Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dua Putra Presiden Jokowi Dilapor ke KPK

Dua Putra Presiden Jokowi Dilapor ke KPK

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA (DETAK24.COM) – Gibran dan Kaesang dilaporkan ke KPK atas dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam hubungan bisnis. Pelapor merupakan seorang dosen di sebuah perguruan tinggi negeri, tepatnya UNJ. Dosen tersebut meminta KPK menindaklanjuti laporannya. Sebenarnya apa yang mendasari laporan atas Gibran dan Kaesang? Simak jawabannya di bawah ini.

Gibran dan Kaesang dilaporkan ke KPK oleh Ubedillah Badrun, seorang dosen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ubedillah melaporkan kedua putra Jokowi tersebut karena dugaan KKN relasi bisnis Gibran-Kaesang dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan.

“Jadi laporan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dan/atau tindak pidana pencucian uang berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan,” kata Ubedillah di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (10/1/2022).

Ubedillah telah menyampaikan laporan ke Unit Pengaduan Masyarakat di KPK dan menunjukkan tanggal tanda terima laporan pada 10 Januari 2022. Ubedillah juga menyertakan dokumen yang memaparkan dugaan laporan tersebut.

Ubedillah menilai perusahaan PT BMH milik grup bisnis PT SM yang terjerat kasus kebakaran hutan, tidak diusut dengan jelas. Selain itu, Ubedillah juga menyebut jika grup bisnis itu mengalirkan dana ke perusahaan milik Gibran dan Kaesang.

“Itu dugaan KKN yang sangat jelas saya kira yang bisa dibaca oleh publik. Karena nggak mungkin perusahaan baru anak presiden mendapat suntikan dana penyertaan modal dari perusahaan-perusahaan yang juga itu dengan PT SM 2 kali diberikan kucuran dana, angkanya kurang-lebih Rp 99,3 miliar dalam waktu dekat,” kata Ubedillah.

Menurutnya, tidak masuk akal apabila perusahaan baru langsung mendapatkan modal yang cukup besar. “Jadi saya kira dan setelah itu kemudian anak presiden membeli saham perusahaan di sebuah perusahaan dengan angka yang juga cukup fantastik Rp 92 miliar dan itu bagi kami tanda tanya besar, apakah seorang anak muda yang baru mendirikan sebuah perusahaan dengan mudah mendapatkan penyertaan modal dengan angka cukup pantas kalau dia bukan anak presiden? Saya kira itu, kita untuk dan meminta kepada KPK untuk menyelidiki dan meminta kepada KPK agar menjadi terang benderang dan bagaimana kemudian bila perlu presiden dipanggil untuk menjelaskan posisi ini,” ucap Ubedillah.

Menanggapi hal tersebut, KPK berjanji untuk menindaklanjuti laporan dari Ubedillah. “Terkait laporan tersebut, informasi yang kami terima, benar hari ini (Senin, 10/1/2022), telah diterima Bagian Persuratan KPK. KPK akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat tersebut. Tentu dengan lebih dahulu melakukan verifikasi dan telaah terhadap data laporan ini,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (10/1/2022).

Ali mengatakan laporan atas Gibran dan Kaesang akan diverifikasi dan ditelaah lebih lanjut. KPK akan memastikan dugaan korupsi yang melibatkan kedua putra Jokowi itu. “Verifikasi untuk menghasilkan rekomendasi, apakah aduan tersebut layak untuk ditindaklanjuti dengan proses telaah atau diarsipkan,” ucap Ali.

“Proses verifikasi dan telaah penting sebagai pintu awal apakah pokok aduan tersebut, sesuai UU yang berlaku, termasuk ranah tindak pidana korupsi dan menjadi kewenangan KPK atau tidak,” tambahnya.

Gibran dan Kaesang dilaporkan ke KPK atas dugaan penerimaan dana dari relasi bisnisnya. Laporan tersebut diajukan ke KPK oleh seorang dosen UNJ. Gibran sendiri mengaku belum mengetahui kabar tersebut. Ia mengatakan jika dirinya akan bertanya kepada Kaesang.

“Apa kesalahannya? Korupsi apa? Kebakaran hutan? Nanti tanya Kaesang,” ucap Gibran kepada wartawan, Senin (10/1/2022). Gibran juga siap jika harus diperiksa KPK. Gibran mempersilakan pelapor untuk menunjukkan bukti-buktinya.

“Silakan dilaporkan, kalau salah ya kami siap diperiksa. Masalah track record tanya Kaesang. Belum (ada pemberitahuan),” katanya lagi. “Cek aja. Kalau ada yang salah dipanggil. Salahnya apa, ya dibuktikan saja,” tambahnya.(dtc)

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelindo Dumai Berharap Pentas Seni dan Budaya Multi Etnis Ajang Pemersatu 

    Pelindo Dumai Berharap Pentas Seni dan Budaya Multi Etnis Ajang Pemersatu 

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Pemko Dumai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Pentas Seni dan Budaya multi etnis 2025 di Taman Bukit Gelanggang (TBG), Sabtu (30/08/25). Acara yang berlangsung meriah ini dibuka secara resmi oleh Walikota Dumai yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, H Indra Gunawan. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan kompang yang disaksikan ribuan […]

  • Baru Disahkan, UU TNI Langsung Digugat ke MK, Ini Poinnya 

    Baru Disahkan, UU TNI Langsung Digugat ke MK, Ini Poinnya 

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – UU TNI digugat oleh sekelompok orang ke Mahkamah Konstitusi (MK) setelah baru saja disahkan DPR RI, Sabtu (22/03/25). UU TNI ini diketahui mendapat penolakan dari sejumlah pihak saat sebelum dan setelah disahkan. Dilihat di situs Mahkamah Konstitusi (MK), Sabtu (22/03/25), permohonan itu terdaftar dengan nomor 48/PUU/PAN.MK/AP3/03/2025. Ada tujuh orang yang menjadi pemohon […]

  • KORUPTOR Muhammad Adil Minta Pindah ke Pekanbaru, Ini Alasannya!

    KORUPTOR Muhammad Adil Minta Pindah ke Pekanbaru, Ini Alasannya!

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Bupati Kepulauan Meranti nonaktif, Muhammad Adil meminta penahanannya dipindahkan ke Pekanbaru. Ia ingin hadir langsung di Pengadilan Tipikor untuk mengikuti persidangan. Permintaan itu disampaikan Muhammad Adil ketika menjalani persidangan perdana dengan pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru, Selasa (22/08/23). Muhammad Adil mengikuti persidangan melalui video conference dari Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi […]

  • Jessica Iskandar

    Jessica Iskandar Kena Tipu Rp9,8iliar

    • calendar_month Jumat, 15 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    ARTIS Jessica Iskandar melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan dengan nilai kerugian mencapai Rp9,8 miliar ke Polda Metro Jaya.       Jessica, yang akrab disapa Jedar, melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan itu via kuasa hukumnya, Septio Jatmiko Prabowo Putra pada 15 Juni lalu ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/2947/VI/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA. Dalam […]

  • Temuan Mayat Mengapung Gemparkan Warga: Dua Pekan Hilang, Jejak Terakhir Suralit di Bukit Cahaya 

    Temuan Mayat Mengapung Gemparkan Warga: Dua Pekan Hilang, Jejak Terakhir Suralit di Bukit Cahaya 

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Emak emak bernama Suralit yang jasadnya ditemukan mengapung dengan kondisi mengenaskan, ternyata dua pekan hilang. Keluarga menemukan jejak terakhir korban di Bukit Cahaya. Kapolres Dumai, AKBP Angga F Herlambang melalui Humas Iptu Riski Wahyudi menyebutkan, hasil dari keterangan pihak keluarga korban sudah sekitar 2 pekan menghilang dari rumah. Baca juga : Gempar! […]

  • INFO BMKG : Gempa Terkini di Wonosobo Terjadi Barusan

    INFO BMKG : Gempa Terkini di Wonosobo Terjadi Barusan

    • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    DETAK 24.COM – Informasi gempa terkini Wonosobo berkekuatan 3,4 SR terjadi, Jumat (13/01/23) malam ini. Pusat gempa berada di darat. “Info gempa terkini di Wonosobo, berkekuatan 3,4 SR,” tulis BMKG dalam keterangannya, Jumat (13/1/2023). Menurut BMKG, gempa terkini Wonosobo terjadi pada pukul 18.46 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 7.24 Lintang Selatan (LS), 109.81 Bujur […]

expand_less