Tol Batam-Bintan Sebagai Jembatan Terpanjang di Indonesia, Dibangun Tahun Ini!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarpusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau. Sekaligus membuka peluang investasi bidang jalan dan jembatan,” ujar Herry dikutip, Rabu (29/06/22).
Untuk itulah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong inovasi pembiayaan pembangunan Jembatan Batam – Bintan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Alternatif pembiayaan infrastruktur tersebut diharapkan menjadi sarana terbaik untuk mewujudkan pembangunan suatu wilayah atau daerah dengan tanpa membebani anggaran negara.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah mengatakan pembiayaan pembangunan infastruktur dengan skema KPBU memiliki keunggulan dibandingkan dengan APBN.
Di antaranya, kata dia, bagi swasta memiliki kepastian pengembalian (investasi) plus keuntungan. Smentara keuntungan Pemerintah, proyeknya banyak yang mengawasi. Sehingga tercipta tertib admininistrasi dan tertib teknis untuk melayani masyarakat lebih baik.
Dalam kajian Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga pembiayaan pembangunan jembatan tersebut menggunakan skema KPBU. Namun demikian, Pemerintah juga memberi dukungan finansial agar proyek tetap feasible.
Menurut Direktur Pembangunan Jembatan, Ditjen Bina Yudha Handita Pandjiriawan Jembatan Batam – Bintan termasuk jembatan khusus yang terdiri dari 2 jembatan, yakni Batam – Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh – Bintan.
Desain awal pembangunan jembatan ini sudah dibuat oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau pada 2005 dan diperbarui tahun 2010. Namun karena ke depan berbentuk jembatan tol atau kendaraan yang lewat akan dikenakan tarif, sehingga terdapat perubahan desain agar menyesuaikan standar tol. Di mana lebar jembatan yang sebelumnya 28 meter disesuaikan menjadi 33 meter.
Jembatan Batam –Bintan akan mendukung rencana pembangunan pelabuhan peti kemas di Tanjung Sauh dan shelter-shelter di Pulau Bintan, sehingga juga diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi wilayah serta meningkatkan konektivitas di wilayah Kepulauan Riau, dengan mengurangi waktu tempuh dan juga biaya transportasi orang dan barang.
“Bapak Menteri PUPR dan Bapak Presiden berharap tahun 2024 tidak ada pembangunan fisik. Itu menjadi concern kami, maka targetnya sebelum 2024 jembatan ini sudah selesai,” kata Yudha.
Diektahui, jika jembatan ini selesai dibangun maka akan mengalahkan panjang jembatan Suramadu yang menjadi jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan Suramadu di Jawa Timur memiliki panjang 5,348 km.(rls)
Editor : Kar

















