Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Pembiaran Pidana Terstruktur

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Pembiaran Pidana Terstruktur

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 31 Jan 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, detak24.com — Keberadaan kerangkeng di rumah pribadi Bupati Langkat dinilai sebagai pembiaran tindak pidana terstruktur. Pasalnya, semua elemen masyarakat mengetahuinya. Ditambah lagi sudah 10 tahun beroperasi dan sering dikunjungi oleh para petinggi.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu mengatakan ada indikasi pembiaran terstruktur yang dilakukan beberapa pihak, termasuk dari elemen pejabat pemerintahan terhadap kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin-angin.
Berdasarkan temuan dari tim LPSK yang diterjunkan untuk menyelidiki langsung terhadap para saksi soal kerangkeng manusia itu, ada polisi yang menyarankan warga untuk merehabilitasi anggota keluarganya yang merupakan pencandu narkoba.

“Ada pembiaran terstruktur. Tadi disinggung oleh narasumber [saksi] bahwa ada polisi rekomendasikan kepada keluarganya agar anak itu direhab saja di tempatnya Bupati. Ini rumah tahanan itu setidaknya sudah berlangsung selama 10 tahun,” kata Edwin dalam konferensi persnya, Senin (31/1).

Tak hanya itu, Edwin menyinggung terdapat video yang diunggah istri Bupati Langkat ke sosial media pribadinya. Di video itu, kata dia, tampak Dinas Komunikasi dan Informatika setempat juga sempat mengunjungi dan melihat kerangkeng manusia tersebut.

“Jadi Kepala Dinas tahu. Setidaknya Bupati juga didampingi ajudan yang [berlatarbelakang] polisi pasti tahu. Tapi jadi pertanyaan Bupati ini bukan orang biasa, dan bukan sekadar pengusaha, dia tak sekadar anggota ormas. Tapi dia juga pejabat membuat produk hukum,” kata dia.

Edwin mengaku heran seorang Bupati bisa melakukan tindakan yang diduga melawan hukum. Ia meyakini bahwa Terbit pasti mengetahui bahwa kerangkeng manusia di rumahnya itu ilegal karena memiliki pengetahuan soal hukum.

“Tapi kenapa dia membuat tempat yang katanya itu pembinaan tapi ilegal? Dia pasti tahu hukum. Selama 10 tahun mempertahankan tempat ini,” kata dia.

Selain itu, Edwin juga menemukan bahwa kerangkeng itu tidak ditemukan proses rehabilitasi bagi orang yang ada di dalamnya. Padahal, awalnya tempat tersebut diklaim untuk proses rehabilitasi.

“Ketika kami tanyakan, aktivitas nya apa kalian. Ya nggak ada natural aja katanya, alami saja. Nggak ada schedule, tidak ada modul, suka-suka yang menjadi pembina pengelola,” ucap Edwin.

Edwin juga mengatakan penghuni penjara ilegal itu tidak semuanya pecandu narkoba. Ia mengatakan penghuni tempat tersebut sebagian besar memang penyandang masalah sosial.

Ia juga memastikan tidak semua penghuni berasal dari Kabupaten Langkat. Namun banyak pula yang berasal dari luar Langkat.

“Ada pecandu narkotika, tukang judi, problem rumah tangga, ada yang tukang mabuk, ada yang penculik,” ucapnya.

Tak hanya itu, Edwin menduga ada pungutan uang di kerangkeng manusia tersebut. LPSK menemukan ada kertas bertuliskan keterangan pembayaran dengan nominal tertentu.

Bahkan, Edwin juga menemukan temuan surat yang bertuliskan adanya kereng atau kerangkeng ketiga. Artinya, Ia menduga ada kerangkeng lain yang posisinya buka terletak di rumah itu namun belum diketahui keberadaannya hingga saat ini.

“Kami masih bertanya-tanya. Ada dua ruangan kereng satu dan dua, kereng itu sel. Tapi temuan kami juga ada kereng tiga. Ini yang jadi pertanyaan bagi kami. Kereng tiga ini di mana, masih beroperasi atau nggak, jangan-jangan masih ada orang yang ditahan atau nggak,” ucap dia.

Edwin juga membeberkan ada orang yang ditahan di tempat tersebut hingga empat tahun lamanya. Hal itu terungkap ketika LPSK bertemu dengan salah satu korban yang sudah bebas dari rumah tahanan tersebut.

Bahkan, Ia menemukan ada surat pernyataan dari pihak keluarga tidak akan menuntut bila sakit atau meninggal dalam menjalani masa ‘rehabilitasi’ tersebut.

“Apabila terjadi hal terhadap anak selama masa pembinaan, sakit atau meninggal. Maka pihak keluarga tidak akan menuntut kepada pembina,” kata dia.(cnn)

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • INNALILAHI, Pak Ogah Meninggal di Usia 74 Tahun

    INNALILAHI, Pak Ogah Meninggal di Usia 74 Tahun

    • calendar_month Rabu, 28 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 9Komentar

    INNALILAHI wa Innana ilaihi Raji’un  Kabar duka menimpa dunia seleb Tanah Air. Abdwwwul Hamid atau akrab disapa dengan Pak Ogah meninggal dunia, Rabu (28/12/22) malam ini. Kabar meninggalnya  Pak Ogah Si Unyil itu disampaikan melalui pesan berantai. Sehingga, sekejap saja menjadi berita viral dan trending di berbagai media sosial. “BERITA DUKA CITA InnaIllahi Wa Inna Illaihi Raajiuun…. Kami […]

  • JAMBRET Rambut Panjang Ini hanya Bernyali pada Emak – emak, Dibekuk Polsek Pinggir

    JAMBRET Rambut Panjang Ini hanya Bernyali pada Emak – emak, Dibekuk Polsek Pinggir

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    PNGGIR, detak24.com – Tim Opsnal Polsek Pinggir membekuk pria berinisial RS (24) pelaku penjambretan emak – emak di Km 02 Pinggir, Bengkalis. Saat ditangkap, pria berambut panjang itu dibuat tak berkutik.       Perihal penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Pinggir Kompol Ade Zaldi, melalui Panit I Reskrim IPDA Harpen Surya Darma, dikutip Selasa (07/02/23). […]

  • Dianggap Sepele, Tarif Parkir Sumbang Inflasi di Pekanbaru 

    Dianggap Sepele, Tarif Parkir Sumbang Inflasi di Pekanbaru 

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Tarif parkir di Pekanbaru tak bisa dianggap sebagai persoalan sepele, meski yang terlihat hanya perkara uang receh Rp 1.000 atau dua ribu. Bahkan, Gubernur Riau, Abdul Wahid mengungkapkan, persoalan tarif parkir menjadi salah satu faktor pemicu inflasi di Pekanbaru. “Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Pekanbaru, kenaikan parkir memicu inflasi Year to […]

  • Pabrik Wilmar Tutup,  Petani Kesulitan Jual Sawit

    Pabrik Wilmar Tutup,  Petani Kesulitan Jual Sawit

    • calendar_month Sabtu, 14 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 24Komentar

    Jakarta, detak24. com – Pasca larangan ekspor CPO dan turunannya, sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) tutup. Termasuk tiga pabrik milik Wilmar Group yang beroperasi di Kuantan Singingi, Riau. Akibatnya, petani kesulitan menjual TBS dan harganya pun anjlok. Dikutip Sabtu (14/05/22),  hrga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit jatuh usai pemerintah melarang ekspor minyak kelapa sawit (CPO) […]

  • MOBIL Pengepok BBM Subsidi Meledak di SPBU, Supir Ditangkap

    MOBIL Pengepok BBM Subsidi Meledak di SPBU, Supir Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MUARAENIM, detak24com  – Satu unit mobil pengepok BBM subsidi meledak di SPBU Muara Enim, Sumsel. Supirnya sempat kabur namun berhasil ditangkap. Seorang pemain BBM subsidi jenis Pertalite berinisial A, di Muara Enim, Sumatera Selatan diringkus dan ditetapkan tersangka usai mobilnya meledak di SPBU. Dari peristiwa itu, ternyata A memodifikasi mobilnya untuk mengangkut BBM subsidi jenis […]

  • Dua tersangka judi togel ditangkap aparat Polsek Dumai Timur. F : HMPPOL

    Jurtul dan Pembeli Togel Keno Sikat Polisi, TKP Bumiayu Dumai!

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    DUMAI, detak24.com – Tim Opsnal Polsek Dumai Timur jajaran Polres Dumai menangkap dua tersangka tindak pidana perjudian di sebuah warung, Kelurahan Bumiayu, Rabu (17/08/22). “Dua pelaku judi togel yang berhasil diamankan yakni RK (46) dan IH (46) warga Kelurahan Bumi Ayu Kecamatan Dumai Selatan,” jelas Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto melalui Kapolsek Dumai Timur AKP […]

expand_less