Heboh Temuan Dua Mayat di Selatpanjang, Satu Tergantung Seorang dalam Kolam Pegang Bor
Temuan mayat di Selatpanjang. f : ist
SELATPANJANG, detak24com – Warga Kota Selatpanjang heboh atas penemuan dua mayat dalam selang waktu tak berapa lama.
Dalam waktu kurang 6 jam, ditemukan 2 mayat di lokasi berbeda.
Penemuan mayat pertama berlokasi di salah satu rumah Jalan Ismail Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebing Tinggi. Korban diketahui bernama Warsono (52).
Mayat Warsono pertama kali ditemukan istrinya, Wiji Wijayanti sekitar pukul 06.00 WIB. Lelaki berusia lebih setengah abad itu ditemukan tergantung di kamar mandi.
Melihat suaminya sudah tergantung dengan seutas tali, Wiji langsung memberitahukan kepada Sunaryo yang merupakan tetangga depan rumah.
Kemudian, sekira pukul 06.30 WIB pagi, anggota Polsek Tebing Tinggi bersama lersonil identifikasi Polres Kepulauan Meranti mendatangi TKP dan melakukan evakuasi terhadap mayat tersebut. Kemudian dibawa ke RSUD Meranti guna dilakukan pemeriksaan luar (visum).
“Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia serta tergantung menggunakan tali berwarna putih berukuran lebih kurang 130 cm di kamar mandi. Terhadap Korban dilakukan visum et repertum luar,” ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa melalui Kapolsek Tebingtinggi, Iptu Daniel Bakara.
Belum sampai 6 jam pasca penemuan mayat tergantung, lagi-lagi ada kabar mayat yang lainnya.
Kali ini, mayat ditemukan di salah satu rumah Jalan Pembangunan I Selatpanjang Kota. Penemuan mayat kedua hari Sabtu (30/08/25) sekitar pukul 11.30 WIB siang.
Menurut Iptu Bakara, mayat kedua yang ditemukan di lokasi taman hidroponik diduga tersetrum listrik. Sebab, lelaki itu disebut sebagai pekerja, dekat korban ada bor yang masih tersambung kabel listrik.
“Hasil analisa kita, almarhum diduga kesetrum saat sedang bekerja. Pagi tadi ada warga melihat dia mengarah ke sana (taman hidroponik). Dia ditemukan dalam kolam, di tangannya ada bor listrik,” ungkapnya.
Pasca penemuan itu, mayat dalam kolam di taman hidroponik ini langsung di bawa ke RSUD Kepulauan Meranti untuk dilakukan visum, dikutip dari cakaplah. (Red)
Editor : Kar
