Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peristiwa » RUSUH Rempang, Mahfud MD: Itu Bukan Penggusuran, Tapi Pengosongan Lahan!

RUSUH Rempang, Mahfud MD: Itu Bukan Penggusuran, Tapi Pengosongan Lahan!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 10 Sep 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan bahwa bentrokan yang terjadi antara aparat gabungan TNI-Polri dengan warga Pulau Rempang, Batam pada Kamis (7/9) bukan imbas dari upaya penggusuran. Melainkan pengosongan lahan oleh pemegang hak.

“Supaya dipahami kasus itu bukan kasus penggusuran, tetapi memang pengosongan karena memang secara hak itu akan digunakan oleh pemegang haknya,” ujar Mahfud saat ditemui di Hotel Royal Kuningan, Jakarta dikutip Ahad (10/09/23).

Mahfud menjelaskan bahwa pada 2001-2002, negara telah memberikan hak atas Pulau Rempang kepada sebuah entitas perusahaan berupa Hak Guna Usaha (HGU). Sebelum investor masuk, tanah tersebut rupanya belum digarap dan tak pernah dikunjungi. Kemudian, pada 2004 dan seterusnya menyusul dengan beberapa keputusan, tanah itu diberikan hak baru kepada orang lain untuk ditempati. Padahal, HGU telah dikeluarkan pada 2001-2002 secara sah.

Mahfud pun menyinggung soal kekeliruan yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Nah, ketika pada tahun 2022 investor akan masuk, yang pemegang hak itu datang ke sana, ternyata tanahnya sudah ditempati. Maka kemudian, diurut-urut, ternyata ada kekeliruan dari pemerintah setempat maupun pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian LHK. Nah, lalu diluruskan sesuai dengan aturan bahwa itu masih menjadi hak karena investor akan masuk,” kata Mahfud.

“Nah proses pengosongan tanah inilah yang sekarang menjadi sumber keributan. Bukan hak atas tanahnya, bukan hak guna usahanya,” sambung Mahfud.

Menurut Mahfud, kekeliruan yang dilakukan KLHK adalah mengeluarkan surat izin penggunaan oleh pihak lain yang tidak berhak. “Itu kalau enggak salah sampai lima atau enam keputusan gitu, dibatalkan semua, karena memang salah sesudah dilihat dasar hukumnya,” sebut Mahfud.

Mahfud menilai warga dan pihak pemegang hak perlu berdiskusi bersama mengenai sejumlah hal. “Tinggal sekarang kan perlu, mungkin uang kerahiman, bukan uang ganti rugi karena mereka memang tidak berhak. Udah kerahiman ini, dan bagaimana memindahkannya, dan ke mana. Mungkin itu yang perlu didiskusikan antara pemegang hak bersama investor dan rakyat setempat. Menurut saya itu lebih bagus,” terang dia.

Bentrokan antara aparat dan warga di Rempang Galang, Batam terjadi pada Kamis (7/9). Warga membuat barikade untuk menolak relokasi.bBentrokan tak dapat dihindari ketika polisi berusaha menerobos barikade warga. Aparat membawa water canon dan gas air mata untuk membubarkan massa. Sementara massa mencoba melawan dengan melempari aparat menggunakan batu.

Sebelum itu terjadi, Badan Pengusahaan (BP) Batam berencana melakukan pengukuran dan mematok lahan yang akan digunakan di Pulang Rempang dan Galang. Ribuan rumah warga yang terkena proyek strategis nasional itu rencananya bakal direlokasi ke sebuah lokasi di Sijantung.

Pemerintah akan membuatkan warga terdampak rumah permanen di lokasi yang baru. Kendati demikian, warga setempat keberatan atas rencana tersebut.

Sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan saat ini memang sedang dilakukan upaya pembebasan lahan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam menyusul rencana pengembangan Rempang Eco City. Akan tetapi, kata dia, masih ada sekelompok warga yang menolak rencana pengembangan dan tetap menguasai lahan itu.

Listyo menyebut berbagai upaya seperti musyawarah dengan warga setempat sudah dilaksanakan dengan warga. Selain itu, ia menyebut BP Batam juga telah menyiapkan relokasi dan ganti rugi terhadap lahan yang akan dilakukan pembebasan.

Ia menyebut hanya saja terdapat beberapa masyarakat yang tetap berusaha untuk mempertahankan lahan tempat tinggalnya. Kondisi itulah yang menurutnya memaksa kepolisian untuk bergerak dan melakukan penertiban.

Saat ini telah ada tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka terkait bentrok tersebut. Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba menyebut ketujuh orang itu dijadikan tersangka karena dianggap sebagai provokator saat terjadi bentrok warga dan aparat. (Cnnindonesia)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wear the colors of the pride flag like a street styler this Weekend

    Wear the colors of the pride flag like a street styler this Weekend

    • calendar_month Rabu, 1 Mei 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Odio ac neque fermentum morbi. Aenean lectus eu, arcu, turpis. In massa eget sagittis, aliquet maecenas ac. Sed leo interdum aenean cras gravida vitae vel blandit. Venenatis, magna feugiat rhoncus est. Tincidunt lectus felis ut semper lacus augue platea arcu. Sapien ante nisi, pellentesque magna aliquet imperdiet donec in […]

  • Barang Bawaan Pekerja Migran Tak Dipungut Bea Masuk, Ini Syaratnya!

    Barang Bawaan Pekerja Migran Tak Dipungut Bea Masuk, Ini Syaratnya!

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, mengajak masyarakat untuk mendaftar secara resmi jika hendak bekerja ke luar negeri. Karding menyebut langkah itu bertujuan agar pekerja migran mendapatkan perlindungan yang maksimal serta sejumlah fasilitas dari pemerintah. Salah satu keuntungan bagi pekerja migran yang terdaftar di Sistem Informasi Perlindungan Pekerja Migran […]

  • Christian Bale

    Christian Bale Tampil Seram di Thor: Love and Thunder

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    AKTING Christian Bale sebagai villain Gorr The God Butcher di Film Thor: Love and Thunder yang menyeramkan siap membuat penonton kagum.  Thor: Love and Thunder memberikan cerita komedi dan romantis yang terjadi pada Thor di luar angkasa.  Aktor Inggris Christian Bale memberi nuansa berbeda dengan akting seram dan horor. Namun, adegan ini yang memberi nilai plus film […]

  • BABINSA Purnama Kodim Dumai Sertu Mahyudin Komsos di Kebun Kangkung Milik Mona

    BABINSA Purnama Kodim Dumai Sertu Mahyudin Komsos di Kebun Kangkung Milik Mona

    • calendar_month Sabtu, 3 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 10Komentar

    DUMAI, detak24com – Babinsa Sertu Mahyudin Kelurahan Purnama Koramil 01/Dumai jajaran Kodim 0320 Dumai, selain melaksanakan pendampingan juga menjalin komunikasi sosial dengan petani sayuran di wilayah binaannya. Pendampingan karya nyata tanaman kangkung milik Mona di Jalan Rela Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat, Sabtu (03/06/23). Jenis sayuran kangkung ini sangat banyak diminati. Selain ibu rumah tangga […]

  • PENANGKAPAN Narkoba Terbaru : Polisi Bekuk Pengedar Bersenpi di Duri, Ini Daftar BB Diamankan!

    PENANGKAPAN Narkoba Terbaru : Polisi Bekuk Pengedar Bersenpi di Duri, Ini Daftar BB Diamankan!

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DURI, detak24com – Polisi membekuk dua pengedar bersenpi di wilayah Kota Duri dan sekitarnya, Rabu (15/05/24). Selain barang bukti perusak saraf jenis sabu, pil ekstasi dan ganja kering, petugas juga menyita dua pucuk senjata jenis airsoft gun. Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba Polres Bengkalis, Iptu Hasan Basri mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 09.00 […]

  • 250,000 Refugees Return to Gaza Following Hamas-Israel Ceasefire

    250,000 Refugees Return to Gaza Following Hamas-Israel Ceasefire

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    GAZA, detak24.com – Encouraging news has emerged from the Gaza Strip. Since the ceasefire between the Palestinian resistance movement, Hamas, and the Israeli military came into effect, tens of thousands of displaced residents have begun to return to their homes. Gaza civil defense spokesman Mahmoud Basal confirmed this impressive number on Friday (10/10/25). “Around 250,000 […]

expand_less