BANJIR INHIL, Perkebunan dan Rumah Warga Terendam – APMK Demo Bupati Wardan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 14 Nov 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INHIL, detak24.com – Elemen yang tergabung dalam Aiansi Pemuda dan Masyarakat Keritang (APMK) menyampaikan 3 tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.
Adapun tiga tuntutan yang disampaikan aliansi ini yakni Normalisasi Parit dan Sungai Reteh, Pembuatan Tanggul dan Perbaikan Jalan.
Disebutkan, adapun yang melandasi tuntutan ini karena selama ini kalau musim hujan dan air pasang lahan perkebunan masyarakat Desa Kuala Keritang dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Keritang selalu terendam banjir.
Dalam rilisnya yang diterima redaksi, banjir yang melanda Desa Kuala Keritang dan sekitarnya diakibatkan oleh jebolnya tanggul dan meluapnya aliran Sungai Keritang akibat pasang serta dangkal dan sempitnya Sungai Keritang sehingga tidak mampu menampung debit air hujan maupun pasang.
Hampir sebanyak 470 kepala keluarga dan kurang lebih 1.620 hektar lahan perkebunan masyarakat yang terbagi menjadi 7 Parit yaitu, Parit Beringin Besar, Parit Beringin Kecil, Parit Lumbuk Baru, Parit Mutiara, Parit Rahmat, Parit Haji Mameng dan Parit Usaha Bone terendam banjir yang mengakibatkan kerusakan dan penurunan hasil perkebunan masyarakat.
Banjir yang melanda Desa Kuala Keritang dan beberapa desa tetangga tidak hanya mengakibatkan perkebunan masyarakat rusak, namun juga berimbas pada terhambatnya akses ekonomi masyarakat, menurunnya perekonomian masyarakat, terhentinya proses belajar mengajar, timbulnya berbagai penyakit, dan terkendalanya akses anak-anak ke sekolah dari Hulu ke Kotabaru.
Dengan berbagai dampak yang terjadi akibat banjir tersebut, pemerintah seakan menutup mata dalam menanggulangi bencana ini, masyarakat dibiarkan hidup di tengah-tengah genangan air dan kehilangan mata pencahariannya. Beberapa masyarakat di Parit Lumbuk Baru, sudah mulai ada yang pindah akibat tidak mampu untuk bertahan.
Faktanya, akibat banjir yang melanda kawasan perkebunan masyarakat ini, sehingga masyarakat tidak dapat menggarap di lahan perkebunan mereka yang tergenang banjir tersebut, sehingga harus mencari pekerjaan lain.
Pekerjaan masyarakat dengan didominasi perkebunan telah hancur, ini bukan lagi persoalan kehilangan atas pekerjaan, tetapi akan menuju kehilangan kehidupan, karena tanah ataupun lahan adalah sumber kehidupan itu sendiri bagi masyarakat. Maka sudah menjadi suatu keharusan masyarakat menuntut dengan waktu sesingkat-singkatnya untuk pemerintah melaksanakan beberapa tuntutan masyarakat sebagai solusi dari banjir ini.
Untuk itu, pada hari ini APMK menyampaikan aspirasi mereka secara damai di depan Kantor Camat Keritang, Senin (14/11/2022). Mereka mengharapkan aspirasi ini dapat ditindaklanjuti dengan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Camat Keritang Muhammad Daud mengungkapkan, pihaknya sudah mendengarkan dan menampung seluruh aspirasi dari aliansi ini.
“Kami sudah terima kedatangan mereka tadi, sudah kami jelaskan bahwa terkait pekerjaan normalisasi Parit dan Sungai Reteh itu sudah berjalan dan masalah tanggul yang jebol akan dibahas dengan pihak terkait untuk memperbaikinya, karena banjir yang merendam kawasan perkebunan ini akibat jebolnya tanggul tersebut,” imbuhnya.
Selain itu pihak BPBD dan instansi terkait lainnya telah melakukan survey serta inventarisir terhadap apa saja yang dibutuhkan segera terhadap dampak banjir ini.***
Sumber : riaulink.com
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











