DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

TERSANGKA Kilang Dumai Meledak Prapidkan Polda Riau, Begini Keterangan Saksi Ahli!

“Penyidik haruslah dapat membuktikan adanya minimal dua alat bukti (secara kuantitas). Minimal dua alat bukti tersebut harus memiliki korelasi dengan dugaan tindak pidana yang dituduhkan (alat bukti harus berkualitas),” ujar saksi.

Sesuai pasal 51 ayat 1 KUHP,  kata saksi, terhadap perbuatan menjalankan perintah tidak dapat dipidana atau dalam penyidikan tidak patut ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, saksi ahli Korosi, Karyanto Herlambang ST MT, dari Institut Teknologi Sains Bandung. .Terkait dalam perkara ini, kuasa pemohon kepada saksi ahli mengatakan bahwa kedua pemohon/pekerja (IR alias R dan Wn) dari PT BKI adalah bertugas melakukan tiknes atau mengukur pipa di dalam Kilang Pertamina terkait kasus yang disangkakan kepada pemohon.

Bahwa pada tanggal 3 Oktober 2022, ada permintaan dari Pertamina untuk mentiknes kepada pemohon (IR alias R dan WN). Setelah selesai membuka insulasi pipa, pemohon (IR alias R dan Wn) melakukan tiknes.

Ssetelah dilakukan tiknes atau pipa sudah diukur oleh pemohon, maka pemohon (WN) bertanya kepada pihak Pertamina bagian Maintenance Area (MA) apakah pipa yang di tiknes akan diinsulasi? Namun pihak Pertamina (MA) sebut tidak karena insulasi tersebut nanti akan ditutup oleh Maintenance Area (MA).

Pihak Pertamina yangg dimaksud adalah berinisial RH selaku Inspektor Area 211/212, Kemudian RH disebut sudah mengirimkan email untuk melakukan insulasi pipa kepada pihak MA2. Bukti surat email inipun ditunjukkan oleh kuasa pemohon kepada hakim dalam sidang tersebut.

Dan ketika kuasa pemohon bertanya kepada saksi ahli Karyanto Herlambang soal pipa meledak terkait kasus ini, pemohon ditersangkakan karena membuka insulasi pipa dan tidak dipasang kembali.

Namun, kata saksi ahli bukan sebab insulasi tak terpasang sehingga pipa meledak. Melainkan, tergantung daya tahan pipa tersebut. “Walau pipa sudah diinsulasi kalau pipa sudah korosi bisa terjadi ledakan,” terang ahli menambahkan.

Sementara, saksi dari penyidik Polda Riau, Rivi mengatakan pihaknya dalam menetapkan kedua tersangka telah sesuai prosedur. Baik pemeriksaan saksi, alat bukti serta gelar perkara..

Sebagaimana diketahui dalam sidang, pipa meledak setalah usai dilakukan tiknes tanggal 3 Oktober 2022 setelah itu 6 (enam) bulan kemudian 1 April 2023 pipa meledak. ***

Editor : Kar

 

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *