Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Amanat Kenegaraan 17 Agustus 1960, Gunawan SH: Pesan Pendahulu Bangsa Tetap Relevan Hari Ini

Amanat Kenegaraan 17 Agustus 1960, Gunawan SH: Pesan Pendahulu Bangsa Tetap Relevan Hari Ini

  • account_circle Yusrizal Sikumbang
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24.com — Semangat kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada peringatan Proklamasi 17 Agustus. Kemerdekaan harus terus diisi dengan perjuangan mewujudkan keadilan, pemerataan pembangunan, persatuan, kesejahteraan, serta peningkatan kualitas manusia Indonesia.

Pesan tersebut tercermin dalam refleksi terhadap Amanat Kenegaraan 17 Agustus 1960, yang dikaitkan dengan pemikiran tokoh nasional Mr. Muhammad Yamin dan menjadi bagian dari gagasan besar pembangunan bangsa pada masa Presiden Soekarno.

Bagi Ketua PSMTI Kecamatan Mandau, Gunawan, S.H., amanat dan pemikiran para pendahulu bangsa tidak seharusnya hanya dipandang sebagai catatan sejarah. Nilai-nilai tersebut perlu terus dihidupkan dan diterjemahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Menurut Gunawan, kemerdekaan bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu menuju terciptanya kehidupan masyarakat yang adil, makmur dan bermartabat.

“Kemerdekaan harus diisi dengan keadilan bagi seluruh rakyat, kesejahteraan yang merata, serta kesempatan yang sama bagi setiap anak bangsa tanpa membedakan asal daerah maupun latar belakang,” ujar Gunawan dalam refleksinya.

Ia menilai pembangunan Indonesia juga harus dilaksanakan secara merata hingga ke seluruh pelosok negeri. Kemajuan tidak boleh hanya terkonsentrasi di pusat-pusat pertumbuhan, sementara daerah yang memiliki potensi sumber daya justru masih menghadapi berbagai keterbatasan.

“Indonesia adalah satu kesatuan. Jika satu bagian tertinggal, maka persoalan itu pada akhirnya menjadi persoalan bangsa secara keseluruhan,” katanya.

Persatuan Menjadi Kekuatan Bangsa

Gunawan juga menekankan pentingnya persatuan sebagai kekuatan utama Indonesia. Keberagaman suku, agama, bahasa, budaya dan latar belakang masyarakat merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga.

Menurutnya, persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan. Sebaliknya, persatuan dibangun dengan sikap saling menghormati, bekerja sama dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Perbedaan adalah kenyataan bangsa Indonesia. Yang harus kita bangun adalah kesadaran bahwa kita memiliki tujuan bersama sebagai satu bangsa dan satu negara,” ungkap alumni Lemhannas RI 2023 ini.

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Lebih lanjut, Gunawan berpandangan bahwa pembangunan nasional tidak cukup hanya diukur dari pembangunan jalan, jembatan, gedung maupun berbagai infrastruktur fisik.

Pembangunan manusia, kata dia, merupakan bagian yang tidak kalah penting.

Pendidikan, karakter, akhlak, kecerdasan, kemandirian dan rasa percaya diri sebagai bangsa merdeka harus menjadi bagian dari pembangunan nasional.

“Bangsa yang kuat bukan hanya karena memiliki infrastruktur yang maju, tetapi karena memiliki manusia yang berkarakter, berpendidikan, mandiri dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara,” jelasnya.

Pertanyaan untuk Generasi Hari Ini

Lebih dari enam dekade setelah Amanat Kenegaraan 17 Agustus 1960, Gunawan mengajak masyarakat untuk kembali melakukan introspeksi terhadap perjalanan bangsa.

Ia mengajukan sejumlah pertanyaan mendasar: apakah kemerdekaan telah dirasakan secara merata? Apakah keadilan sudah hadir hingga ke setiap lapisan masyarakat? Dan apakah persatuan bangsa tetap kokoh di tengah berbagai perbedaan?

Menurut Gunawan, pertanyaan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Jika masih ada masyarakat yang tertinggal, menjadi tugas kita untuk membantu mengangkatnya. Jika masih ada yang merasa tidak mendapatkan keadilan, menjadi tanggung jawab kita untuk memperbaikinya. Dan jika persatuan mulai retak, kita semua memiliki kewajiban untuk merajutnya kembali,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembangunan bangsa merupakan pekerjaan yang tidak pernah selesai. Setiap generasi menerima tongkat estafet perjuangan dari generasi sebelumnya dan berkewajiban meneruskannya kepada generasi berikutnya.

Warisan Terbesar adalah Cita-Cita Bangsa

Gunawan menegaskan bahwa warisan terbesar para pendahulu bangsa bukan semata-mata tanah air atau kekayaan alam yang diwariskan kepada generasi penerus, melainkan cita-cita tentang Indonesia yang adil, makmur dan bersatu.

“Warisan terbesar para pendahulu bukanlah tanah atau harta, melainkan cita-cita tentang Indonesia yang adil, makmur, dan bersatu. Menjaganya adalah kehormatan kita; mewujudkannya adalah tanggung jawab kita,” tegasnya.

Karena itu, momentum kemerdekaan hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan. Peringatan 17 Agustus harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh rakyat dalam menjaga persatuan, memperjuangkan keadilan, meningkatkan kesejahteraan dan membangun Indonesia secara bersama-sama.

Gunawan berharap setiap langkah generasi saat ini dapat menjadi kelanjutan dari perjuangan para pendahulu bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang benar-benar menjadi rumah bersama bagi seluruh rakyat, tanpa terkecuali.(*)

  • Penulis: Yusrizal Sikumbang

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenkominfo Pilih Kota Dumai Ikuti Gerakan Kota Cerdas (Smart City)

    Kemenkominfo Pilih Kota Dumai Ikuti Gerakan Kota Cerdas (Smart City)

    • calendar_month Jumat, 7 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 9Komentar

    DUMAI (DETAK24.COM) – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memilih Kota Dumai dan 49 kabupaten serta kota lainnya se Indonesia untuk mengikuti Gerakan Kota Cerdas atau Smart City. Penunjukan tersebut setelah melewati seleksi yang panjang. Hal ini sesuai dengan surat Kementerian Komunikasi dan Informatika Nomor B-855/DJAI/AI.01.02/09/2021, bahwasanya Kota Dumai berhak mengikuti penilaian (Assessment) dalam rangka program […]

  • Quartararo Terlalu Banyak Makan Nasi di Mandalika

    Quartararo Terlalu Banyak Makan Nasi di Mandalika

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    JUARA dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo mengaku harus mengontrol nafsu makannya, karena terlalu banyak makan nasi dan ayam di Mandalika. Pengakuan itu diutarakan Quartararo saat berada di media center sirkuit usai hari pertama tes MotoGP Mandalika, Jumat (11/2). El Diablo mengatakan harus mengerem nafsu makannya jelang tes pramusim di Sirkuit Mandalika yang berlangsung hingga Ahad […]

  • Mahasiswa Cecar Luhut Soal Big Data, Kamu Nggak Berhak Nuntut Saya!

    Mahasiswa Cecar Luhut Soal Big Data, Kamu Nggak Berhak Nuntut Saya!

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    Depok, detak24.com – Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mendatangi Universitas Indonesia (UI) sekitar pukul 11.00, Selasa (12/04/22). Luhut datang untuk mengisi kuliah kepada mahasiswa di Balai Sidang UI. Di luar gedung, mahasiswa dari BEM UI menggelar demonstrasi dengan membentangkan spanduk dan berorasi. Mereka menyindir Luhut dengan Big Data yang selalu dilontarkan tentang penundaan […]

  • Pengadilan Militer Vonis Mati Kopda Bazarsah, Tembak Kapolsek Lusiyanto di Judi Sabung Ayam

    Pengadilan Militer Vonis Mati Kopda Bazarsah, Tembak Kapolsek Lusiyanto di Judi Sabung Ayam

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PALEMBANG, detak24com – Pengadilan Militer I-04 Palembang menjatuhkan vonis mati kepada Kopral Dua Bazarsah dalam kasus penembakan tiga polisi di lokasi judi sabung ayam, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Putusan tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto saat sidang pembacaan vonis di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Senin (11/08/25). Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti […]

  • PPP Riau Targetkan Masuk Tiga Besar di Pemilu 2024

    PPP Riau Targetkan Masuk Tiga Besar di Pemilu 2024

    • calendar_month Jumat, 30 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Besok, Sabtu (1/10/2022), Plt Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Mardiono dijadwalkan tiba di Pekanbaru dalam agenda Rakerwil partai berlambang Kaabah itu.  “Seperti kita ketahui, ada pergantian Ketua Umum ke Pak Mardiono. Oleh karena itu penting rasanya melakukan sosialisasi ke daerah,” kata Wakil Ketua DPW PPP Riau Husaimi Hamidi, Jumat (30/09/22). […]

  • CEWEK Cantik Terciduk Berduaan dengan Pacar di Pekanbaru, Kelakuannya Bikin Emosi

    CEWEK Cantik Terciduk Berduaan dengan Pacar di Pekanbaru, Kelakuannya Bikin Emosi

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle Redaksi
    • 3Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang cewek cantik ditangkap polisi saat berduaan dengan pacarnya di Pustaka 2000 Pekanbaru. Ternyata, sepasang kekasih itu habis melarikan motor kawan mereka. Cewek cantik tersebut berinisial SK (22) dan pacarnya WA (24) kini mendekam di balik jeruji besi Polsek Senapelan lantaran menggelapkan sepeda motor milik temannya. Kapolsek Senapelan Kompol Noak P Aritonang, […]

expand_less