Anggota DPRD Riau ‘Baku Hantam’ Saat Rapat, Pertina Siapkan Ring Tinju
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Anggota DPRD Riau baku hantam saat rapat. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Rapat Banggar DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memanas dan anarkis. Dua legislator dari Partai Golkar dikabar baku hantam, Kamis (16/07/26).
Akibat dari memanasnya rapat tersebut, kubu Indra Gunawan Eet dan Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan saling adu jotos di luar ruang sidang.
sebelumnya, anggota Banggar Indra Gunawan Eet dan Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan terlibat adu mulut yang nyaris berujung bentrok fisik.
Rapat yang membahas LKPJ APBD Riau 2025 tersebut awalnya berlangsung kondusif. Sejumlah anggota Banggar hadir dalam pertemuan itu, di antaranya Suyadi, Imustiar, Indra Gunawan Eet, Andi Darma Taufik, Abdul Kosim dan sejumlah anggota lainnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan bermula ketika Indra Gunawan Eet menyampaikan tanggapan dalam rapat.
Dalam penyampaiannya, Eet disebut menyinggung dugaan keterlibatan unsur pimpinan DPRD Riau dalam pergeseran anggaran APBD Riau 2025.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat interupsi dari Parisman Ikhwan yang merasa namanya ikut dikaitkan dan ingin memberikan klarifikasi.
“Jadi saat Eet menyampaikan tanggapan, langsung diinterupsi Parisman Ikhwan yang merasa namanya disebut terlibat dalam pergeseran anggaran itu dan ingin meluruskan,” ujar seorang sumber yang berada di dalam ruang rapat.
Situasi kemudian memanas. Keduanya disebut terlibat adu argumen dengan suara keras hingga saling menunjuk dan memukul meja.
Sumber lain menyebut ketegangan bahkan nyaris berujung pada bentrok fisik. Eet disebut sempat mengangkat kursi sebelum anggota DPRD lainnya turun tangan untuk meredakan situasi.
“Ada tudingan dari Eet yang membuat Iwan Patah tersinggung. Iwan sempat memukul meja, lalu dibalas Eet dengan memukul meja juga. Bahkan Eet sempat mengangkat kursi, namun berhasil dicegah oleh anggota lainnya sehingga situasi tidak sampai berujung bentrok fisik,” kata sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Karena kondisi rapat dinilai tidak lagi kondusif, pimpinan akhirnya memutuskan menskors sementara pembahasan untuk meredakan ketegangan.
Saat ditemui wartawan di sela masa skorsing, Parisman disebut tidak menerima pernyataan yang disampaikan Eet, terlebih tudingan tersebut disampaikan dalam forum resmi bersama TAPD.
Namun, belum ada penjelasan secara terperinci mengenai substansi pernyataan yang menjadi pemicu perselisihan.
Parisman kemudian terlihat mendatangi ruang Komisi V untuk menemui Eet. Namun, Eet disebut sudah tidak berada di ruangannya.
Pantauan di Gedung DPRD Riau, situasi di sekitar ruang Komisi V sempat ramai. Sejumlah orang yang disebut sebagai pendukung Parisman terlihat berkumpul di luar ruangan. Salah seorang di antaranya bahkan terdengar menghubungi rekannya melalui telepon.
“Akan ada olahraga, merapat ke DPRD Riau,” ucap seorang pria.
Setelah situasi mereda, rapat Banggar bersama TAPD kembali dilanjutkan di ruang rapat medium dengan Parisman Ikhwan memimpin jalannya pembahasan. Sementara Indra Gunawan Eet tidak terlihat kembali mengikuti rapat.
Ketegangan kecil juga sempat terjadi ketika sejumlah awak media mencoba mengambil gambar suasana rapat melalui kaca pintu. Seorang petugas keamanan melarang pengambilan gambar dengan alasan adanya arahan dari protokol Sekretariat DPRD Riau.
“Tak boleh ambil foto, nanti kami dimarahi sama protokol Setwan,” katanya, seperti dikutip dari Riauaktual.
Pertina Siapkan Ring Tinju
Sementara, dilansir cakaplah, peristiwa adu jotos yang melibatkan dua anggota DPRD Riau dari Partai Golkar, Indra Gunawan Eet dan Parisman Ihwan, menjadi soroton oleh Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Riau, Doan Samuel Nababan.
Doan menilai, tindakan dari wakil rakyat Riau itu tidak mencerminkan sikap sebagai seorang wakil rakyat. Harusnya, wakil rakyat memberikan contoh, suri tauladan yang baik kepada rakyat.
“Jujur kita kecewa, kita prihatin dengan tindakan wakil rakyat yang tidak mencerminkan sikap sebagai seorang tokoh. Sebagai seorang wakil rakyat yang diamanahkan untuk memperjuangkan aspirasi,” ujar Doan, Kamis (16/7/2026).
Harusnya, kata Doan, mereka memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Apalagi masyarakat Riau identik dengan budaya melayu yang sopan dan santun.
“Namun karena ini sudah terlanjur, kita sarankan saja mereka untuk duel di ring tinju yang resmi,” katanya.
“Daripada ribut-ribut seperti, malu lah kita. Mereka ini wakil rakyat masa seperti itu tingkah lakunya,” sambungnya.
Oleh sebab itu, jika memang berkenan keduanya, pihaknya siap untuk memfasilitasi di ring tinju secara resmi.
“Kita siap untuk fasilitasi mereka berdua,” imbuhnya. (*)
Editor : Kar
–











