DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Miris! Diusir Pemilik Tanah, Siswa SMA di Pulau Muda Pelalawan Ujian dalam Masjid 

Siswa SMA kelas jauh ujian di masjid Desa Pulau Muda, Pelalawan. f : ist

PELALAWAN, detak24com – Kondisi memprihatinkan terjadi dalam dunia pendidikan Riau. Salah satu kelas jauh SMA terpaksa ujian akhir sekolah (UAS) di masjid.

Kondisi ini terjadi di Kabupaten Pelalawan tepatnya di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti diusir pemilik tanah, Kamis (24/04/25), 

Kesedihan yang dirasakan oleh para generasi muda yang sedang menuntut ilmu, diterima pada saat melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Sehingga, siswa terpaksa ujian di masjid.

Kepala Desa Pulau Muda, Andika menyampaikan kepada media, kondisi memprihatinkan ini sampai hari ini belum ada ditinjau oleh Pemprov Riau atau Pemkab Pelalawan.

Pasalnya, saat semua SMA di Riau merasakan tenangnya belajar dalam menghadapi UAS, mereka terpaksa dipindahkan ke sebuah masjid yang ada didekat desa tersebut.

Hal ini bukan tanpa alasan, karena tidak adanya tempat atau ruang kelas yang memadai dan selama ini menumpang di salah-satu tanah milik warga setempat. Namun, saat ujian mereka diusir tanpa alasan yang jelas.

Ironisnya lagi, sampai saat ini belum ada ditinjau oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi, kabupaten maupun pihak terkait lainnya. Padahal pihak Desa Pulau Muda, telah melaporkan kejadian memilukan tersebut ke semua pihak, hingga Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid.

“Sejak kejadian murid SMA kelas jauh Pulau Muda diusir, kami dari Pemerintahan Desa sudah melaporkan ke berbagai pihak, namun sampai saat ini murid yang sedang ujian belum ada kepastian kemana arahnya sama sekali,” kata Kades Pulau Muda, Andika.

Kades menjelaskan, bahwa di Desa Pulau Muda banyak perusahaan raksasa yang berinvestasi dengan puluhan ribu karyawan. Kondisi ini pihaknya juga telah mencoba menyampaikan perihal SMA kelas jauh tersebut, namun sejauh ini tidak ada langkah kongkrit untuk mencari solusi bersama.

“Dengan ini kami berharap, agar pendidikan di daerah pelosok seperti desa kami bisa mendapatkan kesetaraan. Sebab anak-anak daerah sini juga menginginkan hak yang sama untuk menggapai cita-cita sebagai penerus bangsa,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan pengelola atau perpanjangan tangan Kepala SMA kelas jauh Pulau Muda, Ridwan. Ia juga berharap bisa mendapatkan bangunan sekolah ataupun ruangan kelas belajar yang memadai. Sebab, pihaknya juga telah mencari solusi dengan berbagai cara selama ini, namun belum membuahkan hasil yang signifikan.

“SMA kelas jauh ini sudah sebelas tahun ada disini pak. Sesuai aturan dan prosedur telah kami lakukan untuk mendapatkan perhatian terkait SMA kelas jauh ini, namun sejauh ini kami masih menunggu kapan akan direalisasikan. Tentu harapan kami bersama hal ini menjadi prioritas dan  perhatian serius, demi majunya pendidikan di daerah,” pungkasnya, dikutip detak24com dari haluanriau. (Red)

Editor : Kar