Puluhan KK di Pelalawan Mengungsi Dampak Banjir Bukaan Pintu Waduk PLTA Koto Panjang
PELALAWAN, detak24com – Puluhan KK di Kabupaten Pelalawan terpaksa mengungsi pasca banjir dampak bukaan pintu waduk PLTA Koto Panjang.
Hingga kini, banjir luapan Sungai Kampar dampak dari pembukaan pintu waduk PLTA 1 Maret 2025 jalan Lintas Timur Desa Kemang KM 83 kedalamannya capai 42 centimeter.
Kepala BPBD Pelalawan, Zulfan bahwa debit air di KM 83 mengalami kenaikan 4 Cm dari hari sebelumnya. Masih bisa dilewati kendaraan roda empat, namun motor disarankan tidak melintas.
“Hasil pengukuran di titik Ponton Langgam, diketahui level air Sungai Kampar di angka 3,90 M. Sedangkan elevasi waduk PLTA Koto Panjang di angka 82,29 MDPL. Turun 0,18 MDPL dari hari sebelumnya. Kemudian, inflow waduk PLTA Koto Panjang 588,15 m3/dtk, dan outflow 588.15 m3/dtk,” ujarnya, Ahad (09/03/25).
Dampak dari banjir luapan Sungai Kampar ini mengakibatkan beberapa ruas jalan tergenang banjir dan sebagian tidak bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat.
Seperti halnya di jalan lintas timur KM 83 ketinggian air mencapai 42 Cm, artinya mengalami kenaikan sekitar 12 cm dari hari sebelumnya. Kendaraan yang bisa melintasi adalah roda Empat, sedangkan untuk Roda dua sudah tidak disarankan.
Kemudian Jalan Pemda Kelurahan Pelalawan dan menuju Kelurahan Langgam. Sampai hari ini kedua ruas jalan tersebut belum bisa dilalui kendaraan. Debit air di kedua lokasi tersebut juga mengalami kenaikan dari hari sebelumnya.
“Selain akses jalan, pemukiman warga juga terdampak di Kilometer 8 Kerinci Barat. Saat ini terdapat 30 KK berada di tenda pengungsian di KM 8 Koridor RAPP. Sedangkan warga Desa Rantau Baru yang mengungsi ada sebanyak 12 KK, tenda lengungsiannya di Kilometer 9 Koridor RAPP,” pungkasnya. (red)
Editor : kar
