Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Ratusan Warga Desa Siabu Blokade Jalan Kabupaten, Sikapi Truk Lebihi Tonase

Ratusan Warga Desa Siabu Blokade Jalan Kabupaten, Sikapi Truk Lebihi Tonase

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAMPAR, detak24com – Ratusan warga Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kampar memblokade jalan kabupaten di Desa Siabu yang menghubungkan dengan Kelurahan Lipatkain, Kecamatan Kampar Kiri, Selasa (09/09/25).

Aksi warga dipicu oleh banyaknya kendaraan pengangkut minyak kelapa sawit (CPO), buah kelapa sawit yang melebihi tonase melewati ruas jalan tipe C ini.

Dari pantauan, akibat penutupan jalan ini, puluhan mobil truk tampak parkir di pinggir badan jalan karena tidak diizinkan lewat oleh masyarakat.

Aksi penutupan badan jalan ini telah berlangsung sejak Senin (08/09/25) petang usai audiensi Bupati Kampar dengan perwakilan masyarakat dengan PT Ciliandra Perkasa terkait sejumlah tuntutan masyarakat terhadap perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

Hingga Selasa (9/9/2025) sore, masyarakat masih bertahan di lokasi. Masyarakat tampak mendirikan tenda dan mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang melakukan aksi dan para sopir truk yang kendaraannya terjebak di lokasi tersebut.

Ketua Aliansi Masyarakat Siabu Peduli Lingkungan Indonesia, Riaynol kepada wartawan mengatakan, aksi ratusan masyarakat ini terjadi secara spontan tanpa ada dikoordinir. “Ini salah satu penyebab rasa tidak puasnya masyarakat terhadap hasil pertemuan tanggal 8 September kemarin,” cakap Riaynol, Selasa (9/9/2025).

Ia menambahkan, masa negosiasi masyarakat dengan perusahaan sudah berlangsung lama, namun masyarakat tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. “Seakan kesalahan itu hanya pada masyarakat. Tapi kesalahan perusahaan tidak tersentuh,” ulas Riaynol.

Ia mengungkapkan, jalan lintas Desa Salo menuju Lipatkain ini adalah tipe C dan tidak boleh dilewati kendaraan bertonase di atas 8 ton. Akibat banyaknya kendaraan truk besar yang melewati jalan ini, sejumlah titik kerusakan terjadi saat ini.

Kerusakan berupa jalan berlubang dan retak. Belum lagi seringnya ada tumpahan minyak CPO dan ukuran lebar jalan tidak cocok untuk truk-truk besar.

“Ini membahayakan masyarakat. Belum lagi lebar jalan sangat berpengaruh terhadap aktivitas jalan tersebut. Jadi, jangan masyarakat saja disadarkan tentang hukum,” tegasnya lagi.

Ia berharap pihak berwenang melakukan tindakan dan penertiban. “Kalau tak ditindak, mau tak mau masyarakat akan ambil kebijakan agar yang pihak yang berwenang ambil kebijakan,” tegas Riaynol.

Aksi ini sebagai bentuk edukasi kepada perusahaan dan pengguna jalan agar taat dengan aturan. “Aturan yang berlaku itu jangan hanya untuk masyarakat kecil, sementara perusahaan seenaknya saja dan dibolehkan,” bebernya.

Dia berjanji akan memberikan pengertian kepada masyarakat apabila pihak yang berwenang telah merespon tuntutan masyarakat. Salah satu solusi yang ia tawarkan kepada pihak yang berwenang adalah dengan melakukan pembangunan portal dan petugas guna memastikan kendaraan yang melewati ruas jalan ini tidak melebihi tonase.

Sementara itu, Kuasa Hukum Koperasi Koperasi Siabu Maju Bersama, Roy Irawan SH didampingi Yogi Ardian SH mengatakan komitmennya untuk mendampingi masyarakat agar dalam melakukan aksi tidak menimbulkan masalah baru dan tetap berpedoman kepada peraturan perundang-undangan dan aturan yang berlaku sampai aspirasi masyarakat didengar.

Ia berharap masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis dan kepada aparat penegak hukum segera bertindak dan jangan biarkan pelanggaran terjadi.

“Kalau ada mobil perusahaan yang melintas silakan mengikuti aturan yang berlaku. Mereka melakukan pengangkutan kan bisa pakai mobil kecil,” katanya.

Roy mencontohkan apa yang terjadi di Kabupaten Siak. Dimana Bupati Siak menegaskan bahwa mobil pengangkut CPO maupun buah kelapa sawit tidak boleh menggunakan mobil yang melebihi tonase jalan.

Roy juga menegaskan, sesuai Pasal 19 Ayat 2 Huruf C Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, untuk jenis jalan kelas III, muatan sumbu terberat hanya 8 ton.

Dari pantauan, di sela-sela aksi berlangsung, ratusan masyarakat mendapatkan pengawalan dari Polsek Bangkinang Barat, Camat Salo Sofiandi dan Kepala Desa Siabu Tarmo.

Camat Salo Sofiandi saat tiba di lokasi mengajak masyarakat agar segera membuka blokade jalan. Namun ketika berusaha menyampaikan sosialiasi hasil pertemuan Pemkab Kampar kepada massa, beberapa kali Sofiandi diteriaki massa, terutama kaum ibu.

Masyarakat tetap ngotot melakukan blokade jalan sampai tuntunan mereka dikabulkan. Sofiandi berharap agar masyarakat membuka blokade karena selain merugikan perusahaan, juga bisa merugikan masyarakat yang memiliki buah kelapa sawit dan ini bisa mengancam ekonomi masyarakat.

Camat Salo juga menyinggung soal tuntutan pemindahan kebun KKPA dari Desa Bandur Picak, Kecamatan Koto Kampar Hulu yang merupakan kebun yang dibangun oleh PT Ciliandra Perkasa sebagai kewajiban perusahaan yang menguasai hak guna usaha di Desa Siabu agar dipindahkan ke Siabu, Camat Salo Sofiandi meminta kepada masyarakat bersabar menunggu hasil kerja tim yang dibentuk oleh Bupati Kampar sesuai pertemuan di kantor Bupati Kampar, Senin (8/9/2025).

“Pengembalian kebun untuk masyarakat dari Bandur Picak ke sini butuh proses, tidak serta merta semudah membalikkan telapak tangan. Kasih kesempatan tim bekerja untuk penyelesaiannya. Tim bekerja seperti apa teknisnya. Tim bekerja bukan hanya sekedar satu OPD, tapi ada beberapa OPD, ada Forkopimda sampai yang pengurus koperasi dilibatkan,” terang mantan Camat Tapung ini.

Berkaitan tonase mobil yang dipersoalkan dalam aksi ini, Sofiandi menyebut bahwa persoalan tonase mobil ini menjadi ranah Dinas Perhubungan Kampar. Akan tetapi persoalan ini akan tetap disampaikan kepada Bupati.

Dalam kesempatan ini Sofiandi berupaya melakukan koordinasi dengan Asisten I Setda Kampar, T Said Hidayat dengan melakukan sambungan telepon.

Percakapan tersebut langsung diperdengarkan di hapadapan perwakilan aksi. Dalam percakapan tersebut Sofiandi meminta bahwa untuk segera mencari solusi terkait mobil angkut CPO PT Ciliandra.

“Mudahan Pak Said bisa langsung koordinasi dengan Kadishub Kampar, sehingga persoalan ini tuntas,” pungkasnya.

Sementara itu Humas PT Ciliandra, Asmadi ketika dikonfirmasi belum memberi jawaban. Pesan Whatsapp yang dikirim melalui kontak pribadi masih centang satu, dikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Riau Minta Bantuan Daerah Tetangga, Imbas BBM Naik

    Pemprov Riau Minta Bantuan Daerah Tetangga, Imbas BBM Naik

    • calendar_month Senin, 5 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    RIAU, detak24.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai ‘putar otak’ untuk mengantisipasi harga bahan pokok akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah pusat. Sebab dikhawatirkan, kenaikan BBM subsidi akan berdampak terhadap tingginya harga sembako di Riau, yang masih bergantung dengan provinsi tetangga. Dimana kenaikan sembako akan berimbas terhadap inflasi. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan […]

  • SADIS! Suami Mutilasi Istri di Ciamis, Potongan Tubuh Dibagi ke Tetangga

    SADIS! Suami Mutilasi Istri di Ciamis, Potongan Tubuh Dibagi ke Tetangga

    • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    CIAMIS, detak24com – Seorang perempuan bernama Yanti (44), menjadi korban mutilasi oleh suaminya yang berinisial TBD (50), di wilayah Rancah, Ciamis, Jabar. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Jules Abraham Abast mengatakan aksi pembunuhan tersebut terjadi pada Jumat (03/05) pagi sekira pukul 07.30 WIB pagi. Jules mengatakan pelaku juga langsung ditangkap oleh polisi dan warga […]

  • Polres Meranti ekspos perkara kepemilikan 4000 butir pil ekstasi. F : CAKAPLAH.COM

    Warga Meranti Riau Simpan 4000 Butir Pil Ekstasi

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    Meranti, detak24.com – Aparat kepolisian dii Kepulauan Meranti berhasil menangkap seorang warga asal Mengkopot, Riau berinisial ZZ (47). Dari rumah tersangka, ditemukan pil ekstasi sebanyak 4.000 butir. Tersangka ZZ ditangkap polisi di kediamannya, Desa Mengkopot Kecamatan Tasikputri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (9/8/2022). Sementara, BB berupa ribuan butir pil ekstasi ini telah dimusnahkan, Jumat (19/8/2022) […]

  • AMPR laporkan kasus korupsi Bapenda Pekanbaru. F : CAKAPLAH.COM

    AMPR Laporkan Korupsi di Bapenda Pekanbaru, Seret Oknum Dewan

    • calendar_month Rabu, 31 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Riau (AMPR) melaporkan dugaan korupsi yang terjadi di Bapenda Pekanbaru ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (31/8/2022). Ketua AMPR, Asmin Mahdi mengatakan, pihaknya datang ke gedung merah putih dengan membawa 4 dokumen bukti dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Zulhelmi Arifin selaku Kepala Bapenda Pekanbaru. Dokumen pertama […]

  • PEDULI Lingkungan, GenBI Komisariat UIN Suska Gelar ‘Mahoni’ di SDN 103 Pekanbaru

    PEDULI Lingkungan, GenBI Komisariat UIN Suska Gelar ‘Mahoni’ di SDN 103 Pekanbaru

    • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    Pekanbaru, detak24com – Upaya mendukung lingkungan dan pendidikan, GenBI Komisariat UIN Suska Riau Divisi Lingkungan Hidup menggelar kegiatan Menanam Pohon Bersama Genbi (Mahoni) di SDN 103 Pekanbaru, Sabtu (30/09/23). Kegiatan Mahoni ini sebagai bagian dari upaya mendukung lingkungan dan pendidikan di wilayah setempat. dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan memperkenalkan konsep keberlanjutan melalui aksi […]

  • Meletus Lagi, Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik 

    Meletus Lagi, Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik 

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TANAHDATAR, detak24com – Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumbar dilaporkan kembali meletus pada Rabu (22/01/25) malam. Erupsi terjadi pada pukul 19.29 WIB. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi melaporkan erupsi Gunung Marapi diiringi hujan abu vulkanik. “Benar, terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 19.29 WIB yang diiringi dengan hujan abu vulkanik,” kata […]

expand_less