Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Gawat! SF Hariyanto Dituding Pernah Ancam Gubri Wahid, Ini Alasannya

Gawat! SF Hariyanto Dituding Pernah Ancam Gubri Wahid, Ini Alasannya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid mengaku pernah mendapat tekanan dari wakilnya, SF Hariyanto. Ia menyebut diancam dengan rekaman pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pengakuan itu disampaikan Abdul Wahid ketika diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang dugaan korupsi bermodus pemerasan anggaran di lingkungan Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (02/07/26).

Keterangan tersebut muncul saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK
meminta Abdul Wahid menjelaskan kronologi dugaan ancaman yang sebelumnya pernah ia sampaikan dalam persidangan.

Menurut Abdul Wahid, peristiwa itu terjadi pada malam hari di bulan Ramadan 2025. Saat itu, SF Hariyanto menghubunginya dan mengajak bertemu.

“Saya bilang, saya saja yang ke rumah bapak. Nanti setelah safari Ramadan saya ke rumah bapak. Setelah itu saya datang ke beliau bersama Dani, Tata, dan Rafi,” kata Abdul Wahid.

Setibanya di kediaman SF Hariyanto, Abdul Wahid mengaku langsung diperlihatkan rekaman pemeriksaannya oleh penyidik KPK terkait penyidikan kasus Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Tahun 2012.

“Beliau langsung menunjukkan rekaman ketika saya diperiksa Pak Christian dan Pak Muslim. Rekamannya persis ketika saya diperdengarkan rekaman dan diperiksa penyidik KPK dalam kasus PON 2012,” ujar Abdul Wahid di hadapan majelis hakim yang diketuai Delta Tamtama.

Abdul Wahid mengaku terkejut karena tidak mengetahui bagaimana rekaman pemeriksaan tersebut bisa berada di tangan SF Hariyanto. Menurutnya, SF Hariyanto kemudian menyampaikan pernyataan yang ia anggap sebagai bentuk ancaman.

“Dia bilang, ‘Pak Wahid hati-hati. Saya punya rekaman Pak Wahid. Saya ini orangnya pikirannya kotor dan orang saya ada di mana-mana. Kalau Pak Wahid tidak menurut saya, ingat Pak Wahid, tangan saya ada di mana-mana,'” tutur Abdul Wahid menirukan ucapan SF Hariyanto.

Mendengar hal itu, Abdul Wahid mengaku tidak gentar. Ia mengatakan hanya mengucapkan terima kasih dan menyatakan tidak takut terhadap ancaman tersebut.

“Saya bilang, ‘Oh iya, terima kasih Pak.’ Saya tantang bapak. Saya bilang, saya tidak takut sedikit pun. Setelah itu saya pergi. Tiba-tiba beliau memeluk saya dan berkata, ‘Janganlah, Pak.’ Saya bilang tidak mau, lalu saya keluar,” katanya.

Abdul Wahid mengaku setelah peristiwa itu tidak lagi berkomunikasi secara pribadi dengan SF Hariyanto.
Namun, menurut dia, SF Hariyanto bersama istrinya kemudian datang ke rumahnya saat Hari Raya Idulfitri untuk meminta maaf.

“Saat Lebaran dia datang ke rumah saya bersama istrinya. Itu yang kedua kalinya dia datang meminta maaf,” ungkap Abdul Wahid.

Abdul Wahid mengatakan peristiwa tersebut juga ia ceritakan kepada sejumlah orang terdekat sebagai bentuk kewaspadaan. Selain itu, ia mengaku melaporkan kejadian tersebut kepada Ustaz Abdul Somad (UAS).

“Saya laporkan ke UAS. Saya bilang situasi saya seperti ini, saya diancam. Tapi saya tidak takut sedikit pun dengan apa yang diancam beliau. Namun, sesuai prinsip saya, saya tidak akan mempertahankan jabatan kalau harus berkelahi dengan teman,” katanya.

Abdul Wahid menegaskan bahwa baginya jabatan bukan sesuatu yang harus dipertahankan dengan mengorbankan persahabatan. “Jabatan bukan sesuatu yang perlu dipertahankan. Saya lebih memilih berteman dan bersahabat daripada mempertahankan jabatan,” ucapnya.

Abdul Wahid mengaku bahkan sempat meminta izin kepada UAS untuk mengundurkan diri sebagai Gubernur Riau dan telah menyiapkan surat pengunduran diri yang akan disampaikan kepada Presiden.

Namun, UAS menolak keinginannya tersebut. “Beliau marah kepada saya. Beliau bilang, ‘Saya mendukung Gubernur Riau bukan karena SF, tetapi karena Pak Wahid. Karena itu saya minta Pak Wahid bertahan’,”  pungkas Abdul Wahid menirukan ucapan UAS.l, seperti diwartakan cakaplah. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • BERANTAS Mafia Pupuk Subsidi, Kejari Siak Dibanjiri Karangan Bunga

    BERANTAS Mafia Pupuk Subsidi, Kejari Siak Dibanjiri Karangan Bunga

    • calendar_month Minggu, 22 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIAK, detak24com – Sejak beberapa hari belakangan, Kantor Kejari Siak dipenuhi karangan bunga apreasiasi pemberantasan mafia pupuk subsidi. Karangan bunga ini sebagai bentuk dukungan elemen masyarakat terhadap kejaksaan, karena berhasil mengungkap kasus mafia pupuk subsidi untuk petani sawit tahun 2021 di Kecamatan Kerinci Kanan. Dari pantauan wartawan, sejak Senin (15/10/23) lalu, satu per satu papan […]

  • LIMA Fakta Horor Kecelakaan Tol Semarang : Enam Kendaraan Ringsek, Honda CRV Nyangkut di Atas Mobil

    LIMA Fakta Horor Kecelakaan Tol Semarang : Enam Kendaraan Ringsek, Honda CRV Nyangkut di Atas Mobil

    • calendar_month Minggu, 1 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SEMARANG, detak24com – Peristiwa mengerikan terjadi di kecelakaan tol Semarang-Solo. Tepatnya di jalur Ungaran arah Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (30/09/23). Dari video yang beredar di media sosial, terlihat sebuah bus, dan di depannya ada dua mobil ringsek. Mobil hitam di depan bus rusak parah. Sedangkan, di atas mobil hitam ada mobil Honda CR-V […]

  • PDIP Dumai rapat konsolidasi. F :. PAB Indonesia.com

    PDIP Teratas, Berikut Elektabilitas Parpol Survei LSJ

    • calendar_month Senin, 28 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    JAKARTA, detak24com – PDIP berdasarkan survei elektabilitas partai politik di Lembaga Survei Jakarta (LSJ) menduduki posisi teratas. Gerindra dan Golkar menyusul di posisi dua dan tiga. Survei LSJ ini dirilis, Senin (28/8/2023). Survei dilakukan pada 14 hingga 24 Agustus 2023 di 34 Provinsi Indonesia. Jumlah responden survei sebanyak 1.200 responden, diperoleh melalui teknik pengambilan sampel […]

  • MANTAN Sekda Pekanbaru Jadi Tersangka Pengrusakan Kebun Sawit Warga

    MANTAN Sekda Pekanbaru Jadi Tersangka Pengrusakan Kebun Sawit Warga

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 30Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau menetapkan mantan Sekda Kota Pekanbaru, MN sebagai tersangka. Ia diduga melakukan pengrusakan tanaman sawit di perkebunan Kecamatan Rumbai. Selain MN, penyidik juga menetapkan satu orang lainnya sebagai tersangka, yakni JS. Atas penetapan tersangka, MN dan JS melayangkan gugatan pra peradilan ke Pengadilan Negeri Pekanbaru. […]

  • Swedia Akhiri Pandemi, Covid-19 Bukan Ancaman, Tes dan Kartu Vaksin Tak Berlaku

    Swedia Akhiri Pandemi, Covid-19 Bukan Ancaman, Tes dan Kartu Vaksin Tak Berlaku

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    Stockholm, detak24.com – Swedia mencabut hampir keseluruhan pembatasan (lockdown) mulai Rabu (09/02/22), di tengah peningkatan kasus. Pemerintah setempat menetapkan Covid-19 bukan ancaman. Sementara, berbagai tes dan kartu vaksin juga tidak diberlakukan lagi. Peningkatan secara dratis angka Covid-19 varian Omicrons yang membuat rumah sakit kewalahan menghadapi pasien di Swedia, tak menyurutkan langkah negara itu untuk mencabut […]

  • Australia v Indonesia 5:1, Garuda Tertunduk Lesu di Negeri Kanguru 

    Australia v Indonesia 5:1, Garuda Tertunduk Lesu di Negeri Kanguru 

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TIMNAS Indonesia harus menerima kenyataan pahit dibantai tuan rumah Australia 5-1 dalam lanjutan ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Bermain di Allianz Stadium, Sydney, Kamis (20/03/25) skuad asuhan Patrick Kluivert meski lebih banyak menguasai bola terutama di babak pertama hingga 64 persen, namun efektifitas anak asuhan Tony Popovic yang memanfaatkan kesalahan-kesalahan lawan, membuat […]

expand_less