BIKIN Hujan Buatan, BRIN-BRGM Tebar Garam di Langit Riau Selama 11 Hari

“Lanud RSN nantinya juga akan berkoordinasi untuk melaksanakan water bombing jika memang sudah terpantau adanya titik api. Namun sebelum itu terjadi, upaya TMC tetap diutamakan untuk membasahi lahan gambut,” ungkap Mayor Anugrah.
“Lanud RSN siap mendukung kegiatan TMC, selama masih ada potensi awan, lebih baik untuk dimaksimalkan. Tujuan utamanya untuk mewujudkan riau bebas asap dengan mengkoordinasikan seluruh sumberdaya yang ada,” tambahnya.
BMKG yang diwakili Kepala Stamet Pekanbaru, Ramlan menyampaikan, pada bulan Mei ini sebanyak 50 persen wilayah Riau sudah masuk musim kemarau dan pada awal bulan Juni nanti sudah musim kemarau secara keseluruhan.
Sehingga pada sisa waktu di bulan Mei ini diharapkan upaya TMC bisa memanfaatkan semaksimal mungkin parameter cuaca lokal yang masih potensial untuk pertumbuhan awan. “Pada periode awal mei ini belum terpantau terjadi el nino, tapi el nino lemah diprediksi baru akan terjadi pada awal juni nanti,” beber Ramlan.
Menyikapi hal tersebut, lanjut Ramlan, jika memang nantinya masih ada potensi di awal Juni maka mungkin bisa dimaksimalkan potensi awan yang ada dengan TMC. BMKG siap mendukung data-data parameter cuaca untuk mengoptimalkan kegiatan TMC di Provinsi Riau.
Di sisi lain, Kabid Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur mengucapkan terimakasih kepada BRGM dan BRIN yang telah melaksanakan TMC periode ini. Karena secara umum, lahan gambut di Riau ini relatif kering.
“Pada musim hujan lalu sudah ada kejadian lahan gambut yang terbakar dan hujan yang terjadi beberapa hari masih belum cukup untuk memadamkan api secara sempurna,” kata Jim Gafur.

19 thoughts on “BIKIN Hujan Buatan, BRIN-BRGM Tebar Garam di Langit Riau Selama 11 Hari”