DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Gempar Petani Tua Gantung Diri di Kandang Sapi Bukit Kapur Dumai 

Petani tua gantung diri di Dumai. f : ist

DUMAI, detak24com – Seorang pria tua ditemukan tewas di sebuah kandang hewan Jalan Pinang Merah, Kecamatan Bukit Kapur, Senin (11/08/25) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Pria mengenakan baju kaos belang-belang dan celana panjang berwarna dongker diketahui bernama Mujiono (62), petani beralamat di Jalan Pinang Merah RT.007 Bukit Kapur.

Korban ditemukan dalam posisi tergantung dengan tali terikat di leher. Temuan ini sontak menarik perhatian warga sekitar dan berbondong-bondong ke lokasi.

Seorang warga Dumai, Ambrizal menyebut, penemuan yang menggegerkan itu sudah diketahui oleh pihak kepolisian.

Dikatakannya pihak kepolisian juga telah melakukan identifikasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kepolisian langsung melakukan olah TKP tadi pagi,” ujar Ambrizal, Senin (11/08/25).

Kronologis Kejadian

Pada hari Ahad tanggal 10 Agustus 2025 sekira pukul 18.00 WIB, pada saat saksi I berada di rumahnya Jalan Pinang Merah, RT 007, Kelurahan Bukit Kapur, Kecamatan Bukit Kapur, Dumai melihat ayahnya (korban) pulang ke rumah. Selanjutnya saksi I melihat korban mandi, setelah mandi lalu korban makan malam.

Kemudian sekira pukul 20.00 WIB, saksi I melihat korban duduk di ruang televisi sambil bermain handphone. Kemudian anak korban masuk dalam kamar dan tertidur sekira pukul 22.00 WIB.

Pada hari Senin tanggal 11 Agustus 2025 sekira pukul 06.30 WIB, saksi hendak mencuci muka di kamar mandi, dia  melihat sang ayah sudah dalam keadaan tergantung.

“Leher korban terikat oleh tali di kandang sapi yang tidak terpakai yang berada tepat di belakang rumah korban,” ungkap sumber di kepolisian.

Setelah melihat kejadian tersebut saksi I langsung menghubungi pakdenya (saksi II). Kemudian saksi II langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Bukit Kapur.

Sekira pukul 08.00 WIB, Polsek Bukit Kapur bersama Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Dumai tiba di lokasi kejadian. Selanjutnya langsung melakukan pengamanan dan olah TKP, lalu didapatkan informasi dari pihak keluarga bahwa korban sedang mengalami gangguan kejiwaan selama kurang lebih 20 tahun.

“Sampai saat sekarang ini keterangan keluarganya, korban masih mengkonsumsi obat-obatan,” jelas saksi.

Kemudian setelah dilakukan olah TKP pihak keluarga meminta untuk melaksanakan visum lalu pihak kepolisian meminta bantuan dokter.

Hasil visum, ditemukan adanya bekas jeratan di bagian leher korban, alat kelamin korban mengeluarkan cairan sperma, tidak ditemukan luka serta tak ada tanda-tanda kekerasan.

“Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi, dan akan segera dimakamkan,” pungkas saksi. (Red)

Editor : Kar