Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kemenkes Longgarkan Prokes, Jelang Masuk Endemi Covid-19

Kemenkes Longgarkan Prokes, Jelang Masuk Endemi Covid-19

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 10 Mar 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24.com – Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dalam menyusun roadmap atau peta jalan menuju endemi, bakal ada kebijakan pelonggaran protokol kesehatan standar.

Namun demikian, kata Nadia, pelonggaran protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker tak akan diterapkan secara bersamaan.

Ia mengatakan, pelonggaran terhadap protokol kesehatan akan dinilai sesuai dengan kondisi perkembangan kasus Covid-19.

“Beberapa hal seperti penggunaan masker nanti kita lihat seperti apa. Terutama, kita tidak akan melakukan pelonggaran (prokes) secara bersamaan,” kata Nadia dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (8/3/2022).

Nadia mengatakan, pelonggaran protokol kesehatan seperti menjaga jarak tak menutup kemungkinan untuk dilakukan, terutama dalam kegiatan ibadah.

Ia mencontohkan, masyarakat bisa melaksanakan ibadah salat di masjid tanpa menjaga jarak, namun, masing-masing harus membawa perlengkapan pribadi.

“Seperti aktivitas di tempat ibadah karena kita mau memasuki Ramadhan, mungkin jaga jarak sudah tidak dijadikan indikator. Sehingga kemudian jaga jarak ini bisa dikurangi, tapi tetap menggantikan dengan semua jemaah harus bawa sejadah sendiri, seperti itu,” ujarnya.

Di samping itu, Nadia menjelaskan, dalam menyusun roadmap menuju endemi, pihaknya harus melakukan dua fase yaitu pengendalian pandemi dan pra-endemi.

Ia mengatakan, dalam fase pengendalian pandemi terdapat beberapa indikator yang ditetapkan yaitu transmisi lokal berada di Level 1, cakupan vaksinasi mencapai 70 persen, dan pelaksanaan 3T (testing, tracing dan treatment) dilakukan sesuai standar.

“Pada prinsipnya kita mencari titik keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan non kesehatan. Karena ini harus sinergis keduanya,” ucap dia.(kpc)

Editor : kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Bocah Dipaksa Mengemis di Pangkalan Kerinci, Orangtua Korban Ditangkap 

    Tiga Bocah Dipaksa Mengemis di Pangkalan Kerinci, Orangtua Korban Ditangkap 

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Polisi menangkap SM dan MM, tersangka eksploitasi tiga orang anak di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Informasi dirangkum Ahad (14/06/26), kedua tersangka adalah orangtua korban yang memaksa tiga anak mereka mengemis, mengamen hingga jadi manusia silver hingga larut malam. Setiap hari para korban wajib menyetor hingga Rp 250 ribu. Ketiga korban berinisial MH […]

  • Bad moods could be contagious among ravens

    Bad moods could be contagious among ravens

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2019
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Atqui eorum nihil est eius generis, ut sit in fine atque extrerno bonorum. Non autem hoc: igitur ne illud quidem. Atque haec coniunctio confusioque virtutum tamen a philosophis ratione quadam distinguitur. Utilitatis causa amicitia est quaesita. Sed emolumenta communia esse dicuntur, recte autem facta et peccata non […]

  • APES! Pria Ini Tertangkap Gegara Curi Lempengan Besi Becak

    APES! Pria Ini Tertangkap Gegara Curi Lempengan Besi Becak

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 9Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Warga Pekanbaru inisial HF (37) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian, karena mencuri lempengan besi becak di Jalan Pesantren. Namun, di balik kasus pencurian tersebut, HF mengaku kalau aksi itu terpaksa dilakukannya demi menghidupi anak dan istri. Kanit Reskrim Polsek Tenayan Raya, Iptu Dodi Vivino, Senin (19/12/22),  menerangkan aksi tersebut dilakukan HF pada […]

  • NAHAS! Petani Rohul Meregang Nyawa Tertembak Senapan Angin, Saat Nunggu Padi

    NAHAS! Petani Rohul Meregang Nyawa Tertembak Senapan Angin, Saat Nunggu Padi

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    ROHUL, detak24.com – Nasib sial menimpa seorang petani di Desa Serembou Indah, Kecamatan Rambah Hilir, Rohul. Ia tewas akibat tertembak senapan angin miliknya yang diduga bisa meletus sendiri. Kapolres Rokan Hulu, AKBP Pangucap Priyo Soegito, Selasa (24/01/23) mengungkapkan, korban bernama Kalidangan Siagian (36) meninggal dunia akibat tertembak senapan angin miliknya pada Senin (23/01/23). Korban yang […]

  • Diresmikan Kapolri, Polres Dumai Bangun Jembatan Merah Putih Presisi di Jalan Paris Kelurahan Sukajadi 

    Diresmikan Kapolri, Polres Dumai Bangun Jembatan Merah Putih Presisi di Jalan Paris Kelurahan Sukajadi 

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    DUMAI, detak24com – Polres Dumai mengikuti zoom meeting peresmian Jembatan Merah Putih Presisi, sekaligus ground breaking 83 jembatan serupa di seluruh kabupaten/kota Provinsi Riau, Selasa (17/03/26). Kegiatan dipimpin langsung Kapolri Listyo Sigit Prabowo dilaksanakan sekitar pukul 13.00 WIB. Berlangsung di lokasi Jembatan Merah Putih Presisi Kota Dumai, Jalan Paris, Gang Selamat, Kelurahan Sukajadi, Dumai Kota. […]

  • RATUSAN PELAJAR Ponorogo Hamil di Luar Nikah, Ini Tanggapan Pemerhati Anak!

    RATUSAN PELAJAR Ponorogo Hamil di Luar Nikah, Ini Tanggapan Pemerhati Anak!

    • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    DETAK24.COM – Ratusan pelajar di Ponorogo hamil di luar nikah, sebuah kondisi yang sangat miris. Ini perlu dicarikan jalan keluarnya, agar anak-anak tak terjebak ke dalam pergaulan bebas. Pemerhati anak, Retno Listyarti mengatakan jumlah angka perkawinan anak berstatus pelajar dengan alasan sudah hamil duluan meningkat di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Ia menyebut rata-rata anak yang […]

expand_less