Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ekonomi Bisnis » Perang India – Pakistan Ancam Ekspor CPO Riau

Perang India – Pakistan Ancam Ekspor CPO Riau

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Perang yang terjadi antara India dan Pakistan akan berdampak signifikan terhadap ekonomi Indonesia, termasuk volume ekspor CPO atau minyak kelapa sawit mentah.

Pengamat Ekonomi Universitas Riau, Dahlan Tampubolon mengatakan India adalah salah satu importir CPO terbesar di dunia, dan Indonesia merupakan pemasok utama.

Dikatakannya, India kembali menaikkan pajak impor CPO, menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Kendati merupakan faktor independen yang tidak ada kaitannya dari ketegangan dengan Pakistan, etap dapat mempengaruhi volume impor CPO dari Indonesia.

“Meskipun ketegangan India dan Pakistan berpotensi menciptakan risiko terhadap kelancaran impor CPO oleh India dari Indonesia, dampaknya secara langsung mungkin terbatas kecuali situasi meningkat secara signifikan atau ada perubahan kebijakan perdagangan yang spesifik,” ujar Dahlan, Ahad (11/05/25)

“Gangguan logistik atau perubahan fokus kebijakan di India akibat ketegangan tidak dapat sepenuhnya diabaikan. Pemerintah Indonesia perlu memantau situasi dan melakukan langkah-langkah diplomasi yang diperlukan untuk menjaga kelancaran ekspor CPO ke India,” tambahnya.

Ia mengungkapkan jika perang antara India dan Pakistan terus berlanjut maka akan memiliki dampak negatif terhadap ekonomi Riau, dimana penurunan permintaan dari India akan menyebabkan penumpukan stok CPO di Riau, yang berpotensi menurunkan harga jual.

“Berkurangnya volume atau nilai ekspor CPO ke India akan secara langsung mengurangi pendapatan devisa Riau dan kontribusi sektor ini terhadap PDRB Riau. Industri pengolahan CPO dan sektor-sektor lain yang terkait dengan kelapa sawit di Riau juga dapat terkena dampaknya jika ekspor terganggu,” jelasnya.

Dia menilai, kalau perang yang bakal terjadi akan berlangsung lama, penurunan permintaan berlangsung lama, perusahaan-perusahaan kelapa sawit di Riau mungkin terpaksa melakukan efisiensi, termasuk pengurangan tenaga kerja.

“Di tingkat petani penurunan harga CPO di tingkat internasional dan nasional dapat berimbas pada harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, yang akan mengurangi pendapatan mereka,” jelasnya

Pengamat Ekonomi Universitas Riau ini juga menjelaskan meskipun hubungan bilateral Indonesia dan India saat ini masih terjalin dengan baik, adanya perang antara India dan Pakistan tetap menimbulkan ketidakpastian dan potensi risiko bagi ekspor CPO Indonesia.

“Dalam situasi seperti ini, Indonesia perlu mengambil langkah yang bijaksana dan strategis dengan melakukan diversifikasi pasar CPO. Perang antar negara tetangga, meskipun tidak melibatkan Indonesia secara langsung, dapat menciptakan ketidakstabilan regional. Hal ini dapat mempengaruhi arus perdagangan, logistik, dan sentimen pasar secara keseluruhan, termasuk pasar India,” katanya.

Ia menambahkan dalam situasi perang, pemerintah India mungkin akan lebih fokus pada keamanan nasional dan stabilitas ekonomi domestik. Hal ini berpotensi memicu perubahan kebijakan perdagangan yang mungkin tidak menguntungkan bagi ekspor Indonesia, meskipun saat ini hubungan bilateral baik.

“Misalnya, India bisa saja mencari alternatif pasokan dari negara lain misalnya Malaysia untuk mengurangi ketergantungan pada satu negara. Perang dapat berdampak negatif pada perekonomian India, yang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Kalau ketegangan antara India dan Pakistan berujung peperangan, dampaknya penurunan daya beli atau resesi di India yang akan secara langsung mengurangi permintaan impor, termasuk CPO,” cakapnya.

Ia mengungkapkan pengalaman dari konflik geopolitik di berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa perang dapat membawa dampak ekonomi yang meluas dan tidak terduga bagi negara-negara yang terlibat maupun negara-negara mitra dagangnya. Diversifikasi pasar CPO merupakan strategi jangka panjang yang baik untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu atau dua pasar utama.

“Dengan memiliki banyak tujuan ekspor, Indonesia akan lebih tahan terhadap gejolak ekonomi atau politik di negara mitra dagang tertentu. Namun perlu diingat bahwa India adalah pasar yang sangat besar dan penting bagi ekspor CPO Indonesia. Meninggalkan pasar ini bukanlah keputusan yang mudah dan memerlukan kajian yang mendalam,” tutupnya dikutip dari cakaplah. (Ree)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masuk Via Dumai, Polda Metrojaya Amankan Ribuan Karung Kacang Tanah Selundupan 

    Masuk Via Dumai, Polda Metrojaya Amankan Ribuan Karung Kacang Tanah Selundupan 

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Polda Metrojaya mengamankan kacang tanah ribuan karung di kawasan pergudangan Penjaringan, Jakarta Utara. Barang selundupan itu dilaporkan masuk lewat Dumai. Fakta tersebut cukup miris. Pasalnya, wilayah Dumai memiliki pengamanan ketat terhadap masuknya barang selundupan. Seperti, TNI AL, Polairud hingga Bea Cukai. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon, […]

  • JADUAL Pendaftaran Capres-Cawapres Ditetapkan Bulan Depan 

    JADUAL Pendaftaran Capres-Cawapres Ditetapkan Bulan Depan 

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Komisi II DPR RI bersama Kemendagri, KPU RI, Bawaslu RI, dan DKPP RI menyetujui opsi mengenai jadwal pendaftaran pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) Pemilu 2024 pada 19-25 Oktober 2023. Opsi yang termuat dalam rancangan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden […]

  • Dubes Palestina dan Umri Pekanbaru Teken Nota Kesepahaman

    Dubes Palestina dan Umri Pekanbaru Teken Nota Kesepahaman

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kedutaan Besar Palestina dan Umri (Universitas Muhammadiyah Riau) teken nota kesepahaman bidang pendidikan. Pemerintah Palestina melalui Kedutaan Besar Palestina di Indonesia menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan. Yakni, memberikan pendidikan bagi generasi mudanya untuk kuliah di Umri secara gratis. Kerjasama tertuang dalam penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dubes Palestina  H E Dr […]

  • Pengunjung Lapo Tuak Saling Bacok Saat Tenggen di Pangkalan Kerinci, Seorang Tewas 

    Pengunjung Lapo Tuak Saling Bacok Saat Tenggen di Pangkalan Kerinci, Seorang Tewas 

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Seorang warga Pangkalan Kerinci Timur berinisial LO tewas usai bacok-bacokan saat mabuk di sebuah lapo tuak. Tersangka AS yang sempat kabur usai peristiwa berdarah itu, akhirnya tertangkap di wilayah Lampung Barat. Polres Pelalawan menggelar konferensi pers kasus penganiayaan berat dengan menghadirkan tersangka AS, di aula Teluk Meranti, Senin (08/12/25) petang. Konferensi pers […]

  • Apical Dumai Rayakan Harhubnas dengan Aksi Bersih Pantai

    Apical Dumai Rayakan Harhubnas dengan Aksi Bersih Pantai

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Apical melalui unit bisnisnya di Dumai turut memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke 53, dengan melakukan aksi bersih pantai. Kegiatan digelar di Dermaga D pelabuhan Pelindo Dumai dan dermaga Tersus Apical, Selasa (17/09/24). Dilaksanakan di bawah koordinasi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Dumai. Dalam kegiatan yang bertema “Transportasi Maju, […]

  • Mantap! Keluar dari Honorer Sukses Jualan Mie, Cawabup Bengkalis Bagus Santoso Kunjungi Pelaku UMKM

    Mantap! Keluar dari Honorer Sukses Jualan Mie, Cawabup Bengkalis Bagus Santoso Kunjungi Pelaku UMKM

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    SUNGAI PAKNING, detak24.com — Produk ekonomi kreatif (ekraf) berbasis masyarakat dapat dioptimalkan melalui inovasi dan kolaborasi. Berdampak membuka peluang usaha dan terciptanya lapangan kerja untuk wanita serta pelaku UMKM. Salah satunya adalah usaha Industri Kecil Menengah (IKM) Mie Basah ADIS milik keluarga Pakde Adi yang dikelola Mia, isterinya mantan pegawai honorer.  “Alhamdulillah, dari usaha mie […]

expand_less