Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Siak » Idap Skizofrenia, Polisi Bunuh Ibu Kandung di Sungai Apit Siak Mantan Pasien RSJ

Idap Skizofrenia, Polisi Bunuh Ibu Kandung di Sungai Apit Siak Mantan Pasien RSJ

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIAK, detak24com – Riwayat gangguan kejiwaan Brigadir WP, anggota polisi yang membunuh ibu kandung di Sungai Apit, Siak terungkap.

Tersangka diketahui memiliki riwayat skizofrenia dan terakhir menjalani pemeriksaan di rumah sakit jiwa (RSJ) pada Oktober 2025.

Kabiddokkes Polda Riau AKBP dr Parluhutan Sitindaon, mengatakan bahwa kondisi kejiwaan Brigadir WP masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk itu, penyidik telah meminta pemeriksaan psikiatri forensik guna mendapatkan gambaran mengenai kondisi kejiwaan yang bersangkutan.

Menurut Parluhutan, penilaian kondisi kejiwaan tidak cukup dilakukan hanya melalui wawancara. Diperlukan observasi untuk melihat kondisi pasien secara lebih menyeluruh.

“Skizofrenia merupakan gangguan yang dapat memengaruhi proses berpikir, emosi, persepsi, dan keyakinan seseorang. Gejalanya dapat berupa waham (delusi), halusinasi, gangguan persepsi, hingga disorientasi dalam berpikir,” ujar Luhut, Rabu (28/10/26).

Berdasarkan informasi medis yang disampaikan Parluhutan, Brigadir WP telah memiliki riwayat pengobatan skizofrenia sejak bertugas di lingkungan di Mabes Polri. Ia kemudian dipindah ke Bidang Dokkes Polda Riau sejak 2019.

Meski memiliki riwayat gangguan kejiwaan, Parluhutan menjelaskan, seseorang dengan kondisi tersebut tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari ketika kondisinya sedang baik. WP masih dapat menjalankan tugas piket dan melakukan aktivitas rutin.

Parluhutan mengatakan, faktor yang dapat memicu kekambuhan gangguan kejiwaan bersifat multifaktor. Di antaranya tekanan psikologis dan sosial, gangguan tidur, serta masalah metabolik.

“Namun, untuk mengetahui kondisi yang dialami (WP), diperlukan penilaian lebih lanjut oleh psikiater,” tutur Parluhutan.

Karena itu, lanjut Parluhutan, riwayat skizofrenia tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan kondisi kejiwaan Brigadir WP saat peristiwa pembunuhan terjadi.

Parluhutan menyebutkan, penentuan kondisi kejiwaan yang berkaitan dengan proses hukum tidak bisa dilakukan secara sepihak.

Penilaiannya harus mengikuti prosedur yang berlaku dan mempertimbangkan hasil pemeriksaan serta proses hukum selanjutnya.

Sementara itu, mengenai temuan pada tubuh korban, Parluhutan menyebut terdapat luka di sisi kiri leher yang disebut sebagai luka tangkis.

“Namun, rincian hasil autopsi berada dalam kewenangan penyidik sehingga perlu dikonfirmasi kepada pihak yang menangani perkara,” ucapnya.

Sebelumnya korban Farida Hanum (64), ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Jalan Gajah Mada, RT 03 RW 07, Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Kondisi korban mengenaskan. Tubuh korban dalam posisi telungkup di atas kasur di ruang televisi. Ceceran darah terlihat di sekitar tubuh dan pakaian korban.

Tindakan WP terungkap setelah gerak-geriknya menimbulkan kecurigaan warga. “Sekitar pukul 06.30 WIB, WP keluar rumah dan sempat mengatakan kepada saksi Afrina Ramayana Daulay bahwa ibunya “tidur dengan nyaman”,” jelas Kosmos.

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, WP pergi meninggalkan lokasi. Ia kemudian mendatangi tetangganya untuk meminta uang tunai dan mengantarkannya ke kawasan Pasar Sungai Apit dengan tergesa-gesa.

Polisi selanjutnya menelusuri keberadaan WP. Sekitar pukul 07.30 WIB, petugas menerima informasi dari seorang sopir travel yang mengetahui keberadaan WP di sekitar Jalan Hang Tuah, Kelurahan Sungai Apit, dan menangkapnya.

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya satu bilah pisau bergagang hijau yang berbercak darah, satu pisau lipat yang juga berbercak darah.

Polisi juga mengamankan satu tas ransel hitam, satu tas tangan merek Aidebam, satu gelang emas, dan sepasang anting emas milik korban.

Brigadir WP telah ditahan di Mapolda Riau. Selain ancam pidana 20 tahun penjara, yang bersangkutan juga menghadapi proses pemeriksaan etik kepolisian, seperti diwartakan cakaplah. (*)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegawai Berhamburan, Gedung Pemda Pekanbaru Dilalap Api Saat Jam Kerja 

    Pegawai Berhamburan, Gedung Pemda Pekanbaru Dilalap Api Saat Jam Kerja 

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Gedung Lipat Kajang Komplek Perkantoran Walikota Pekanbaru yang ditempati PUPR, Perkim serta Dishub terbakar hebat. Pegawai berhamburan selamatkan diri, Jumat (20/09/24). Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, menurunkan 9 mobil damkar serta 2 unit rescue untuk mengatasi kebakaran di kompleks perkantoran Tenayan Raya itu. Berdasarkan informasi yang diterima, sebelum kejadian […]

  • POLISI Dumai Sikat Supir Truk CPO yang Doyan ‘Kencing’ di Gudang Mafia 

    POLISI Dumai Sikat Supir Truk CPO yang Doyan ‘Kencing’ di Gudang Mafia 

    • calendar_month Minggu, 17 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Unit Reskrim Polsek Sungai Sembilan Polres Dumai mencokok supir truk CPO di kawasan PT Sari Dumai Oleo (SDO). Tersangka suka kencing di gudang mafia, sehingga muatannya jadi minus. Untuk menutupi kekurangan tersebut, ia tambahkan air ke dalam tangki. Kelakuan tersangka berinisial AP (30), warga Kecamatan Mandau yang suka ‘kencing’ di gudang mafia […]

  • DIGIGIT ANJING GILA, Bocah 3 Tahun di Kuansing Luka Sekujur Tubuh

    DIGIGIT ANJING GILA, Bocah 3 Tahun di Kuansing Luka Sekujur Tubuh

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    KUANSING, detak24.com – Seorang bocah di Kuansing bernama Marcel (3) mengalami luka-luka di sekujur tubuh dan bagian kepala akibat digigit anjing gila. Anak kedua pasangan Sentot (43) dan Weli (30) warga Desa Pulau Ronge, Kecamatan Pangean ini digigit anjing gila saat bermain di halaman rumahnya, Kamis (5/1/2023) sekitar pukul 09.00 WIB pagi. Sentot, ayah bocah […]

  • Bangkai Mengapung, Puluhan Kerbau Mati Mendadak di Desa Mantulik Kampar

    Bangkai Mengapung, Puluhan Kerbau Mati Mendadak di Desa Mantulik Kampar

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Puluhan kerbau mati mendadak di Desa Mentulik, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kampar. Bangkai mamalia itu mengapung di sungai. Fenomena tersebut menggemparkan masyarakat, karena puluhan bangkai-bangkai kerbau mengapung di Sungai Kampar Kiri. Peristiwa tersebut juga viral di media sosial. Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau, drh […]

  • Eks Mucikari Benarkan LM dan Ridwan Kamil Selingkuh, Tarif Lisa Mariana Bikin Shock Netizen 

    Eks Mucikari Benarkan LM dan Ridwan Kamil Selingkuh, Tarif Lisa Mariana Bikin Shock Netizen 

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    DETAK24COM – Selebgram Lisa Mariana dipastikan berselingkuh dengan Ridwan Kamil. Tarif model dewasa tersebut per kencannya bikin shock netizen. Yakni, Robby Abbas yang pernah jadi mucikari Lisa Mariana. Ia memastikan LM dan RK berselingkuh. Tapi, cara selebgram tersebut memaksakan RK sebagai ayah biologis anaknya, itu yang tak dia sukai. Baca juga : Link Video Bokep […]

  • Polisi Bekuk Enam Rampok Bersenpi Gasak BRILink di Balam Rohil, Ini Tampangnya 

    Polisi Bekuk Enam Rampok Bersenpi Gasak BRILink di Balam Rohil, Ini Tampangnya 

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHIL, detak24com – Polisi membekuk enam kawanan rampok bersenpi yang beraksi di sebuah BRILink Jalan Lintas Riau-Sumut KM 21, Balam, Rohil. Informasi dirangkum Ahad (23/02/25), enam pelaku rampok bersenpi tersebut berasal dari Riau dan Sumatera Utara. Kawanan bandit itu dibekuk Tim Gabungan Resmob Polres Rohil dan Polda Riau, pada 18 Februari 2025. Baca juga : […]

expand_less