Banjir Bandang dan Longsor Terjang Tanah Datar, 5 Rumah dan Jembatan Hanyut
Warga mengungsi akibat banjir bandang di Tanah Datar. f : ist
TANAH DATAR, detak24com – Banjir dan tanah longsor melanda tiga kecamatan di Kabupaten Tanah Datar. Yakni, Tanjung Emas, Padang Ganting, dan Lintau Buo. Bencana tersebut menyebabkan lima rumah hanyut, sejumlah jembatan putus, serta ratusan hektare lahan persawahan rusak.
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo. Luapan Sungai Batang Tampo yang berhulu di Gunung Sago memicu banjir besar yang menerjang permukiman warga dan infrastruktur.
Bupati Tanah Datar Eka Putra, mengatakan bahwa berdasarkan laporan pemerintah kenagarian, banjir mengakibatkan 67 rumah mengalami kerusakan, lima rumah hanyut, dan lima jembatan terputus akibat derasnya arus sungai.
“Saat ini saya berada di lokasi terdampak banjir di Nagari Taluak. Berdasarkan laporan wali nagari, banjir mengakibatkan 67 rumah rusak, lima rumah dan lima jembatan hanyut, serta merusak lebih dari seratus hektare sawah masyarakat,” ujar bupati saat meninjau lokasi terdampak, Rabu (13/05/26) malam.
Ia memastikan kondisi warga yang mengungsi dalam keadaan aman dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Kami memastikan warga yang mengungsi dalam kondisi aman, terutama kebutuhan kesehatan dan makanan harus terjamin,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, lanjut Eka Putra, telah mendistribusikan bantuan darurat berupa bahan makanan mentah kepada masyarakat terdampak banjir.
“Kami sudah menyalurkan bahan makanan mentah. Selanjutnya, wali nagari bersama masyarakat menyiapkan kebutuhan pengungsi di lapangan,” ujarnya.
Selain fokus pada penanganan darurat, pemerintah daerah juga akan segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana tersebut.
Menurutnya, banjir besar seperti ini baru pertama kali terjadi selama ia menjabat sebagai kepala daerah. Bupati menduga meluapnya Sungai Batang Tampo dipicu tingginya curah hujan di kawasan hulu Gunung Sago.
“Bencana banjir seperti ini baru pertama kali terjadi selama saya menjabat sebagai bupati. Sungai Batang Tampo meluap akibat curah hujan tinggi, sementara hulunya berada di Gunung Sago. Nanti akan kami cek hingga ke bagian hulu untuk melihat kondisi sebenarnya. Namun saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan warga terdampak,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Nagari Taluak Pendi Aswil, menyebut bahwa putusnya lima jembatan membuat sejumlah warga sempat terisolasi.
Ia menjelaskan, warga yang rumahnya hanyut untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat masing-masing. Pemerintah nagari juga telah menyiapkan Kantor Wali Nagari Taluak sebagai lokasi pengungsian darurat apabila kondisi memburuk.
“Kami siaga 24 jam memantau kondisi di lapangan. Jika situasi memburuk dan warga membutuhkan tempat pengungsian, seluruh fasilitas sudah kami siapkan,” imbuhnya. (dtc)
Editor : Kar
