Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Siak » Mangsa Ayam dan Kucing, Harimau Sumatera ‘Teror’ Rumah Warga di Mempura 

Mangsa Ayam dan Kucing, Harimau Sumatera ‘Teror’ Rumah Warga di Mempura 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIAK, detak24com – Harimau sumatera terpantau masuk kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Siak. Hewan buas itu memangsa dua ekor ayam dan seekor kucing.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, Novendra Kasmara menceritakan awalnya ia mendapat laporan dari Camat Mempura bahwa ada seseorang warga, Nanang yang melapor melihat harimau masuk ke pekarangan rumahnya.

Harimau tersebut terekam jelas dari CCTV yang dipasang mengarah ke belakang rumah Nanang sekitar pukul 22.19 WIB malam, Jumat (06/02/26).

“Jumat malam itu kami langsung turun ke lokasi karena mendapat laporan dari camat Mempura. Kami juga mendapati adanya jejak kaki harimau di sana,” ujar Novendra, Senin (09/02/26).

Kejadian ini langsung dilaporkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau supaya konflik antara manusia dengan harimau sumatera dapat dimitigasi dan tidak memakan korban lagi.

Ia menceritakan, kemunculan harimau ini kemungkinan rentetan dari kejadian hilangnya tiga ekor kambing milik Masruri yang diduga dimangsa harimau sumatera pada 23 Januari 2026 pekan lalu di lokasi yang sama. Saat itu tim dari BPBD, Camat, TNI dan aparat kepolisian menemukan jejak tapak kaki harimau berukuran 12 cm di sekitar kandang ternaknya.

Dengan kejadian itu, BPBD Siak langsung memasang dua unit kamera trap di sekitar lokasi tersebut.

“Jadi kami sudah pasang kamera trap sejak kejadian awal kemunculan harimau di Mempura 23 Januari. Kemarin ada lagi laporan harimau muncul di lokasi yang sama. Dan setelah kami mau cek kamera trap ada juga tapak kaki harimau yang ukurannya sama dengan sebelumnya,” katanya.

BPBD Siak dan Camat kemudian mengeluarkan surat imbauan kepada warga setempat untuk tidak beraktivitas sendirian pada waktu aktif harimau mulai dari jam 17:00-07:00 WIB. Warga juga diimbau untuk menutupi kandang ternaknya dengan terpal hitam, seng atau memindahkan ternak ke lokasi yang lebih aman.

Warga Cemas

Harimau sumatera masih berkeliaran sekitar pemukiman warga Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau. Terbaru, kemunculan harimau terekam oleh CCTV dari salah satu rumah warga di kampung itu.

Suasana di kampung itu masih mencekam, warga ketakutan untuk beraktifitas di luar rumah karena dibayang-bayangi kemunculan harimau yang tak terduga dan suatu saat bisa mengancam nyawa mereka.

Seperti yang diungkapkan Masruri, pemilik ternak kambing yang pekan lalu pada 2 ekor kambingnya hilang dibawa harimau ke arah semak belakang rumahnya.

Sejak saat itu, ia dan keluarganya selalu cemas untuk beraktifitas di luar rumah pada jam-jam rawan mulai dari 18.00-8.00 WIB, takut hewan buas kembali datang untuk memangsa ternaknya atau bahkan mengancam nyawanya dan keluarganya.

“Bukan kami saja yang resah, tetangga juga resah, mau manen di kebun takut, saya juga was-was kalau mau cari rumput untuk pakan ternak,” ujarnya ditemui di rumahnya, Senin (09/02/26).

Bahkan, ia sering begadang untuk berjaga-jaga dan mengawasi kandang ternaknya. Takut jika kambingnya kembali dimangsa harimau.

“Gara-gara itu saya sekarang sering tidak tidur malam, kalau ada bunyi-bunyi dari arah kandang selalu dicek. Efeknya fisik saya jadi tidak stabil, bahkan saya niat mau jual semua ternak karena sudah tidak kuat lagi,” katanya.

Masruri mengaku ketika ia melaporkan kejadian itu ke pemerintah kecamatan, tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak, TNI dan aparat kepolisian setempat turun mengecek lokasi munculnya harimau di belakang rumahnya, namun BBKSDA hanya memasang kamera trap untuk memantau aktifitas hewan buas tersebut.

“Waktu itu udah pasang kamera trap, tapi ya sekedar itu saja, belum ada upaya untuk menangkap dan memindahkan harimau itu ke habitatnya,” ungkapnya.

Selain itu, harimau baru-baru ini terekam aktifitasnya dari CCTV yang terpasang di rumah Dewi Rahayu, tetangga dekat Masruri. Harimau sumatera terlihat masuk di pekarangan belakang rumah pada Jumat (06/02/26) sekitar jam 22.00 malam.

Ia mengaku, sejak harimau terlihat ia dan keluarganya semakin takut untuk keluar malam, kebetulan kamar mandi dan toiletnya berada di luar rumah berdekatan dengan kandang angsanya di belakang rumah.

“Kami takut jadinya untuk ke WC saja gak berani, sudah tiga hari tidak buang air karena takut kalau harimau itu datang lagi,” ujarnya.

Ia meminta kepada pihak berwenang agar segera mengambil langkah untuk mengevakuasi satwa liar yang dilindungi itu. Ia menilai kemunculan harimau sumatera membuat warga terbatas untuk beraktifitas, apalagi warga yang keseharian di luar rumah seperti berkebun dan sebagainya.

“Ya kami minta tolong harimaunya segera ditangkap dan dipindahkan ke tempat yang aman, kalau seperti ini semua takut untuk ke kebun, ya mau makan apa kerja kami jadinya terhambat,” keluhnya.

Ia menyebut, tim BBKSDA juga sudah meninjau lokasi munculnya harimau di sekitar rumahnya, namun belum melakukan langkah konkrit untuk mengevakuasi harimau itu.

Kepala BPBD Siak, Novendra Kasmara menyampaikan telah berkoordinasi dengan BBKSDA yang memiliki kewenangan untuk menangani satwa dilindungi tersebut. Ia meminta agar BBKSDA melakukan langkah konkrit untuk mengevakuasi satwa itu agar tidak terjadi konflik.

“Kita sudah koordinasi ke BBKSDA, penanganan itu kewenangan mereka karena itu satwa dilindungi. Kami turun langsung ke lokasi bersama aparat dan memberi imbauan ke masyarakat, sembari menunggu bagaimana langkah-langkah apa yang akan dilakukan BBKSDA,” katanya.

Namun setelah ada laporan-laporan warga terkait kemunculan harimau itu, sampai saat ini pihak BBKSDA belum ada tindak lanjut.

“Ya kita harapkan BBKSDA gerak cepat untuk memitigasi sebelum terjadi konflik, ini sudah darurat masyarakat sudah terganggu aktifitasnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBKSDA Riau, Supartono mengatakan pihaknya sudah menanggapi laporan dari warga dan pemerintah kabupaten terkait kemunculan harimau sumatera tersebut. Saat ini telah dipasang kamera trap di tiga titik pada lokasi penampakan harimau.

“Kami terus memantau aktifitas satwa tersebut dengan memasang dua kamera sejak 23 Januari, dan menambah satu unit kamera trap pada 7 Februari setelah warga melapor melihat penampakan harimau dari CCTV kemarin,” kata Supartono melalui keterangan persnya.

Ia menyebut lokasi konflik antara harimau sumatera dengan manusia berada di kawasan APL. Analisis pergerakan menunjukkan satwa itu mengarah ke kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang berjarak sekitar 1,3 km dari lokasi, yang merupakan koridor menuju Taman Nasional (TN) Zamrud.

“Tim telah melakukan langkah preventif dengan mengimbau warga untuk menghindari aktifitas sendirian dan tetap berada di dalam rumah pada jam aktif satwa. Memasukkan ternak ke kandang dan menutup sekeliling kandang dengan terpal atau seng untuk membatasi pandangan satwa,” imbuhnya, dikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Bengkalis Bagus Santoso Diberikan Gelar Kehormatan Keluarga Suku Batak

    Wabup Bengkalis Bagus Santoso Diberikan Gelar Kehormatan Keluarga Suku Batak

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24.com — Wakil Bupati Bengkalis, DR Bagus Santoso bersama istri Siti Aisyah menerima gelar kehormatan marga Batak, Selasa (15/04/25). Gelar kehormatan ini diperoleh Bagus Santoso saat kunjungan Wali Kota Pematang Siantar, Wesly Silalahi bersama Wakil Walikota Pematang Siantar, Herlina. Baca juga : Soal Gadai Hp, Emak-emak di Bantan Bengkalis Bersimbah Darah Dikampak Suami, Korban […]

  • Heboh Tahanan Narkoba Tewas di Rutan Rengat, Ini Sebabnya!

    Heboh Tahanan Narkoba Tewas di Rutan Rengat, Ini Sebabnya!

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHU, detak24com – Seorang tahanan narkoba dilaporkan tewas di Rutan Rengat. Korban merupakan titipan dari kejaksaan setempat, serta belum sidang. Tahanan dalam perkara narkotika tersebut bernama Rian Donny Hutapea alias Doni (45). Ia dinyatakan meninggal dunia saat menjalani masa tahanan di Rutan Rengat akibat sakit yang dideritanya. Hal tersebut juga tertuang dalam surat keterangan kematian […]

  • POLISI Bekuk Penjarah Toko Ponsel Fajar Store Pekanbaru

    POLISI Bekuk Penjarah Toko Ponsel Fajar Store Pekanbaru

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang maling penjarah toko ponsel  Fajar Store di Jalan Delima Pekanbaru ditangkap. Tersangka berhasil membawa puluhan handphone, dengani kerugian capai setengah miliaran. Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra, Kamis (21/3/2024). Ia membenarkan pelaku saat ini sudah berhasil ditangkap. “Sudah diamankan, kini pelaku masih dalam perjalanan dari Aceh […]

  • Sebut Kambing ke Pelanggan, Warga Pagar Alam Jual Daging Kucing 100 Ekor Lebih

    Sebut Kambing ke Pelanggan, Warga Pagar Alam Jual Daging Kucing 100 Ekor Lebih

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PALEMBANG, detak24com – Polisi menangkap pria bernama Sujady (55) usai menjagal ratusan kucing di Pagar Alam, Sumsel. Pelaku menjual dagingnya seharga Rp 100 ribu per kilogram. “Pelaku ditangkap Kamis lalu. Menurut keterangan, pelaku ini sudah melakukan penjagalan atau pemotongan hewan ini kurang lebih 4 bulan dan sudah lebih dari 100 kucing dipotong,” kata Kapolres Pagar […]

  • Karhutla Hanguskan 15 Hektare Lahan Dua Kecamatan di Dumai 

    Karhutla Hanguskan 15 Hektare Lahan Dua Kecamatan di Dumai 

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Karhutla menghanguskan 15 hektare lahan di dua kecamatan wilayah Dumai. Kebakaran terjadi sejak Ahad (31/08/25) lalu. Kepala Tim Pemadam BPBD Riau, Abdul Razak mengatakan, titik api berada di dua lokasi yaitu Kecamatan Dumai Timur dengan lahan terbakar seluas 5 hektare dan Kecamatan Sungai Sembilan 10 hektare. BPBD Riau mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari […]

  • HARI Terakhir, KPU Riau Tunggu Pendaftaran Caleg hingga Tengah Malam

    HARI Terakhir, KPU Riau Tunggu Pendaftaran Caleg hingga Tengah Malam

    • calendar_month Minggu, 14 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 24Komentar

      PEKANBARU, detak24com – Hingga Sabtu (13/05/23), KPU Riau baru menerima sembilan Parpol yang mendaftarkan Bacaleg. Untuk bakal calon DPD RI sudah ada 28 orang. Anggota KPU Riau Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Riau, Joni Suhaidi menyebutkan, masih ada waktu pendaftaran terakhir hari ini. Pihaknya masih membuka kesempatan bagi bakal calon anggota DPD dan Parpol […]

expand_less