Pasca Kabut Asap Karhutla, Ratusan Warga Rohul Terjangkit ISPA
- account_circle Redaksi
- calendar_month 47 menit yang lalu
- print Cetak

Kondisi kabut asap karhutla di Rohul. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ROHUL, detak24com – Dinas Kesehatan Rohul mencatat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan wilayah kerjanya.
Diketahui, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Rohul dr Bambang Triono, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Zubaidah, mengatakan kondisi kabut asap perlu menjadi perhatian bersama karena paparan asap dan partikel halus di udara dapat mengganggu saluran pernapasan masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Rohul, tercatat sebanyak 111 kasus ISPA, terdiri dari 57 pasien laki-laki dan 54 pasien perempuan. Kasus tersebut ditemukan pada berbagai kelompok usia, mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia.
“Dalam kondisi kabut asap seperti sekarang, masyarakat harus lebih memperhatikan kesehatan, terutama kesehatan saluran pernapasan. Kami mengimbau agar aktivitas di luar rumah dikurangi apabila kondisi udara memburuk,” ujarnya, Rabu (26/08/26).
Menurutnya, kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih adalah balita, anak-anak dan lansia karena lebih rentan terhadap dampak buruk polusi udara. Masyarakat juga diminta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah, khususnya ketika kondisi kabut asap cukup tebal.
Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela ketika asap berada di luar rumah. Warga juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, menghindari asap rokok serta sumber polusi lainnya yang dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan.
Dinas Kesehatan juga meminta masyarakat tidak menganggap sepele gejala ISPA seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, sesak napas maupun rasa tidak nyaman pada dada. Apabila keluhan tersebut muncul dan semakin berat, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap. Kurangi aktivitas di luar ruangan, gunakan masker dan segera periksakan diri apabila mengalami keluhan pada saluran pernapasan,” imbaunya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Rohul mengingatkan masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah kondisi udara semakin buruk dan mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, seperti diwartakan cakaplah. (*)
Editor : Kar













