Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » VIRAL » 8 Wartawan Dipukul serta Diseret Saat Liput Demo Tolak UU TNI di DPRD Malang 

8 Wartawan Dipukul serta Diseret Saat Liput Demo Tolak UU TNI di DPRD Malang 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, detak24com – Delapan jurnalis dari lembaga pers mahasiswa (LPM) berbagai perguruan tinggi jadi korban kekerasan saat meliput unjuk rasa menolak UU TNI di depan Gedung DPRD.

Demonstrasi tersebut diwarnai kericuhan, dan delapan jurnalis mahasiswa tersebut dibentak, dimaki-maki, diseret, dan dipukuli. Pelakunya diduga aparat keamanan gabungan polisi dan militer.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kota Malang, Delta Nishfu membenarkan ada delapan jurnalis mahasiswa, termasuk dia yang mengalami kekerasan. 

Saat kejadian, mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang itu sedang mendokumentasikan aksi massa pendemo dalam jarak dekat, tepatnya di area bundaran tugu balai kota, dengan menggunakan telepon genggam. Tiba-tiba ia ditarik dan diseret. Kejadiannya sekitar pukul 18.40 WIB atau saat aparat menyerang demonstran.

“Tanganku memar, enggak bisa nyetir (sepeda motor) karena waktu kejadian aku sempat diseret, terus dipukuli dan hampir dibawa (diamankan) polisi,” kata Delta kepada Tempo, dikutip Rabu (26/03/25).

Dia menduga, pelaku yang menangkap, memukul, dan menyeretnya adalah aparat tidak berseragam biasa sebanyak empat orang. Semua berbadan kekar. Ia tak sempat menghitung aparat berseragam yang ikut mengerumuninya. 

Tujuh temannya juga mengalami kekerasan. Berdasarkan informasi yang diterima Tempo, dua jurnalis mahasiswa dari Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) Inovasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim alias UIN Malang sempat digebuki saat mendokumentasikan aksi aparat mengejar massa pendemo dari area taman di seberang balai kota. Mereka mengalami memar di bagian paha dan badan. 

Lalu, ada anggota LPM Kavling 10 Universitas Brawijaya yang dipukuli di bagian kepala dan punggung. Pemukulan baru berhenti setelah anggota Kavling 10 ini menunjukkan kartu pers. 

Kekerasan juga dialami aktivis pers mahasiswa saat mereka berjalan meninggalkan lokasi unjuk rasa, seperti yang dialami dua awak Kavling 10. Keduanya mendapat tindakan represif saat di depan Hotel Splendid. Memang tiada luka berdarah, tapi seorang korban mengalami bengkak di bagian kaki dan seorang lagi benjol kepalanya. 

Aksi unjuk rasa itu semula berjalan lancar dan damai. Massa yang menamakan diri Arek-Arek Malang berorasi dan memeragakan aksi teatrikal. Orasinya bertema penolakan UU TNI yang menurut mereka hanya merusak demokrasi dan bisa mengembalikan Indonesia ke suasana era Orde Baru. Penolakan juga mereka ekspresikan melalui coretan-coretan di aspal, serta menempelkan pamflet di tembok pagar gedung DPRD Kota Malang. 

Mereka juga membawa berbagai spanduk berisi tuntutan mereka, seperti menolak pemberlakuan UU TNI dan adili mantan Presiden Joko Widodo. 

Saat pendemo beraksi, aparat gabungan dari Kepolisian Resor Malang Kota, Komando Distrik Militer (Kodim) 0833/Kota Malang, serta Satuan Polisi Pamong Praja Kota Malang tampak sudah sangat bersiaga. 

Situasi berubah makin memanas saat massa mulai membakar berbagai barang di luar tembok pagar dan halaman gedung DPRD. Mereka juga melempar petasan. 

Berdasarkan kronologi aksi demonstrasi pada  Ahad (23/03/25) petang itu, seperti yang dibagikan oleh akun X Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Pos Malang, aksi berlangsung dengan tertib hingga sekitar pukul 17.45, bertepatan dengan waktu azan magrib. 

Para pendemo sempat sejenak menghentikan aksi untuk berbuka puasa bersama hingga sekitar pukul 18.00. Setelah itu, mereka melanjutkan dengan aksi teatrikal simbolis selama kurang lebih 15 menit.

Setelahnya situasi makin memanas sampai akhirnya aparat kepolisian dan TNI merangsek dan menyisir seluruh lokasi unjuk rasa, serta membubarkan massa di sekitar balai kota, tepatnya di Jalan Gajahmada (jalan pemisah balai kota dan gedung parlemen), Jalan Suropati, Jalan Sultan Agung, dan Jalan Pajajaran. 

Penyisiran di Jalan Gajahmada dilakukan sekitar dua pleton personel gabungan yang membawa tongkat pemukul. Akibatnya, sejumlah peserta aksi ditangkap, diintimidasi, dan dipukuli. 

“Tim medis, pers dan pendamping hukum yang bersiaga di halte Jalan Kertanegara juga mendapati pemukulan, kekerasan seksual dan ancaman pembunuhan (verbal). Sejumlah gawai massa aksi dan tim medis dirampas, begitu pula dengan alat kelengkapan medis. Sementara itu sejumlah kawan yang sudah menyelamatkan diri disweeping, dipukul dan diculik oleh aparat berpakaian preman,” demikian ditulis YLBHI Pos Malang., dikutip detak24com dari tempo.co. (*)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kawasan Dieng Diselimuti Salju, Suhu Minus 1 Derajat-Kentang Mati

    Kawasan Dieng Diselimuti Salju, Suhu Minus 1 Derajat-Kentang Mati

    • calendar_month Minggu, 3 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    Jateng, detak24.com – Fenomena embun beku seperti salju atau yang dikenal dengan sebutan embun upas mulai muncul di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Peristiwa itu terjadi seiring dengan penurunan suhu udara. Dikutip Ahad (03/07/22), Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Alif Faozi, mengatakan fenomena embun […]

  • Usai Diparang Korban Dibenam Sampai Tewas, Pembunuhan Operator Pompong di Desa Api Api Bengkalis 

    Usai Diparang Korban Dibenam Sampai Tewas, Pembunuhan Operator Pompong di Desa Api Api Bengkalis 

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Seorang operator pompong tewas mengenaskan dalam kanal sebuah perusahaan di Desa Api Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Bengkalis. Semula diduga laka kerja, ternyata kasus tersebut murni pembunuhan. Korban diparang tersangka hingga diceburkan ke dalam kanal sampai tewas. Baca juga : Viral Bokep Sahroni dengan Nafa Urbach, Fakta atau Akal-akalan Netizen? Dikutip Ahad (21/09/25), […]

  • Bendera Setengah Tiang di Rumah Bupati Way Kanan Lampung 

    Bendera Setengah Tiang di Rumah Bupati Way Kanan Lampung 

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    LAMPUNG, detak24com – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Way Kanan, Lampung. Bupati Abdul Rahman yang baru dilantik tiba-tiba meninggal dunia. Informasi dirangkum Rabu (12/03/25), Bupati Way Kanan periode 2025-2030, Ali Rahman meninggal dunia di RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung pada Senin, 10 Maret 2025, sekitar pukul 11.05 WIB siang. Kabar duka ini dengan cepat menyebar dan […]

  • Beruang Madu Teror Pemukiman Warga di Desa Makmur Sejahtera Kampar 

    Beruang Madu Teror Pemukiman Warga di Desa Makmur Sejahtera Kampar 

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAMPAR, detak24com – Seekor beruang madu jantan (Helarctos malayanus) yng sempat berkeliaran dan meneror pemukiman warga di Desa Makmur Sejahtera, Gunung Sahilan berhasil dievakuasi. Evakuasi dilakukan secara cepat dan terkoordinasi bersama Pemerintah Desa Makmur Sejahtera, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta didukung mitra konservasi seperti Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) dan Yayasan Arsari. Kepala BBKSDA Riau, Supartono […]

  • Razia Malam Minggu, Polisi Cokok Tiga Pengedar di Kampung Narkoba Pekanbaru

    Razia Malam Minggu, Polisi Cokok Tiga Pengedar di Kampung Narkoba Pekanbaru

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polisi ringkus tiga pengedar saat penggerebekan kampung narkoba Pangeran Hidayat, Pekanbaru, Sabtu (19/10/24) malam minggu sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam operasi tersebut, tiga pelaku ditangkap saat sedang melakukan transaksi jual beli narkoba. Ketiga pelaku yang ditangkap adalah AP (24), MS (24) dan RS (30), yang langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. […]

  • Bukan Buah Jagung, Petani Palembayan Agam Temukan Tengkorak di Kebun

    Bukan Buah Jagung, Petani Palembayan Agam Temukan Tengkorak di Kebun

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PALEMBAYAN, detak24.com – Kerangka manusia ditemukan di kawasan Subarang Aia, Jorong Subarang aia, Nagari Selareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 13.40 WIB. Kerangka tersebut ditemukan oleh 2 orang petani jagung yang sedang membersihkan lahan tanaman mereka dari gulma. Penemuan itu lalu dilaporkan kepada pihak kenagarian dan kepolisian setempat. Wali Nagari Salareh Aia […]

expand_less