JEMBATAN Selat Akar Ambruk, Ribuan Warga Terisolasi, Akses Meranti-Bengkalis Putus
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 15 Agt 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MERANTI, detak24com – Jembatan Perawang di Desa Selat Akar, Kecamatan Tasik Putripuyu Kepulauan Meranti ambruk, Senin (14/08/23) malam sekira pukul 23:15 WIB.
Jembatan tersebut menjadi urat nadi warga menuju pusat kecamatan, dan pusat Kabupaten Kepulauan Meranti, hingga Kabupaten Bengkalis.
Dampak dari kejadian ini, aktifitas ribuan warga lumpuh total. Akses beberapa desa, seperti Tanjung Padang, Mekar Delima, Kudap, Putri Puyu, Kudap, Dedap dan Desa Bandul menuju kantor pusat kecamatan terputus. Sebaliknya, warga yang tersebar di beberapa desa seperti, Desa Mengkirau, Mengkopot, Tanjung Pisang, dan Selat Akar terisolir menuju kecamatan lain.
Parahnya, kejadian ini turut berdampak kepada masyarakat sejumlah kecamatan di Kepulauan Meranti menuju Kabupaten Bengkalis atau sebaliknya. Karena jembatan ini menjadi satu-satunya penghubung akses darat antar dua kabupaten tersebut.
Jembatan sepanjang 200 meter itu ambruk dan jatuh ke sungai diduga akibat tiang penahan konstruksi keropos dampak korosi termakan usia. Mirisnya kondisi jembatan dengan konstruksi truss bridge ini sudah diketahui sejak lama. Bahkan sudah dilakukan pengecekan oleh Dinas PUPR Riau.
Sehingga untuk menghindari kejadian ini, pihak desa juga sudah memberikan tanda atau rambu bahaya kepada pelintas, agar tidak melaju dengan kecepatan tinggi dan dilarang membawa beban dengan tonase tinggi.
Camat Tasik Putri Puyu, Zainal membenarkan hal tersebut. Beruntung, katanya, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Karena kejadian berlangsung larut malam. “Kejadiannya sekitar jam 11 malam. Atas kejadian tidak ada korban jiwa, karena saat itu kondisi jembatan sedang sepi,” ujarnya.
Dikatakannya, jembatan itu dibangun jauh sebelum Kepulauan Meranti dimekarkan sebagai kabupaten oleh Bengkalis pada 2007 silam. Sejak itu belum ada terpantau perawatan oleh pihak terkait. “Belum ada dilakukan pemeliharaan sejak dibangun dan saat ini jembatan tersebut menjadi wewenangnya PUPR Provinsi Riau,” ungkapnya.
Jembatan tersebut dilalui masyarakat menuju kecamatan lain, ke pusat kabupaten seperti Selatpanjang, bahkan ke kabupaten tetangga, seperti, Bengkalis. Saat ditanya apa upayanya untuk mengatasi agar warga tempatan bisa beraktivitas. Dia menjawab, langkah awal yang diambil pada hari ini sedang merapatkan barisan seluruh kepala desa
“Bagaimana cara mencari solusi agar anak sekolah bisa lewat, persoalan ekonomi sembari jalan. Selain itu, kita laporkan kejadian ini pada tingkat provinsi. Tadi malam juga secara lisan sudah saya lapor. Diharapkan pihak Provinsi secepat ambil sikap, karena jambatan itu merupakan urat nadi bagi kita bersama,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, M Arief Setiawan saat dikonfirmasi perihal tersebut membenarkan jika Jembatan Perawang di Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini ambruk.
“Jembatan itu ambruk karena pondasi tiang pancang dari baja berkarat karena kena air payau sehingga keropos dan patah,” kata Arief.
Arief mengatakan, sebelum jembatan itu ambruk, pihaknya pekan lalu telah menurunkan tim untuk melakukan survei kondisi jembatan tersebut.
“Setelah tim turun, sebetulnya sekarang kita sedang menyusun Detail Engineering Design
(DED) perbaikan jembatan, dan direncanakan perbaikan akan dilakukan paling lama tahun 2024. Namun sebelum jembatan diperbaiki sudah rubuh duluan,” sebutnya.
Atas kondisi itu, Arief menyatakan, Gubernur Riau telah menginstruksikan Dinas PUPR-PKPP Riau melalui UPT Jalan dan Jembatan untuk membuat dermaga penyeberangan sampai jembatan selesai diperbaiki.
“Pak Gubernur sudah memerintah kita untuk membuat dermaga penyeberangan agar arus barang dan orang di daerah itu tidak terputus. Hari ini tim sudah turun ke sana, maksimal besok sudah bisa dibuat dermaganya,” tukasnya.(riaupos/CAKAPLAH)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

















