Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » ARIF RACHMAN Sesenggukan di Depan Hakim, Menyesal Punya Atasan Ferdy Sambo

ARIF RACHMAN Sesenggukan di Depan Hakim, Menyesal Punya Atasan Ferdy Sambo

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24.com – Salah seorang terdakwa obstruction of justice kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Arif Rachman Arifin menangis di dalam sidang. Ia menyesal punya atasan dan sangat takut pada Ferdy Sambo.

Mantan anak buah Ferdy Sambo ini memilih berkata jujur dan terbuka terkait dengan peran Ferdy Sambo di perintangan penyidikan pembunuhan Yosua.

Istri terdakwa Arif takut jika Ferdy Sambo marah dan berimbas pada keselamatan keluarga.

Awalnya Ketua Majelis Hakim, Akhmad Suhel mengatakan Arif menjadi terdakwa pertama yang diperiksa karena dinilai jujur. 

Diketahui dari keenam terdakwa  obstraction of justice, Arif Rachman termasuk terdakwa yang berani beberapa kali menyangkal keterangan Ferdy Sambo. 

Begini, saya beritahu ke Saudara, kenapa kami meminta Saudara yang pertama (diperiksa), karena saya melihat ada kejujuran di Saudara,” ujar Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (14/01/23).

“Itu sebabnya saya minta Anda yang pertama, saya bisa pahami bagaimana perasaan Saudara. Itulah sebabnya, biar perkara ini menjadi terbuka dan itu harapan kami sebenarnya, tidak lain,” lanjutnya. 

Hakim lalu meminta Arif untuk mengungkapkan hal-hal yang belum terungkap agar perkara obstruction of justice kasus kematian Brigadir J semakin terang benderang.

“Pada saat pemeriksaan, ada bantahan Saudara terhadap keterangan Ferdy Sambo.”

“Di situ kemudian kami meminta kepada Saudara untuk pertama yang diperiksa. Silakan dibuka apa yang harus dibukakan Saudara di sini,” ujar Hakim. 

Menanggapi hal tersebut, Arif pun menyampaikan bahwa dirinya sudah menyampaikan semua hal yang ia ketahui terkait kasus Brigadir J ini. 

Mantan Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri kemudian menangis. 

Ia menyinggung soal kekhawatiran istrinya karena takut ancaman juga datang pada keluargannya. 

Hal tersebut buntut kesaksian Arif Rachman di persidangan yang  berbeda dengan Ferdy Sambo. 

Rasa takut itu besar yang mulia, kemarin ketika saya menceritakan dan beda dengan pak FS saja terus terang keluarga saya itu takut yang Mulia, ‘nanti nggak papa anak-anak’,” kata Arif.

Ia mengaku takut bernasib sama dengan Brigadir J.

“Bayangkan, ajudan saja bisa disuruh dibunuh. Gimana saya nggak kepikiran Yang Mulia,” ungkap Arif seraya menangis.

Dalam sidang kali ini, Arif Rachman juga mengungkapkan penyesalannya memiliki atasan seperti Ferdy Sambo.

Sebab menurutnya, Ferdy Sambo bukanlah sosok yang melindungi anak buahnya dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

Sebaliknya, mantan Kadiv Propam Polri itu disebut Arif justru mengorbankan anak buahnya.

“Menyesal itu saja, kenapa kok bisa punya orang di atas saya yang harusnya menjaga, kemudian tidak menjaga anak buahnya,” kata Arif.

Ia kemudian menyampaikan bahwa seorang pimpinan semestinya bertanggung jawab dan tak mengorbankan anak buahnya.

Prinsip saya kalau jadi pimpinan, saya harus tanggung jawab kepada bawahan saya. Tidak akan mau mengorbankan anak buah,” katanya.

Ferdy Sambo ngamuk tahu Brigadir J terekam CCTV masih hidup

Arif Rachman juga menjelaskan bahwa Ferdy Sambo marah lantaran Brigadir J terekam CCTV sebelum dieksekusi mati.

“Mohon izin komandan saya kemarin sesuai dengan permintaan dari Chuck Putranto dan pas kami menonton melihat Joshua masih terlihat saat komandan sampai (Di Duren Tiga),” kata Arif Rachman di persidangan.

Lalu Ferdy Sambo dalam keterangan Arif Rachman menjelaskan bahwa hal itu tidak benar.

“Ah nggak benar itu,” kata Ferdy Sambo.

Kemudian menurut Arif Rachman Ferdy Sambo marah dan bertanya siapa saja yang sudah nonton CCTV di Duren Tiga.

“Beliau mulai marah mukanya kaya memerah begitu, terus tanya siapa saja yang telah menonton,” kata Arif Rachman.

Adapun dalam persidangan Arif Rachman mengaku dirinya tidak bisa berdiri setelah melihat tayangan CCTV Duren Tiga.

“Saya cerita sedikit Yang Mulia kondisinya itu setelah menonton benar kata Chuck kemarin. Saya itu tidak bisa ngomong, dengkul saya ini mau berdiri dari kursi di depan rumahnya Ridwan nggak bisa,” kata Arif Rachman di persidangan.

“Jadi keluar itu nelpon mulanya nggak bisa berdiri karena gemetar. Nelpon Pak Hendra sambil jongkok. Pak Hendra sampai bilang sudah tenang-tenang jangan panik,” sambungnya.

Menurut Arif Rachman itulah mengapa dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dirinya ada tulisan tenang jangan panik.

Makannya saya di BAP ada tulisannya tenang jangan panik. Karena itu memang luar biasa bagi saya Yang Mulia,” lanjut Arif Rachman.

Baca juga: Bantah Arif Rachman soal Rekaman CCTV, Hendra: Kalau Dia Ngomong Pasti Saya Lapor ke Pimpinan.

Kemudian Majelis Hakim bertanya mengapa sampai demikian.

“Orang lain yang berbuat tapi saudara yang gemetaran?” tanya hakim di persidangan.

“Takut Yang Mulia,” jawab Arif Rachman

“Apa yang saudara takutkan?” tanya hakim.

“Ada hal yang tidak sesuai Yang Mulia (Brigadir J masih hidup saat Ferdy Sambo datang di Duren Tiga),” jawab Arif Rachman.

Sebagai informasi, dalam kasus obstruction of justice atau perintangan penyidikan kasus kematian Brigadir J, Arif Rachman telah ditetapkan sebagai terdakwa.

Ia menjadi terdakwa bersama enam orang lain.

Yakni Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Chuck Putranto, Irfan Widianto, dan Baiquni Wibowo.

Mereka dijerat Pasal 49 juncto Pasal 33 subsidair Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau dakwaan kedua pasal 233 KUHP subsidair Pasal 221 ayat (1) ke 2 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.

Dalam perkara ini, Arif sempat menyampaikan adanya perintah dari Ferdy Sambo untuk memusnahkan barang bukti berupa CCTV.

Saat ia dan Eks Karo Paminal, Hendra Kurniawan menghadap Ferdy Sambo di ruangannya pada Rabu (13/7/2022).(Tribunnews)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMIGRASI Tembilahan Amankan Tiga WNA Pakistan dan India, Bekerja di Pabrik Kelapa

    IMIGRASI Tembilahan Amankan Tiga WNA Pakistan dan India, Bekerja di Pabrik Kelapa

    • calendar_month Senin, 20 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    INHIL, detak24com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tembilahan mengamankan tiga orang WNA yang melanggar aturan Keimigrasian berupa penyalahgunaan izin tinggal. Kanwil Kemenkumham Riau, Mhd. Jahari Sitepu mengatakan, kejadian ini berawal saat laporan dari salah seorang anggota Bhabinkamtibmas tentang WNA yang mencurigakan di suatu pabrik pengolahan kelapa di Tembilahan Kota, Inhil. Setelah mendapatkan laporan, Seksi […]

  • SAAT MANDI, Remaja Tenggelam Hilang di Bendungan Pauh Pangean Kuansing

    SAAT MANDI, Remaja Tenggelam Hilang di Bendungan Pauh Pangean Kuansing

    • calendar_month Selasa, 2 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    KUANSING, detak24com – Seorang remaja bernama Dandi Erik Ilham (16) dinyatakan  tenggelam hilang saat mandi di bendungan Pauh Pangean, Desa Pasar Baru, Kuantan Singingi. Kepala Kantor SAR Pekanbaru, I Nyoman Sidakarya menjelaskan, pada Senin (01/05/23) sekitar pukul 20.15 WIB, pihaknya menerima informasi dari Kepala Desa Pasar Baru bahwa ada seorang remaja terseret arus saat sedang […]

  • INFO BMKG : Hujan Turun Malam Jumat pada Sejumlah Wilayah Riau, Cek di Sini!

    INFO BMKG : Hujan Turun Malam Jumat pada Sejumlah Wilayah Riau, Cek di Sini!

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Sejumlah daerah Riau dilanda hujan sejak Kamis (12/01/23) petang hingga malam Jumat (13/01/23). Menurut Forecaster on Duty BMKG stasiun Pekanbaru Agus mengatakan hujan mengguyur Riau pada siang hari dan akan berlangsung hingga dini hari. “Kondisi hujan bersifat tidak merata hanya terjadi di sebagian wilayah Riau saja,” ujar Agus. Ia mengatakan siang hari […]

  • Sosok Elvis Ardi Pembunuh Sadis Istri di Kuansing yang Pernah Jadi Balonbup, Ini Tampangnya

    Sosok Elvis Ardi Pembunuh Sadis Istri di Kuansing yang Pernah Jadi Balonbup, Ini Tampangnya

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Elvis Ardi, terduga pembunuh sadis istri di Kuantan Tengah ternyata pernah jadi bakal calon bupati. Sekarang, mantan Sekcam itu diburu polisi. Dikutip Rabu (26/02/25), suami sadis pembunuh istri itu pernah maju di Pilkada Kuansing 2020. Dia malahan digadang-gadangkan sebagai salah satu kandidat calon bupati lewat jalur independen. “Elvis Ardi yang maju melalui  […]

  • JAKSA Kejari Rohul Geledah Kantor Desa Kepenuhan Raya, Sita Dokumen dan Surat Penting

    JAKSA Kejari Rohul Geledah Kantor Desa Kepenuhan Raya, Sita Dokumen dan Surat Penting

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 108Komentar

    ROHUL, detak24com – Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejari Rohul menggeledah Kantor Kades Kepenuhan Raya, Kecamatan Kepenuhan, Senin (07/08/23) petang. Kedatangan tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejari Rohul itu sebagai tindak lanjut dari penyidikan kasus dugaan korupsi pengelolan pendapatan asli Desa Kepenuhan Raya tahun 2019-2021. Kajari Rohul Fajar Haryowimbuko melalui Kasi Pidsus Susanto Martua Ritonga membenarkan […]

  • WASPADA! Buaya Sering Muncul di Inhil, Kurangi Aktifitas Tepi Sungai

    WASPADA! Buaya Sering Muncul di Inhil, Kurangi Aktifitas Tepi Sungai

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHIL, detak24com – Polsek Gaung Inhil mengeluarkan imbauan wasada buaya, pasca serangan reptil ganas itu terhadap warga. Kapolsek Gaung Iptu Andrianto mengatakan imbauan tersebut bertujuan untuk menciptakan kamtibmas yang aman dan kondusif terkait ancaman dan serangan hewan ganas itu. “Seperti yang ketahui bahwa serangan buaya ini dapat mengancam masyarakat kapan saja, dengan ditandai seringnya muncul […]

expand_less