Puluhan Murid SD Keracunan Makan Gratis, Pengelola MBG Tembilahan Minta Maaf!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
- visibility 1
- comment 1 komentar
- print Cetak

Pengelola MBG Tembilahan menjenguk murid SD keracunan makanan. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEMBILAHAN, detak24com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang menyampaikan permohonan maaf atas kasus dugaan keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 27 murid SD di Tembilahan.
Nurmila, Penanggung Jawab Dapur SPPG Kembang, menyampaikan permohonan maafnya kepada para korban dan keluarga. Mereka berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah hasil uji laboratorium keluar.
“Terkait musibah tersebut, saya sebagai penanggung jawab memohon maaf sebesar-besarnya, terutama kepada adik-adik yang terkena musibah dan keluarga. Kepada masyarakat Tembilahan serta seluruh warga Kabupaten Inhil, kami juga memohon maaf yang setulus-tulusnya,” ujar Nurmila, Sabtu (23/08/25).
Ia menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab dugaan keracunan.
“Kami belum mengetahui penyebab pastinya dan tidak bisa menyimpulkan salah satu bahan sebelum ada hasil pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.
Terkait insiden ini, Muhammad Guntur, Ketua Yayasan Kawah Insan Cendikia sekaligus Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), menegaskan bahwa pihak yayasan dan SPPG akan menanggung penuh seluruh biaya perawatan para korban.
“Kami pastikan seluruh biaya perawatan yang terdampak ditanggung sampai sembuh,” tegasnya.
Berdasarkan data dari RSUD Puri Husada Tembilahan, per Sabtu siang, 27 anak masih dirawat. Direktur RSUD, Rahmad Susanto, merinci korban berasal dari SD 032 (18 orang), SD 008 (5 orang), SD Muhammadiyah (1 orang), SMA Negeri 1 Kota (1 orang), TK Faturrahman (1 orang), dan keluarga petugas program MBG (1 orang).
Alhamdulillah, kondisi pasien sudah mulai membaik. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera dipulangkan,” kata Rahmad.
Pihak SPPG Kembang dan Yayasan Kawah Insan Cendikia bersama aparat setempat juga telah menjenguk para korban yang dirawat di RSUD Puri Husada maupun Rumah Sakitnya 3M, dikutip dari halloriau. (Red)
Editor : Kar











