Inperalis-P Desak Evaluasi Sistem Distribusi BBM di Pulau Bengkalis
Ketua Umum Inperalis-P, Nur Fajri Hermawan. f : ist
BENGKALIS, detak24com – Kelangkaan BBM sejak beberapa hari terakhir, memicu antrean panjang di sejumlah SPBU Pulau Bengkalis. Hal ini berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi serta mobilitas warga.
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Bengkalis (Inperalis-P) menilai, terulangnya kelangkaan BBM menunjukkan lemahnya antisipasi pemerintah daerah dalam mengelola sistem distribusi energi.
Ketua Umum Inperalis-P, Nur Fajri Hermawan mengatakan, bahwa masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Bahkan, sebagian warga terpaksa menunda aktivitas kerja dan usaha akibat terbatasnya pasokan.
Kondisi tersebut dinilai semakin membebani masyarakat kecil, terutama nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengemudi transportasi harian.
“Kelangkaan BBM ini bukan persoalan baru. Hampir setiap tahun masyarakat Bengkalis menghadapi permasalahan yang sama, namun hingga kini belum terlihat adanya solusi permanen dari pemerintah,” ujar Fajri dalam keterangannya, Jumat (19/12/25).
Menurut Fajri, salah satu faktor utama penyebab kelangkaan BBM adalah ketergantungan Pulau Bengkalis terhadap jalur penyeberangan kapal roll-on roll-off (Roro) sebagai sarana utama distribusi logistik.
Ketika terjadi gangguan operasional kapal, baik akibat kerusakan, jadwal docking, maupun faktor cuaca, distribusi BBM otomatis terhambat dan berdampak pada ketersediaan stok di SPBU.
Selain itu, Fajri juga menyoroti kurangnya perencanaan distribusi serta mitigasi risiko dari pihak terkait. Terutama dalam menghadapi momen tertentu seperti meningkatnya mobilitas masyarakat, hari besar keagamaan, dan kondisi cuaca ekstrem.
“Kami menilai respons pemerintah selama ini masih bersifat reaktif, bukan preventif. Seharusnya ada langkah antisipatif yang matang agar kelangkaan BBM tidak terus berulang dan menjadi masalah tahunan,” tegasnya.
Inperalis-P mendesak Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta menyiapkan skema alternatif distribusi agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi meskipun terjadi gangguan transportasi laut.
Masyarakat pun berharap pemerintah dapat segera menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan, agar persoalan kelangkaan BBM di Bengkalis tidak terus berulang di masa mendatang. (*)
Reporter : Doni
Editor : Kar
