Pria Tewas Tak Bercelana di Kandang Sapi Desa Bokor Kepulauan Meranti
- account_circle Redaksi
- calendar_month 14 menit yang lalu
- print Cetak

Petugas mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan tewas dalam kandang sapi di Desa Bokor, Kepulauan Meranti. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KEPULAUAN MERANTI, detak24com – Warga Dusun III Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat, mendadak heboh. Linggu, lelaki berusia 54 tahun ditemukan meninggal dunia di kandang sapi, Sabtu (31/10/26).
Kandang sapi tempat ditemukannya mayat Linggu terletak di Dusun III Desa Bokor, berada di kawasan PT Uni Seraya. Lebih menggemparkan, korban diketahui tak pakai celana saat ditemukan.
Korban merupakan warga Jalan Dorak, Gang Ampera, RT 003/RW 002, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Presetia Adi Sasmita, melalui Kapolsek Rangsang Barat Ipda Sukardi, menyampaikan bahwa terhadap penemuan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 07.30 WIB oleh Bairudin, rekan piket korban. Saksi saat itu mencari keberadaan Linggu, karena tidak hadir untuk melaksanakan tugas jaga seperti biasanya.
Kata saksi Bairuddin, pada Jumat (30/10/26) korban dan satu rekan lainnya masih melaksanakan tugas piket siang di kawasan PT Uni Seraya. Setelah menjalankan tugas selama delapan jam, mereka kemudian melakukan serah terima piket dengan petugas berikutnya sebelum pulang.
Kemudian, tambah saksi, pada Sabtu pagi, ketika jadwal piket kembali tiba, Linggu tidak kunjung datang. Bairudin yang merasa heran kemudian berinisiatif mencari korban ke tempat tinggalnya.
“Dalam perjalanan menuju mes tempat tinggal korban, Bairudin melihat sepeda motor yang biasa digunakan Linggu berada dekat kandang sapi milik korban. Merasa curiga, ia kemudian memeriksa area kandang tersebut,” ujar Kapolsek.
Betapa terkejutnya Bairudin ketika mendapati korban terbaring telentang dalam keadaan tidak bernyawa dalam kandang sapi itu.
Mengetahui kejadian itu, Bairudin segera memberitahukan kepada rekan-rekannya yang berada di lingkungan PT Uni Seraya. Informasi tersebut selanjutnya disampaikan kepada Kepala Dusun setempat, Mutris, sebelum dilaporkan kepada pihak kepolisian melalui Polsek Rangsang Barat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Tim Identifikasi Polres Kepulauan Meranti turut melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan berupa luka lecet, luka lebam, maupun memar pada tubuh korban.
“Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang, mengenakan baju, dan tidak mengenakan celana. Kedua tangannya dilaporkan dalam keadaan menggenggam,” ungkap Kapolsek.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan berkaitan dengan kejadian tersebut, di antaranya sebuah senter, satu unit telepon genggam merek OPPO, satu bungkus rokok, sehelai baju, sehelai celana, serta sepasang sandal merek Swallow berwarna merah.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah korban dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut di RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti.
Hingga pemeriksaan awal dilakukan, penyebab pasti kematian Linggu belum diketahui. Tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada pemeriksaan luar, sehingga belum dapat memastikan penyebab kematian korban.
Pihak keluarga, melalui istri korban bernama Yanti, menyatakan menolak dilakukannya autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan tertulis yang ditandatangani di atas meterai Rp 10.000.
“Meski demikian, pemeriksaan medis terhadap jenazah tetap dilakukan sesuai penanganan yang dilaporkan pihak kepolisian,” pungkas Kapolsek.
Pihak kepolisian juga telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mendatangi TKP, mengevakuasi jenazah, mencatat keterangan saksi-saksi, berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal dan Unit Identifikasi Polres Kepulauan Meranti, hingga menyusun laporan kejadian. (Rls)
Editor : Kar

















