Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Aliran Dana 100 Juta untuk Pangdam di Korupsi Gubri Wahid

Aliran Dana 100 Juta untuk Pangdam di Korupsi Gubri Wahid

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Dahri Iskandar, mantan ajudan terdakwa Gubri Wahid menjadi saksi kasus korupsi pemerasan anggaran di Dinas PUPR-PKPP Riau.

Saksi diperiksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (21/5/2026).

Ia memberikan keterangan untuk terdakwa Gubri Wahid, Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, M Arief Setiawan, dan Tenaga Ahli Gubernur Riau, Dani M Nursalam. Sidang dipimpin hakim ketua Delta Tamtama.

Dahri yang didatangkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan peristiwa penyerahan uang tunai yang dititipkan untuk Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/ Tuanku Tambusai.

Menurutnya, pada 17 September 2025, ia ditelepon oleh Sekretaris Dinas PUPR-PKPP Riau, Ferry Yunanda menjelang waktu Magrib. “Saya ditanya, Bang Dahri di mana. Saya jawab di kediaman,” kata Dahri.

Tidak lama kemudian, Ferry datang menggunakan mobil Grand Livina ke kediamany. Dahri diminta menuju parkiran belakang dan masuk ke mobil Ferry.

Di dalam kendaraan tersebut, Dahri mengaku menerima sebuah kantong plastik hitam (kresek) berisi uang tunai. Ferry, kata dia menyampaikan bahwa uang tersebut diperuntukkan bagi Pangdam.

“Pak Ferry menyampaikan ada titipan Pak Gubernur untuk Pangdam baru dalam rangka silaturahmi. Saya masukkan dalam tas,” katanya.

Ia mengaku sempat menanyakan tujuan dan sumber uang tersebut.

“Saya tanya ini uang untuk siapa, dijawab untuk Pangdam. Tidak ada disebut sumber uangnya,” ujarnya.

Saksi menyebut uang tersebut diserahkan dalam kresek hitam berukuran besar, dan dalam kondisi padat.

Ia memperkirakan beratnya lebih satu kilogram, meski tidak menghitung jumlah pasti uang yang diterima. “Saya tidak pernah menghitung. Tapi perkiraan saya lebih dari seratus juta rupiah,” katanya.

Uang tersebut kemudian disimpan Dahri ke dalam tas pribadi berwarna merah berukuran sekitar 15 inci, kemudian dibawa ke ruang istirahat ajudan.

Selanjutnya pada 18 September, ada agenda kunjungan ke Markas Komando Daerah Militer (Makodam). Ia menyebut saat itu dilakukan pertemuan antara Gubernur Riau dan Pangdam selama sekitar 1,5 jam dengan sejumlah pejabat utama Kodam.

“Pertemuan membahas kondisi Riau, berlangsung sekitar satu setengah jam,” ujarnya.

Usai pertemuan, Dahri mengaku menyerahkan uang yang sebelumnya diterimanya kepada ajudan Pangdam bernama Novan.

Sebelum diserahkan, bungkusan uang dipindahkan dari kresek hitam ke dalam paper bag. “Dipindahkan supaya lebih rapi,” katanya.

Penyerahan dilakukan di ruang pertemuan sebelum rombongan meninggalkan lokasi. “Saya sampaikan, brother ini ada titipan dari Pak Gubernur untuk Pangdam,” kata Dahri.

Dalam keterangannya, Dahri juga mengaku tidak menerima tanda terima, berita acara, maupun dokumen administrasi saat menerima maupun menyerahkan uang tersebut.

Dahri menegaskan seluruh proses penerimaan dan penyerahan uang dilakukan tanpa mekanisme administrasi resmi. Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah uang yang diterima maupun dasar pengelolaannya.

“Waktu itu saya tidak berpengalaman, jadi tidak tahu apakah itu boleh diterima atau tidak,” ujarnya.

Terkait hal itu, tim advokat Abdul Wahid mempertanyakan apakah Dahri pernah diperintah Abdul Wahid.

“Tidak pernah,” jawab Dahri.

Adanya titipan uang tersebut tidak lagi dikonfirmasi ke Abdul Wahid.

Ia mengatakan dirinya meyakini titipan tersebut telah diketahui gubernur karena Ferry Yunanda sempat menyampaikan bahwa penitipan sudah dikonfirmasi sebelumnya.

“Bahasa Pak Ferry, itu sudah dikonfirmasi ke Pak Gubernur,” katanya.

Meski demikian, Dahri mengaku tidak pernah secara langsung menanyakan kembali kepada Abdul Wahid terkait kebenaran informasi tersebut.

Dimarahi Abdul Wahid

Beberapa hari setelah peristiwa itu, Dahri mengaku menceritakan penitipan tersebut kepada ajudan lain bernama Tata Maulana. Informasi itu kemudian sampai kepada Abdul Wahid.

Menurut Dahri, gubernur lalu memanggil dan memarahinya.

“Pak Gubernur bilang, ‘Saya tidak suka orang yang culas. Kamu tidak usah ikut saya lagi’,” ujarnya, menirukan ucapan gubernur.

Dahri menyebut sejak 20 September 2025 dirinya tidak lagi mendampingi gubernur dalam kegiatan kedinasan. Ia dipecat.

Pemerintah Provinsi Riau tertanggal 25 September 2025 yang berisi larangan meminta maupun menerima pemberian dengan mengatasnamakan jabatan atau pimpinan daerah.

Dahri mengakui pernah membaca surat tersebut. Isi surat antara lain meminta seluruh pejabat di lingkungan Pemprov Riau tidak melakukan pungutan atau menerima pemberian dalam bentuk apa pun dengan mengatasnamakan gubernur.

Menjawab pertanyaan penasihat hukum, Dahri menegaskan penitipan uang dari Ferry Yunanda merupakan kejadian pertama sekaligus terakhir selama dirinya menjadi ajudan.

“Pertama dan terakhir,” katanya.

Dahri menegaskan, dirinya tidak pernah diminta gubernur untuk meminta uang kepada ASN, pejabat pemerintah, tenaga ahli, maupun pihak lain selama bertugas sebagai ajudan.

“Selama saya menjadi ajudan, tidak pernah diperintah meminta-minta uang,” pungkasnya.

Dalam perkara ini, Abdul Wahid bersama Muhammad Arief Setiawan dan Dani Nursalam didakwa melakukan pemerasan anggaran di lingkungan Dinas PUPR Riau dengan nilai mencapai Rp 3,55 miliar.

Dana tersebut diduga digunakan untuk berbagai kepentingan non kedinasan, termasuk kebutuhan pribadi dan kegiatan tertentu.

JPU KPK menjerat para terdakwa dengan Pasal 12 huruf e juncto Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dikutip dari cakaplah. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragedi Malam Jumat : Hindari Lubang Jalan, Remaja Meregang Nyawa di Pekanbaru

    Tragedi Malam Jumat : Hindari Lubang Jalan, Remaja Meregang Nyawa di Pekanbaru

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang remaja berinisial RI (17) tewas kecelakaan saat menghindari lubang di Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, Kamis (27/06/24) malam Jumat. Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Alvin Agung Wibawa mengatakan, kecelakaan terjadi tepat di depan Apotek Merifa Kecamatan Tampan. Korban mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi BM 2077 AK datang dari arah […]

  • Parkiran PT Inti Benua Perkasatama Dumai ‘Sarang’ Transaksi Narkoba, Polisi Cokok Satu Pengedar 

    Parkiran PT Inti Benua Perkasatama Dumai ‘Sarang’ Transaksi Narkoba, Polisi Cokok Satu Pengedar 

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    DUMAI, detak24com – Polisi menangkap seorang pengedar sabu di parkiran PT Inti Benua Perkasatama, Lubukgaung, Dumai. Bersama tersangka, diamankan sabu sekitar 3,14 gram. Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil menangkap seorang pengedar beserta barang bukti sabu sekitar 3,14 gram. Informasi dirangkum […]

  • UPDATE GEMPA CIANJUR : 323 Tewas, 9 Masih Hilang

    UPDATE GEMPA CIANJUR : 323 Tewas, 9 Masih Hilang

    • calendar_month Senin, 28 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Hingga  Hari kedelapan pascagempa M 5,6 Cianjur, Jabar, tercatat jumlah korban tewas mencapai 323 jiwa. Sementara itu, korban hilang masih sembilan orang. “Iya, perkembangan hari ini, tim Basarnas telah menemukan dua korban yang tertimbun tanah di Desa Cijedil. Jadi, korban meninggal dunia sebanyak 323 jiwa,” kata Bupati Cianjur Herman Suherman kepada awak […]

  • DUA Rest Area Tol Pekanbaru-Bangkinang Dioperasikan saat Mudik Lebaran 2023

    DUA Rest Area Tol Pekanbaru-Bangkinang Dioperasikan saat Mudik Lebaran 2023

    • calendar_month Jumat, 14 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Memperlancar arus mudik dan balik Lebaran tahun 2023, layanan ruas tol Pekanbaru – Dumai (Permai) maupun ruas Pekanbaru – Bangkinang, Provinsi Riau ditingkatkan. Branch Manager Tol Permai dan Pekanbaru – Bangkinang, Jarot Seno Wibawa mengatakan, untuk ruas Pekanbaru – Bangkinang akan mengoperasikan rest area sementara di dua sisi. “Rest area sementara jalan […]

  • WALAU Ganjar Pranowo Capres PDIP, Jokowi Mania Tetap Dukung Prabowo

    WALAU Ganjar Pranowo Capres PDIP, Jokowi Mania Tetap Dukung Prabowo

    • calendar_month Sabtu, 22 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    Jakarta, detak24com – Relawan pendukung Presiden Joko Widodo tampaknya mulai terpecah. Pasca pengumuman Ganjar Pranowo capres PDI Perjuangan tidak serta merta membuat para relawan merapatkan barisan. Relawan Jokowi Mania (Joman) salah satu yang enggan kembali menyatakan dukungan kepada Ganjar Pranowo capres PDIP, meski sebelumnya sempat membuat Relawan GP Mania. Relawan ini kemudian dibubarkan karena Ganjar […]

  • Sekretaris PMII Riau Dikeroyok OTK, ISNU Pekanbaru Minta Kapolda Tangkap Seluruh Pelaku!

    Sekretaris PMII Riau Dikeroyok OTK, ISNU Pekanbaru Minta Kapolda Tangkap Seluruh Pelaku!

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Ketua ISNU Pekanbaru Parluhutan Siregar SH MHum, mengecam keras dugaan aksi brutal berupa pemukulan dan pengeroyokan yang dialami Sekretaris PMII Riau, Sahabat Supriadi. Kejadian naas dialami Sekretaris PMII Riau tersebut pada pada Ahad, 5 Juli 2026 petang di Warkop Sampuran, Jalan Bangau Sakti, yang juga merupakan tempat usaha milik korban. Berdasarkan informasi […]

expand_less