DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Gempar, Remaja Jadi Mayat dalam Gudang Barang Bekas di Bambu Kuning Pekanbaru

Lokasi pemuda tanggung tewas mengenaskan di Jalan Bambu Kuning Pekanbaru. f : ist

PEKANBARU, detak24com – Seorang pemuda tanggung bernama Dika (19) ditemukan jadi mayat dalam sebuah gudang tempat penyimpanan barang bekas elektronik di Jalan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Kamis (11/12/25).

Salah seorang saksi yang juga rekan kerjanya, Uswandi menjelaskan, kronologi awal penemuan tersebut. Ia bersama seorang rekan lainnya, Jaliman (akrab disapa Naga), saat itu hendak membuka gudang seperti biasa.

“Dia (korban) itu tidurnya di dalam gudang ini. Pertama kami panggil-panggil dan gedor-gedor pintu gak ada yang nyaut. Kemudian datang Budi (bos korban) nanya kami, kenapa pak ribut-ribut, gak mau keluar dia ya pak, coba lah tengok ke dalam,” ujar saksi menirukan ucapan Budi.

Karena tidak ada respon, kata Uswandi, Naga kemudian memanjat menggunakan tangga untuk melihat kondisi di dalam. “Di situ lah kami lihat, korban sudah dalam keadaan gantung diri. Di situlah kami baru bisa bukak pintu, sebab pintu dikunci sama dia dari dalam,” kata Uswandi.

Ia menuturkan bahwa mereka pertama kali melihat korban sekitar pukul 07.30 WIB. “Kita taunya setengah delapan. Dia meninggalnya jam berapa kami gak tau,” tambahnya.

Saksi mengungkapkan bahwa korban aslinya berasal dari Karo, Sumut. Sehari-hari korban anak yang baik dan pekerja keras, namun sedikit pendiam dan kurang suka bercerita.

“Dia ni anaknya baik, apa yang disuruh dia mau dan dikerjakannya. Untuk soal kerjaan rasanya tak masalah lah, puas lah gaji juga lancar. Masalah dia ini lah, kenapa dia sampai gantung ini kami kurang tau, ntah karena masalah keluarga atau masalah lainnya,” ungkapnya lagi.

Saat ini jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara oleh pihak Polsek Tenayan Raya. Gudang tempat korban ditemukan saat ini telah dipasangi garis polisi.

Saksi menyampaikan bahwa pihaknya sudah mencoba menghubungi orang tua korban. Ibunda korban sudah lama meninggal dunia, tinggal ayah dan adeknya.

“Tadi kami dah telpon bapaknya, istri barunya yang angkat. Kami sampaikan tadi tolong usahakan harus ketemu bapak dia, kalau gak kami kuburkan di sini aja nanti. Tapi, nanti jangan salahkan kami,” ucap Uswandi saat menelpon ibu tiri korban.

Uswandi mengaku terkejut dengan penemuan rekan kerjanya yang meninggal dunia dalam kondisi gantung diri. Ia mengatakan baru saja kembali ke Pekanbaru bersama korban usai bepergian dari Baganbatu

“Baru kemarin kami jalan-jalan dari Bagan Batu ambil barang. Dia ketawa-ketawa, nyanyi-nyanyi juga. Pokoknya kami tiba di Pekanbaru tadi malam itu setengah delapan, kami lalu pergi makan, ambil uang untuk dia belanja. Itulah terakhir saya jumpa dan berinteraksi dengan dia,” tutupnya, diikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : Kar