Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kesehatan » VAKSIN Covid-19 Rusak Darah dan Otak hingga Kematian, Ini Pernyataan Kemkes!

VAKSIN Covid-19 Rusak Darah dan Otak hingga Kematian, Ini Pernyataan Kemkes!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DETAK24COM – Vaksin Covid-19 merek AstraZeneca menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan hingga kematian. Namun, Kemkes RI menampik hal tersebut.

Dilansir dari BBC, produsen vaksin virus Covid-19, AstraZeneca, untuk pertama kalinya mengakui bahwa vaksin diproduksi secara umum dapat menyebabkan efek samping yang sangat langka. Meski demikian, efek samping vaksin AstraZeneca ini berbahaya karena bisa menyebabkan kematian.

Efek samping vaksin AstraZeneca terkuak dalam dokumen yang diserahkan perusahaan itu ke pengadilan tinggi Inggris. Pengadilan menyidangkan gugatan class action atas efek samping vaksin AstraZeneca.

Dalam dokumen itu, AstraZeneca menyebut bahwa vaksin Covid-19 merek AstraZeneca dapat menyebabkan TTS dalam kasus yang langka”. TTS adalah singkatan dari Thrombosis with Thrombocytopenia Syndrome, yang juga disebut sebagai VITT (Vaccine Immune Thrombosis with Thrombocytopenia) yang terjadi setelah vaksinasi.

TTS/VITT adalah sindrom langka yang ditandai dengan terjadinya trombosis (pembekuan darah) dan trombositopenia (jumlah trombosit rendah). Orang yang mengalami TTS/VITT berpotensi mengalami stroke, kerusakan otak, serangan jantung, emboli paru, dan amputasi.

Pembekuan darah juga dapat terjadi pada orang-orang yang tidak divaksinasi. Akan tetapi, sindrom langka TTS/VITT hanya terjadi pada trombosit setelah vaksinasi.

Penjelasan Resmi Kemkes RI

Dilansir dari website resmi Kemkes RI, Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI) Prof Hinky Hindra Irawan Satari mengatakan, tidak ada kejadian sindrom trombosis dengan trombositopenia atau TTS setelah pemakaian vaksin COVID-19 AstraZeneca di Indonesia.

Hal ini berdasarkan surveilans aktif dan pasif yang sampai saat ini masih dilakukan oleh Komnas KIPI.

“Keamanan dan manfaat sebuah vaksin sudah melalui berbagai tahapan uji klinis, mulai uji klinis tahap 1, 2, 3 dan 4 termasuk vaksin COVID-19 yang melibatkan jutaan orang, sampai dikeluarkannya izin edar. Dan pemantauan terhadap keamanan vaksin masih terus dilakukan setelah vaksin beredar,” kata Prof Hinky.

Sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), Komnas KIPI bersama Kemenkes dan BPOM melakukan surveilans aktif terhadap berbagai macam gejala atau penyakit yang dicurigai ada keterkaitan dengan vaksin COVID-19 termasuk TTS. Survei dilakukan di 14 rumah sakit di 7 provinsi yang memenuhi kriteria selama lebih dari satu tahun.

“Selama setahun, bahkan lebih, kami amati dari Maret 2021 sampai Juli 2022. Kami lanjutkan lebih dari setahun karena tidak ada gejalanya, jadi kami lanjutkan beberapa bulan untuk juga supaya memenuhi kebutuhan jumlah sampel yang dibutuhkan untuk menyatakan ada atau tidak ada keterkaitan. Sampai kami perpanjang juga tidak ada TTS pada AstraZeneca,” jelas Prof Hinky.

“Jadi, kami melaporkan pada waktu itu tidak ada kasus TTS terkait vaksin COVID-19,” lanjut Prof Hinky.

Indonesia merupakan negara dengan peringkat keempat terbesar di dunia yang melakukan vaksinasi COVID-19. Sebanyak 453 juta dosis vaksin telah disuntikkan ke masyarakat Indonesia, dan 70 juta dosis di antaranya adalah vaksin AstraZeneca.

Setelah surveilans aktif selesai, Komnas KIPI tetap melakukan surveilans pasif hingga hari ini. Berdasarkan laporan yang masuk, tidak ditemukan laporan kasus TTS.

TTS adalah penyakit yang menyebabkan penderita mengalami pembekuan darah serta trombosit darah yang rendah. Kasusnya sangat jarang terjadi di masyarakat, tapi bisa menyebabkan gejala yang serius.

“Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) bila ditemukan penyakit atau gejala antara 4 sampai 42 hari setelah vaksin disuntikkan. Kalaupun saat ini ditemukan kasus TTS di Indonesia, ya pasti bukan karena vaksin Covid-19 karena sudah lewat rentang waktu kejadiannya,” jelas Prof Hinky.

“Namanya trombosit pembuluh darah membeku. Kalau terjadi di otak muncul gejala pusing, di saluran cerna mual, di kaki pegel. Kalau jumlah trombositnya menurun, ada perdarahan, biru biru di tempat suntikan, ya, itu terjadi, tapi 4-42 hari setelah vaksin. Kalau sekarang terjadi, ya, kemungkinan besar terjadi karena penyebab lain, bukan karena vaksin,” kata Prof Hinky.

Masyarakat juga masih bisa melaporkan kejadian ikutan pasca-imunisasi atau KIPI kepada Komnas KIPI melalui puskesmas terdekat. “Puskesmas sudah terlatih, akan dilakukan investigasi, anamnesis, dan rujukan ke RS untuk akhirnya dikaji Pokja KIPI dan dikeluarkan rekomendasi berdasarkan bukti yang ada,” jelasnya.

Itulah penjelasan resmi Kemkes RI terkait efek samping vaksin AstraZeneca. Hubungi puskesmas terdekat jika Anda mengalai efek samping vaksin Covid-19. (*)

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Beruntun di Bandar Seikijang, Putri Kepala Desa Tewas Seketika 

    Kecelakaan Beruntun di Bandar Seikijang, Putri Kepala Desa Tewas Seketika 

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Kecelakaan beruntun melibatkan tiga kendaraan di Jalan Lintas Timur,, Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, merenggut nyawa anak kepala desa, Sabtu (28/09/24). Kecelakaan tepatnya terjadi di KM 53+900, Desa Kiyab Jaya. Melibatkan sebuah truk Fuso, Daihatsu Terios, dan Honda Brio, yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Menurut informasi, […]

  • CUACA Malam Jumat, Potensi Hujan hingga Pagi di Sebagian Wilayah Riau

    CUACA Malam Jumat, Potensi Hujan hingga Pagi di Sebagian Wilayah Riau

    • calendar_month Kamis, 9 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Hujan  intensitas ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi di sebagian wilayah Riau, Kamis (09/03/23) malam atau malam Jumat. Menurut Forecaster on Duty BMKG stasiun Pekanbaru Sanya Gautami mengatakan hujan sudah mengguyur Riau sejak pagi hari dan akan kembali mengguyur Riau pada sore hingga dan malam Jumat hingga dini hari. […]

  • SAAT Docking, KLM Sinar Bahagia Ludes Terbakar di Alahair Laut Meranti

    SAAT Docking, KLM Sinar Bahagia Ludes Terbakar di Alahair Laut Meranti

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MERANTI, detak24com – Nahkoda dan ABK KLM Sinar Bahagia, selamat dari kebakaran saat docking di Jalan Belibis Alahair Laut, Kepulauan Meranti, Rabu (12/06/24) dinihari. KLM Sinar Bahagia terbakar saat bersandar di lokasi Docking Kapal Alu, sekitar pukul 02.30 WIB. Mereka yang selamat, Subirin (55) selaku Kapten, Yulianto (51) selaku officer dan ABK yakni KKM Yulianto […]

  • Putin Bakal Investasi Besar-besaran di Indonesia, Gagas Perdagangan Bebas

    Putin Bakal Investasi Besar-besaran di Indonesia, Gagas Perdagangan Bebas

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    Moskow, detak24.com – Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan niat untuk investasi di ibukota baru (IKN) Indonesia.Terutama di sektor pengembangan infrastruktur transportasi dan logistik.       Menurut Putin, perusahaan jasa pelayanan kereta penumpang dan barang Russian Railways bisa mengambil bagian dalam pemindahan ibukota baru Indonesia di Kalimantan Timur.       “Moskow, ibukota Rusia, yang telah berkembang dengan sangat baik […]

  • Tol Padang-Sicincin dan Banda Aceh-Sigli Kelar Tahun Ini

    Tol Padang-Sicincin dan Banda Aceh-Sigli Kelar Tahun Ini

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – PT Hutama Karya memastikan tol Padang-Sicincin dan Banda Aceh-Sigli beroperasi tahun 2024 ini. Kedua ruas tol tersebut bagian JTTS (Jalan Tol Trans Sumatra). Dalam hal ini jalan tol ruas Padang-Sicincin (36 km) di Provinsi Sumatra Barat dan Tol Banda Aceh-Sigli Seksi I Padang Tidji – Seulimum (25 km) di Provinsi Aceh. Jika […]

  • Si Mata Sipit Pemilik 45 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Dituntut Mati 

    Si Mata Sipit Pemilik 45 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Dituntut Mati 

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHIL, detak24com – Pemilik sabu 45 kg dan ribuan butir ekstasi bernama Kartono alias Ahuat di Rohil dituntut hukuman mati.  PN Rohil menggelar sidang tindak pidana narkotika dengan terdakwa Kartono alias Ahuat digelar secara virtual, dalam agenda pembacaan tuntutan JPU, Rabu (30/04/25). Dalam sidang yang digelar secara virtual tersebut dipimpin hakim ketua majelis Nurmala Sinurat, […]

expand_less