DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Ada Bunyi Tembakan, Video Debt Collector Berpistol Viral di Pekanbaru

Tangkapan layar video debt collector acungkan pistol kepada nasabah di Pekanbaru. f : ist

PEKANBARU, detak24com – Sebuah video keributan debt collector berpistol viral di media sosial. Dalam tayangan, terlihat seorang pria mengacungkan senjata api kepada nasabah dan terdengar suara tembakan.

Peristiwa yang terekam dalam video berdurasi 27 detik itu terjadi pada Selasa (23/12/25) sekitar pukul 18.30 WIB, di Jalan Arifin Achmad, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, tepatnya di Cucian Maycel.

Menindaklanjuti video yang menghebohkan publik itu, Satreskrim Polresta Pekanbaru langsung melakukan klarifikasi terhadap para pihak terkait.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah menyampaikan, peristiwa tersebut melibatkan GU dan SW.

“Peristiwa dipicu oleh persoalan sisa pembayaran uang muka (DP) pembuatan bak karoseri satu unit mobil Mitsubishi Canter warna kuning tipe F 74 HD dengan nilai Rp 20.700.000,” ujar Kasat, Kamis (25/12/25).

Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika GU menagih sisa pembayaran DP kepada SW. Kedua belah pihak kemudian sepakat untuk bertemu pada hari kejadian di Cucian Maycel guna membahas penyelesaian permasalahan tersebut.

Satu unit mobil Mitsubishi Canter warna kuning F 74 HD dibawa oleh supir SW dari bengkel servis PT Pekanbaru Berlian Motor menuju Cucian Maycel atas perintah Gusti.

Menurut keterangan GU, langkah itu dilakukan karena sebelumnya telah terjalin komunikasi dengan SW terkait penyelesaian sisa pembayaran DP pembuatan bak karoseri. Setibanya di lokasi, GU meminta kunci kendaraan kepada supir SW

Sekitar satu jam kemudian, saat GU sedang berada di kantin Cucian Maycel, ia didatangi kurang lebih 15 orang yang mengaku sebagai pihak SW.

“Kedatangan rombongan tersebut kemudian memicu perdebatan. Pihak SW mempertanyakan alasan pengambilan kunci kendaraan dan pemindahan mobil ke lokasi tersebut,” jelasnya.

Dalam perdebatan tersebut, pihak SW menyampaikan keberatan dan menyatakan bahwa apabila terdapat permasalahan tunggakan, seharusnya kendaraan dibawa ke gudang perusahaan pembiayaan terkait, yakni Adira, bukan ke Jalan Arifin Achmad.

Pihak SW kemudian meminta agar kunci mobil dump truck tersebut dikembalikan. Namun, saat kunci yang berada di dalam tas milik Gu yang diletakkan di atas meja hendak diambil, GU menolak menyerahkannya.

“Penolakan tersebut memicu cekcok mulut yang berujung pada aksi dorong-dorongan antara GU dan pihak SW,” katanya.

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video dan kemudian beredar luas hingga viral di media sosial. Video itulah yang memicu berbagai tanggapan dan spekulasi dari masyarakat.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengambil langkah awal dengan melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait.

“Sejauh ini sudah empat orang dimintai keterangan untuk pendalaman peristiwa tersebut,” pungkas Kasat dikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : Kar