Unand Dampingi Literasi Keuangan dan Transformasi Digital UMKM Koto Gadang
Kegiatan pendampingan UMKM Sulaman dan Cici Silver di Koto Gadang, Agam. f : ist
AGAM, detak24com – Kerajinan silver dan sulaman selendang Koto Gadang, Kabupaten Agam telah lama menjadi primadona suvenir dari Sumatera Barat. Keindahan detail ukiran peraknya serta motif sulaman tangan yang khas, sangat diminati minat wisatawan lokal dan konsumen luar negeri.
Keunikan teknik pembuatan, nilai seni yang tinggi, serta warisan budaya yang melekat menjadikan kerajinan ini sebagai salah satu ikon paling representatif dalam peta wisata kreatif Sumatera Barat.
Sebagai kawasan yang sarat nilai historis dan budaya, Koto Gadang Sumatera Barat dikenal memiliki daya tarik wisata yang kuat. Mulai dari keindahan alam, jejak sejarah, hingga kerajinan tangan yang sudah melegenda.
Keberadaan UMKM Sulaman dan Silver Cici Koto Gadang menjadi bagian penting dalam mendukung ekosistem wisata tersebut. Produk mereka acap menjadi pilihan utama wisatawan sebagai buah tangan yang bernilai seni dan simbol identitas Minangkabau.
Namun, di tengah meningkatnya persaingan industri kreatif dan perubahan perilaku konsumen yang semakin digital, para pengrajin menghadapi tantangan dalam pengelolaan usaha, terutama terkait literasi keuangan dan pemasaran digital.
Banyak pelaku UMKM yang masih menggabungkan keuangan pribadi dan usaha, belum memiliki pembukuan sederhana, serta rentan terhadap tawaran pinjaman online berbunga tinggi dan ilegal.
Di sisi lain, potensi pemasaran melalui media sosial belum dimanfaatkan secara optimal, padahal platform tersebut menjadi saluran utama bagi wisatawan dan kolektor kerajinan dalam mencari produk lokal.
Melihat kondisi ini, kehadiran akademisi menjadi semakin penting untuk menawarkan solusi yang relevan dan berkelanjutan. Tim pengabdian dari Departemen Vokasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, hadir memberikan pelatihan terpadu bagi para pelaku UMKM Sulaman dan Silver Cici Koto Gadang, Kamis (04/12/25).
Pelatihan yang diberikan oleh dosen Departemen Vokasi Unand yaitu Novi Amelia SE MSAk dan Nurul Afifah Usman ST MM, dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga untuk memperkuat posisi kerajinan lokal sebagai bagian penting dari ekosistem wisata Sumatera Barat.
Pelatihan literasi keuangan yang difasilitasi oleh Novi Amelia, dimulai dengan penyampaian konsep dasar pengelolaan keuangan usaha. Peserta diajak memahami pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan transaksi sederhana, hingga perhitungan biaya operasional.
Materi kemudian dilanjutkan pada pencegahan risiko pinjaman berbunga tinggi dan ilegal melalui studi kasus nyata. Sehingga, peserta dapat mengenali ciri-ciri pinjaman ilegal, mulai dari bunga tidak transparan hingga metode penagihan yang meresahkan.
“Edukasi mengenai alternatif pembiayaan formal seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga diberikan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam mengambil keputusan finansial yang aman dan rasional,” ujar Novi Amelia dalam paparannya.
Selanjutnya, sesi pemasaran digital yang dipandu oleh Nurul Afifah Usman ST MM, memberikan pemahaman strategis tentang pemanfaatan media sosial. Khususnya memaksimalkan platform Instagram dan Facebook melalui feature ads, sebagai etalase digital bagi produk sulaman dan perak.
“Peserta dapat mempelajari cara menentukan target audiens, merancang konten kreatif, hingga teknik story telling yang menonjolkan nilai budaya produk,” ungkap narasumber.
Pada sesi praktik, peserta dibimbing langsung untuk mengambil foto produk, membuat caption promosi, dan menyusun kalender konten mingguan agar pemasaran dapat berjalan konsisten dan efektif.
Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM memperoleh peningkatan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam operasional usaha. Literasi keuangan yang lebih baik membantu pengrajin menjaga keberlanjutan usaha. Sementara, penguatan pemasaran digital membuka peluang lebih luas untuk menjangkau wisatawan dan konsumen di luar daerah.
Pada akhirnya, intervensi ini bukan hanya meningkatkan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga memperkokoh posisi Koto Gadang sebagai pusat wisata kerajinan unggulan. Sekaligus memperkuat kontribusi sektor UMKM terhadap perekonomian kreatif Sumatera Barat. (Dion)
Editor : kar
