mengambil kembali lahannya untuk masa depan mereka. Namun, upaya ini memicu bentrokan hingga penyerangan terhadap warga,” ujarnya.

Diduga Keterlibatan Agrinas

Aziz menduga terdapat keterlibatan pihak PT Agrinas Palma Nusantara dalam penyerangan tersebut. Namun, hal itu belum terbukti dan masih menjadi bagian dari laporan serta penelusuran aparat penegak hukum.

“Kuat dugaan kami penyerangan itu didalangi oleh Agrinas,” kata Aziz.

Ia mengaitkan dugaan tersebut dengan surat yang disebut dikirim kuasa hukum Agrinas kepada Polres Rokan Hulu pada 14 Agustus 2026.

Menurut Aziz, salah satu poin dalam surat tersebut meminta agar pihak Agrinas tidak dipersalahkan apabila terjadi bentrokan di lapangan.

Aziz mempertanyakan dasar pengelolaan lahan tersebut oleh Agrinas setelah lahan diserahkan oleh Satgas PKH.

“Kami ingin tahu dasarnya Agrinas mengatakan itu lahannya apa? Kalau kemudian lantaran pelimpahan dari Satgas PKH, bukan berarti Agrinas langsung bisa seenaknya mengelola lahan itu,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan status kawasan hutan dan legalitas pengelolaan lahan tersebut. Ia meminta seluruh proses penetapan status kawasan maupun penguasaan lahan diperiksa secara terbuka.

“Kalau memang lahan disita karena berada di kawasan hutan, buktikan dulu dong, betul tidak itu kawasan hutan,” katanya.

Terkait tudingan tersebut, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani. Upaya konfirmasi telah dilakukan, namun belum mendapatkan respons.

Polisi Kejar Pelaku

Sementara, Dirreskrimum Polda Riau Kombes Hasyim Risahondua, membenarkan adanya laporan terkait penyerangan tersebut. Menurut dia, perkara itu telah dilaporkan ke Polsek Tambusai Utara.

Polisi telah melakukan sejumlah tindakan, termasuk membawa korban untuk menjalani visum, membuat laporan polisi, serta memeriksa para korban.

“Tindakan selanjutnya, memeriksa saksi-saksi, mencari keberadaan pelaku-pelaku dan melengkapi berkas,” kata Hasyim, Ahad (16/8/2026).

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku serta memastikan kronologi dan motif penyerangan, seperti diwartakan cakaplah. (*)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bengkalis Kembali Kawinkan Medali Emas Cabor Tenis Meja Beregu 

    Bengkalis Kembali Kawinkan Medali Emas Cabor Tenis Meja Beregu 

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2022
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 15Komentar

    BENGKALIS, detak24.com – Kontingen Kabupaten Bengkalis kembali kawinkan medali emas di cabor tenis meja putra dan putri Porprov X Riau Kuansing, yang berlangsung di venue SMA Pintar Taluk Kuantan, Rabu (16/11/22).. Tim beregu putra Bengkalis, pada partai pertama Al Gufari menang 5-11,11-7,11-2,13-11 (3-1) atas Pekanbaru dan membuka keunggulan bagi Bengkalis 1-0. Pada partai kedua beregu […]

  • Jaksa Tabah Kejari Dumai Tuntut Mati Kurir Sabu 28 Kilogram 

    Jaksa Tabah Kejari Dumai Tuntut Mati Kurir Sabu 28 Kilogram 

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    DUMAI, detak24com – Jaksa Tabah Santoso dari Kejari Dumai menuntut mati kurir sabu 28 Kg. Sebelumnya, terdakwa Ruslaini terciduk di Selinsing pada awal Mei lalu. Informasi dirangkum, Kamis (27/11/25), sidang pembacaan tuntutan mati itu digelar pada Selasa 25 Nopember 2025 di Pengadilan Negeri Dumai. Baca juga : Jaksa Tuntut Koruptor Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai […]

  • Bakal Gempar, Hasto Bikin Puluhan Video Skandal Korupsi Pejabat Negara

    Bakal Gempar, Hasto Bikin Puluhan Video Skandal Korupsi Pejabat Negara

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto membuat puluhan video skandal korupsi pejabat negara. Diyakini publik bakal gempar dan mengubah peta pemberantasan rasuah. Hal itu disampaikan Juru Bicara PDIP, Mohamad Guntur Romli dalam program Interupsi bertajuk “Sengketa Pilkada Belum Mulai, Elite Parpol Tersangka,” yang disiarkan oleh iNews TV, Kamis (26/12/24). Dikutip Ahad (29/12/24), dalam acara […]

  • Polsek Kampar Kiri tangka supir Colt Diesel. (f : cakaplah)

    SUPIR Colt Diesel Terciduk di Kampar, Polisi Kaget Tengok Muatannya!

    • calendar_month Minggu, 26 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAMPAR, detak24com – Tim Polsek Kampar Kiri, Kampar menangkap supir Colt Diesel inisial KU (48) karena mengangkut kayu illegal logging. Kapolres Kampar, AKBP Ronald Sumaja, Sabtu (24/11/23) mengatakan, supir Colt Diesel itu ditangkap pada Jumat (24/11/23) sekira pukul 17.00 WIB. Ketika itu truk yang dikendarai KU melintas di Jalan Lintas Lipat Kain – Pekanbaru, Desa […]

  • Usai Jalani Hukuman, 7 TKI Asal Riau dan Jambi Dideportasi via Pelabuhan Dumai 

    Usai Jalani Hukuman, 7 TKI Asal Riau dan Jambi Dideportasi via Pelabuhan Dumai 

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Tujuh Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI dipulangkan dari Malaysia melalui  pelabuhan Dumai, Sabtu (01/02/25). Mereka dideportasi usai menjalankan proses hukum di Depot Tahanan Imigresen (DTI) Sementara Millenium Beranang, Selangor. Pemulangan dilakukan setelah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru mengirimkan surat resmi kepada sejumlah instansi terkait di Indonesia. Tujuh pekerja itu […]

  • NELAYAN Temukan Mayat Mengapung di Perairan Sinaboi Rohil, Diduga Warga Tionghua

    NELAYAN Temukan Mayat Mengapung di Perairan Sinaboi Rohil, Diduga Warga Tionghua

    • calendar_month Senin, 21 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 10Komentar

    ROHIL, detak24com – Seorang nelayan yang sedang menjaring ikan tidak sengaja menemukan sesosok mayat mengapung di perairan Laut Sinaboi, Perbatasan Indonesia-Malaysia. Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi mengatakan, pihaknya menerima laporan dari kapal nelayan yang sedang menjaring ikan, yakni KM Will Sukses II Nomor 875 Gt.Ii/ Pdf. Mereka menemukan sesosok mayat mengapung di perairan Sinaboi […]

expand_less