Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Brigadir J Alami Luka Tembak, Mermar-Sayat hingga Jari Putus

Brigadir J Alami Luka Tembak, Mermar-Sayat hingga Jari Putus

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, detak24.com – Kasus polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir J di rumah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo, Jakarta Selatan, menyisakan sejumlah teka-teki bagi keluarga.

Pihak keluarga Brigadir J mengendus ada kejanggalan dari kronologis yang diceritakan pihak kepolisian.

Pasalnya, selain luka tembak yang ditemukan di tubuh Brigadir J, keluarga juga menemukan sejumlah memar, bekas sayatan senjata tajam, hingga jari tangan yang terputus.

Dirangkum Rabu (13/07/22), tak hanya itu, kejadian-kejadian aneh juga turut dirasakan keluarga. Mereka mengaku sempat didatangi sejumlah polisi dan diajak berdialog dalam kondisi rumah tertutup rapat.

Usai pertemuan itu, pihak keluarga Brigadir J tak bisa berkomunikasi menggunakan ponselnya. Mereka mengklaim disadap oleh orang tak dikenal.

Sementara itu, Polri menyebut Brigadir J tewas karena baku tembak di rumah Sambo pada Jumat (8/7) lalu. Namun, peristiwa itu baru terungkap pada Senin (11/7).

Menurut polisi, Brigadir J ditembak setelah memasuki kamar istri Sambo dan diduga melakukan pelecehan. Brigadir J merupakan sopir istri Sambo.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyebut istri Sambo sempat berteriak dari kamar. Bharada E mendengar teriakan tersebut dan langsung masuk ke dalam rumah.

Ramadhan menyebutkan Brigadir J sempat panik lantaran bertemu dengan Bharada E ketika hendak keluar kamar.

Menurutnya, Brigadir J mengeluarkan total tujuh tembakan, yang kemudian dibalas lima kali oleh Bharada E.

Tidak ada peluru yang mengenai Bharada E. Sementara lima tembakan Bharada E mengenai Brigadir J hingga tewas. 

Berikut sejumlah pengakuan dan kejanggalan kasus penembakan Brigadir J.

Luka Sayat dan Jari Putus

Pihak keluarga menganggap janggal melihat kematian Brigadir J lantaran ada luka sayatan di tubuh korban. Sementara polisi menyebut Brigadir J tewas karena baku tembak.

“Jadi yang malam itu dari keterangan kepolisian Jakarta menyampaikan bahwasanya di kediaman Bapak Irjen Ferdy Sambo itu ada adu tembak, jadi kami enggak puas, kalau ada adu tembak, otomatis enggak ada ini ada luka sayatan,” ujar tante Brigadir J, Roslin dikutip dari detikcom, Senin (11/7).

Keluarga Brigadir J mengungkap ada empat luka tembakan di jasad jenazah.

“Yang luka tembak itu tiga di bagian dekat bahu, lalu satunya di tangan,” katanya.

Selain luka tembak dan sayatan, kata Roslin, dua jari jenazah J juga putus.

“Ada luka sayatan, jarinya juga dua putus. Kena sayat benda tajam ini mata, hidung, bibir, di leher, baru jarinya. Terus kakinya juga ada setelah kami tadi pagi periksa,” katanya.

Keluarga Sempat Tak Diizinkan Lihat Luka Tembak

Keluarga sempat tidak diizinkan melihat luka tembak pada tubuh Brigadir J. Pihak kepolisian yang menyerahkan jenazah Brigadir J melarang pihak keluarga dengan dalih tubuh Brigadir J sudah diotopsi.

“Jadi kalau boleh kami minta, kami tengok dulu lubang tembaknya,” kata pihak keluarga.

“Kalau untuk silakan, tapi kalau saya rasa sudah diotopsi, sudah dilakukan otopsi ini, Pak. Kalau melihat wajah silakan enggak apa-apa. Saran saya karena diotopsi kan bagaimanapun nanti ibu melihat dengan situasi kalau sudah diotopsi itu bagaimana,” kata anggota polisi itu.

Sontak, ibu Brigadir J berteriak memohon agar diizinkan melihat keadaan anaknya. Ibu Brigadir J mengaku sanggup melihat bagaimanapun kondisi anaknya.

ontak, ibu Brigadir J berteriak memohon agar diizinkan melihat keadaan anaknya. Ibu Brigadir J mengaku sanggup melihat bagaimanapun kondisi anaknya.

Keluarga Brigadir J mengatakan polisi diduga berusaha menutupi kasus penembakan jika tak membuka rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di rumah Kepala Divisi Propam Irjen Ferdy Sambo.

“Kalau dia tidak membuka CCTV berarti orang itu ada yang ditutup-tutupi,” kata bibi Brigadir J, Rohani Simanjuntak kepada CNNIndonesia TV, Selasa (12/7).

Rohani menduga ada kejanggalan dalam peristiwa baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E yang menewaskan keponakannya tersebut.

Terlebih, kata Rohani, pihak kepolisian menyebut CCTV di rumah Irjen Ferdy Sambo itu sudah mati sejak dua minggu lalu, sehingga tak merekam peristiwa tersebut.

“Kenapa HP kami tidak diberikan? Dan kenapa CCTV tidak mau membuka? Bahkan dibilang CCTV tidak ada di rumah jenderal. Dari situ sudah praduga kita kuat,” ujarnya.

Keluarga Didatangi Polisi
Keluarga Brigadir J mengungkapkan momen ketegangan saat sejumlah polisi mendatangi rumah duka.

Rohani mengatakan polisi datang ke rumah pada Sabtu (9/7) malam sekitar pukul 20.00 WIB, satu hari setelah peristiwa penembakan. Menurutnya, mereka yang datang adalah polisi dari Mabes Polri.

“Orang dari Mabes datang ke rumah, kami kayak disekap gitu. Rumah itu ditutup, semua gorden ditutup,” kata Rohani.

Rohani sempat marah karena tak terima sikap polisi yang tidak sopan datang ke rumah.

Pak namanya bertamu, jangan kayak gini caranya, aku bilang. Terus mereka bilang maaf. Kami selaku orang tua yang baru kehilangan anak kami masih syok dan trauma,” ujar Rohani.

Bahkan ada polisi yang melarang anggota keluarganya menggunakan ponsel saat itu. Semua alat komunikasi dan perekam tak boleh digunakan.

“Jangan main HP, jangan ada yang mengambil video, jangan ada yang kamera, katanya. Tolong HP di sini sama kami, katanya,” ujar Rohani menirukan permintaan polisi saat itu.

Klaim Ponsel Keluarga Brigadir J Disadap
Keluarga dari Brigadir J mengklaim ponsel milik anggota keluarga disadap oleh orang tak dikenal.

“Jadi sekarang HP kami tidak bisa kami gunakan lagi. Sudah disadap orang itu HP kami semua,” kata Rohani

Ia menuturkan total ada lima buah ponsel yang telah disadap. Kini pihak keluarga Brigadir J tak lagi bisa berkomunikasi dengan siapapun.

“HP yang ada di rumah kami lima sudah disadap, enggak bisa kami pakai lagi komunikasi sama siapapun. Kami tidak bisa komunikasi lagi,” pungkasnya.(cnn)

Editor : (Kar)

 

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • GEBYAR BHU, UEK BMTA Titianantui Pinggir Santuni Anak Didik dan Warga Miskin

    GEBYAR BHU, UEK BMTA Titianantui Pinggir Santuni Anak Didik dan Warga Miskin

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    PINGGIR, detak24.com – Bertempat di ruang pertemuan Kelurahan Titian Antui Kecamatan Pinggir, Usaha Ekonomi Kelurahan Berkah Mandiri Titian Antui (UEK-BMTA) menggelar gebyar bagi hasil usaha (BHU) tahun 2022, Jumat (10/02/23). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Titian Antui Redho Naslin, pendamping UEK BMTA, Camat Pinggir diwakili oleh Kasi PMD Febri, Ketua UEK Balai Raja, Ketua UEK […]

  • Cawabup Bengkalis Bagus Santoso Panen Terung Poktan di Desa Pinggir

    Cawabup Bengkalis Bagus Santoso Panen Terung Poktan di Desa Pinggir

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    PINGGIR, detak24.com –:Cawabup Bengkalis 2024, DR H Bagus Santoso blusukan spesial mendatangi petani, di sela kampanye bersama pasangan cabup Kasmarni.  Melanjutkan hobi bertani sekaligus melihat potensi desa yang cocok untuk dikembangkan tanaman agrikultur, kali ini Bagus Santoso bergabung bersama poktan yang menanam ribuan batang terung dan cabe di Desa Pinggir, pertengahan November 2024. Potensi tanah […]

  • SAPI NGOROK Mewabah di Rohul, Ini Sebabnya!

    SAPI NGOROK Mewabah di Rohul, Ini Sebabnya!

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 7Komentar

    ROHUL, detak24.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau menyebut penyakit ngorok pada hewan ternak sudah menyebar di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Berbagai upaya dilakukan untuk meminimalisir wabah. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, Herman melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, Faralinda Sari, mengatakan bahwa pihaknya sudah […]

  • Penumpang Kapal dari Malaysia Terciduk Bawa Sabu 5 Kilo di Pelabuhan Dumai 

    Penumpang Kapal dari Malaysia Terciduk Bawa Sabu 5 Kilo di Pelabuhan Dumai 

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Seorang penumpang kapal dari Malaysia inisial AM (27) ditangkap dengan barang bukti sabu 6 kilo saat baru sampai di Pelabuhan Dumai. Polres Dumai merilis pengungkapan kasus tindak pidana narkotika dengan barang bukti berupa sabu seberat 5.094,07 gram atau sekitar 5 kilogram yang berhasil diamankan di Terminal Penumpang Pelabuhan Dumai. Dalam kasus ini, […]

  • H Paisal MARS bersama Presiden Jokowi dalam sebuah kegiatan beberapa waktu lalu. (f : ist)

    Perjuangkan Tanah Konsesi, Ini yang  Dilakukan Paisal Selama Jabat Wako Dumai 

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Sejak menjabat Walikota Dumai usai dilantik pada akhir Februari 2021 silam, H Paisal SKM MARS berusaha selesaikan lahan konsesi yang sudah dipenuhi penduduk. Lahan konsesi yang berada di Dumai tidak saja sudah dipenuhi penduduk, melainkan sudah ramai berdiri gedung perkantoran serta fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah dan sebagainya. Dalam pemaparan saat […]

  • Duh! Di Tengah Tunda-Bayar, PUPR Riau Lakukan Kelebihan Bayar Proyek 

    Duh! Di Tengah Tunda-Bayar, PUPR Riau Lakukan Kelebihan Bayar Proyek 

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – BPK temukan kelebihan bayar pada proyek Dinas PUPR-PKPP Riau tahun anggaran 2025 sebesar Rp 440 juta. Hal tersebut sesuai temuan BPK. Ironisnya tentunya. Di saat sejumlah proyek mengalami tunda-bayar, Dinas PUPR-PKPP Riau justru melakukan kelebihan bayaral. Kelebihan bayar tersebut tersebut berkaitan dengan kegiatan rehabilitasi dan pemeliharaan rutin atas jalan dan jembatan pada UPT […]

expand_less