Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Warga Desa Balam Jaya Tambang Bebas Usai Dapat Maaf dari Anak 

Warga Desa Balam Jaya Tambang Bebas Usai Dapat Maaf dari Anak 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Momen Hari Ayah Nasional tepatnya Rabu, 12 November 2025 menjadi hari yang sarat makna bagi Darmawanto, warga Desa Balam Jaya, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Pria paruh baya itu mendapat kabar yang tak disangkanya, ia bebas dari penuntutan hukum melalui mekanisme keadilan restoratif (restorative justice).

Keputusan itu bukan sekadar membebaskannya dari jerat hukum, tetapi juga memulihkan hubungan seorang ayah dan anak yang sempat retak oleh amarah sesaat. Sebuah pelajaran tentang bagaimana keadilan bisa menumbuhkan kembali kasih sayang, bukan hanya memberi hukuman.

Kasus bermula saat Darmawanto menegur anaknya WNF (14) agar segera mandi pada Kamis sore, 9 Januari 2025, sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, teguran itu berujung pertengkaran kecil.

Kata-kata kasar yang terlontar dari mulut sang anak membuat sang ayah hilang kendali. Dalam luapan emosi, Darmawanto menampar dan menekan leher anak kandungnya hingga sang anak terluka.

Dari hasil visum Puskesmas Tambang, korban mengalami memar di pipi kiri, kelopak mata kiri, leher, dan pipi kanan. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke polisi.

Proses hukum berjalan cepat, Darmawanto ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 44 ayat (1) jo Pasal 5 huruf a Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, kasus dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kampar.

Namun, di balik proses hukum yang tegas, ruang hati untuk memaafkan ternyata masih ada. Melalui pendampingan Jaksa Fasilitator Kejari Kampar, Darmawanto dan keluarganya sepakat berdamai tanpa syarat.

Dalam pertemuan yang disaksikan keluarga, tokoh masyarakat, dan penyidik, suasana haru tak terhindarkan. Darmawanto memohon maaf, dan anak serta istrinya menerima dengan tulus.

Perdamaian itu menjadi titik balik. Atas dasar itulah, Kejari Kampar mengajukan permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Proses ekspos perkara dilakukan secara virtual. Kepala Kejati Riau Sutikno, bersama Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Otong Hendra Rahayu, memimpin ekspos dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) melalui Direktur C, Agoes Soenanto Prasetyo. Hadir, Kajari Kampar Dwianto Prihartono, Kasi Pidum Okky Fathoni Nugraha, serta jaksa fasilitator.

“Setelah meneliti fakta hukum dan menilai terpenuhinya seluruh syarat sesuai Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020, JAM Pidum melalui Direktur C menyetujui permohonan penghentian penuntutan tersebut,” ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Zikrullah, Rabu (12/11/25) siang.

Persetujuan itu menandai berakhirnya perkara melalui mekanisme keadilan restoratif, pendekatan hukum yang lebih menitikberatkan pada pemulihan hubungan antara pelaku dan korban, bukan pada hukuman semata.

“Momentum penghentian perkara ini bertepatan dengan Hari Ayah Nasional. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa peran ayah bukan hanya sebagai kepala keluarga, tetapi juga teladan kasih sayang, pengendali emosi, dan penjaga harmoni rumah tangga,” tambah Zikrullah.

Langkah yang ditempuh Kejati Riau ini menjadi cerminan bahwa keadilan tidak selalu berarti hukuman. Terkadang, keadilan juga berarti memberi ruang bagi manusia untuk memperbaiki kesalahan dan memulihkan kasih yang sempat pudar.

Terpisah, Kasi Pidum Kejari Kampar, Okky Fathoni Nugraha menyampaikan, bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil ekspos tersebut.

“Dalam waktu dekat, Kajari Kampar Dwianto Prihartono akan menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2). Setelah SKP2 diserahkan, status tersangka Darmawanto resmi dicabut,” ujarnya.

Pada akhirnya, tanggal 12 November 2025 tidak hanya menjadi peringatan Hari Ayah Nasional, tetapi juga hari di mana seorang ayah mendapatkan kesempatan kedua.

Bagi Darmawanto, hari itu bukan sekadar akhir dari perkara hukum, melainkan awal dari perjalanan baru sebagai seorang ayah yang belajar menahan amarah dan menumbuhkan kembali kasih dalam keluarganya.*

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geger! Warga Temukan Mayat Pria Paruhbaya Petang Tadi, Berikut Ciri-cirinya

    Geger! Warga Temukan Mayat Pria Paruhbaya Petang Tadi, Berikut Ciri-cirinya

    • calendar_month Sabtu, 3 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    KAMPAR, detak24.com – Warga Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kampar tepatnya di Jalan HK menemukan sesosok mayat pria parubaya dalam keadaan telungkup, Sabtu (03/09/22) sekira pukul 16.30 WIB petang tadi. Korban yang belum diketahui identitasnya berpakaian utuh. Ia menggunakan celana jeans warna hitam merk Zee Denim & Co New Generation, menggunakan kaos warna abu-abu dengan […]

  • Tolak Musda, Kader Demokrat Riau Tuding Ada Permainan Oknum DPP

    Tolak Musda, Kader Demokrat Riau Tuding Ada Permainan Oknum DPP

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU – Terkait rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Provinsi Riau, sejumlah kader angkat bicara dan menolak rencana tersebut. Penolakan tersebut, karena ada dugaan permainan Wakil Ketua Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BP – OKK) DPP Demokrat. Sehingga, beberapa kali surat yang dikeluarkan BP-OKK tersebut selalu dimentahkan kader di Riau, karena menurut mereka […]

  • Kebakaran hebat di Kubang Pekanbaru, terlihat api dan asap membubung ke angkasa. F : RIAUPOS

    BELASAN Kios dan Mobil Jadi Abu, Kebakaran Hebat di Kubang

    • calendar_month Jumat, 10 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kebakaran hebat di Kubang Pekanbaru ludeskan 16 kios dan satu unit mobil, Kamis (09/11/23) malam Jumat. Peristiwa kebakaran hebat terjadi di pinggir Jalan Kubang Km RT 002 RW 001 Kecamatan Tuah Madani. Dalam hitungan menit, sebanyak 16 kios dan 1 unit mobil ludes dilalap api. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) […]

  • Kebakaran Landa Kawasan Jalan Dahlia, Dua Rumah dan Tiga Motor Ludes 

    Kebakaran Landa Kawasan Jalan Dahlia, Dua Rumah dan Tiga Motor Ludes 

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Insiden kebakaran melanda kawasan perumahan di Jalan Dahlia, Labuhbaru Timur, Pekanbaru. Dua rumah dan tiga unit motor dilaporkan hangus terbakar, Selasa (07/04/26). Kebakaran terjadi tepatnya di Jalan Dahlia Ujung, Gang Horas, Kelurahan Labuhbaru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru. Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.19 WIB. Kadis Damkar dan Penyelamatan Pekanbaru Zarman Candra, menyampaikan […]

  • PROMO JSM Alfamart Indomaret 11-13 November 2022, Diskon Selama 3 Hari

    PROMO JSM Alfamart Indomaret 11-13 November 2022, Diskon Selama 3 Hari

    • calendar_month Jumat, 11 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    PERUSAHAAN marketing Alfamart Indomaret kembali membuka promo harga untuk tiga hari. Promo JSM Indomaret 11-13 November 2022 memberikan banyak penawaran menarik dengan produk yang lebih hemat.  Siap-siap mendapatkan beragam kejutan harga yang lebih murah untuk produk kebutuhan harian Anda di akhir pekan. Promo JSM Indomaret terbaru akan hadir dengan berbagai potongan harga selama 3 hari […]

  • AHMAD Muzakir Sujud Syukur di Lantai Kejari Pekanbaru, Begini Kasusnya!

    AHMAD Muzakir Sujud Syukur di Lantai Kejari Pekanbaru, Begini Kasusnya!

    • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Ahmad Muzakir (23) sujud syukur di kantor Kejari Pekanbaru. Tersangka kasus lakalantas itu dibebaskan berkat keadilan restoratif atau restorative justice (RJ), Kamis (07/12/23).  RJ diajukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru ke Kejaksaan Agung usai korban dan tersangka berdamai. Setelah disetujui, Kejari Pekanbaru mengeluarkan Surat Ketetapan Penyelesaian Perkara (SKP2). “Pada Kamis, 7 Desember […]

expand_less