Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Muncul Air Terjun Musiman, BPBD Karangasem Imbau Warga Jangan Mendaki Gunung Agung

Muncul Air Terjun Musiman, BPBD Karangasem Imbau Warga Jangan Mendaki Gunung Agung

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

detak24.com – Sebuah video yang menampilkan kemunculan air terjun musiman di jalur pendakian Gunung Agung, di Kabupaten Karangasem, Bali, viral di media sosial, pada Senin (29/11).

Di video itu, terlihat jalur pendakian dialiri air begitu deras dari atas dan diabadikan oleh warga yang sedang mendaki. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, IB Ketut Arimbawa mengatakan baru baru mengetahui adanya kemunculan air terjun musiman itu.

Dia menjelaskan, di Gunung Agung memang ada sekitar 7 aliran air yang nanti akan mengalir ke Sungai Tukad Yeh Sah yang berada di Desa Muncan, Selat, Karangasem, Bali.

“Saya, juga baru tau air terjun yang sifatnya musiman. Yang jelas di Gunung Agung itu ada aliran-aliran sungai nantinya terfokus menjadi satu di Tukad Yeh Sah. Sehingga, pada saat hujan pasti terjadi banjir bandang,” kata Arimbawa, saat dihubungi Senin (29/11).

Ia juga menyebutkan, aliran air di Gunung Agung sudah ada sejak dulu karena terjadi erupsi pada tahun 2017 dan 2019.

“Jadi, memang di tubuh Gunung Agung ini ada aliran sungai yang ada sejak dulu. Kalau, yang namanya air terjun musiman saya juga melihat dari media tadi,” imbuhnya.

Meski begitu, Arimbawa mengimbau kepada para pemandu dan pendaki di Gunung Agung agar saat musim hujan tidak mendaki Gunung Agung karena berbahaya.

Walaupun status Gunung Agung dinyatakan turun menjadi Level I atau normal, pada 13 September 2021 masih ada ancaman bahaya bagi pendaki dan perlu diwaspadai.

“Pertama, dalam kondisi musim hujan para pendaki agar hati-hati atau waspada atau tidak lama berada di puncak kawah Gunung Agung, karena satu kemungkinan pada saat mendung, kawah itu akan tertutup oleh awan kemungkinan apabila terjadi gas berbahaya sangat beresiko bagi para pendaki,” imbuhnya.

Kemudian, kedua bisa terjadi longsor di pinggir kawah Gunung Agung sehingga tidak diperkenankan begitu lama di kawah Gunung Agung pada saat hujan. Kemudian, yang ketiga dengan adanya aliran air kerikil-kerikil kecil di Gunung Agung akan hanyut dan itu bisa menyebabkan para pendaki tergelincir dan jatuh.

Selain itu, di musim hujan banyak jalur pendakian yang merubah sehingga itu bisa menyesatkan para pendaki

“Buat pendaki untuk yang diperingatkan tiga faktor bahaya. Satu gas berbahaya, kedua terjadi longsoran ketiga adanya aliran air yang menyebabkan batu kerikil itu hanyut dan bisa menimbulkan resiko pendaki itu tergelincir saat dilalui oleh pendaki,” ujarnya.

“Kalau larangan tidak ada, karena sudah normal cuma masih ada ancaman bahaya yang perlu diwaspadai oleh pemandu dan pendaki. Sebaiknya tidak melakukan pendakian pada saat hujan karena resikonya tinggi. Karena satu rute jalan banyak yang berubah karena jalan pendakian tadinya agak lurus. Sekarang waktu saya ikut pemantauan, ada yang tersesat dulu itu yang jalan di atas, ” ujar Arimbawa. [bal]

Sumber: Merdeka

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Terdakwa Divonis Berbeda, Korupsi Kupedes BRI Perawang Rp 14,62 Miliar

    Lima Terdakwa Divonis Berbeda, Korupsi Kupedes BRI Perawang Rp 14,62 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru menjatuhkan vonis terhadap lima terdakwa perkara korupsi Kupedes BRI Cabang Perawang, Siak. Majelis hakim yang diketuai Jonson Parancis, menjatuhkan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara kepada tiga terdakwa, yakni Waris selaku Ketua Kelompok Tani Monggo Sejahtera Kita Bersama (MSKB), Wagiran sebagai Sekretaris Kelompok Tani MSKB, dan Sanito […]

  • Update Terkini Korban Banjir dan Longsor Sumatra : 1.053 Meninggal, 200 Hilang 

    Update Terkini Korban Banjir dan Longsor Sumatra : 1.053 Meninggal, 200 Hilang 

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan, korban tewas akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumbar bertambah menjadi 1.053 jiwa per Selasa (16/12/25). “Data per tanggal 16 Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di tiga provinsi itu sebanyak 1.053 jiwa,” […]

  • Hino Vs Tronton Laga Kambing di Pelalawan Riau, Salah Jalan

    Hino Vs Tronton Laga Kambing di Pelalawan Riau, Salah Jalan

    • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    Pelalawan, detak24.com – Akibat salah jalan, truk Hino dan Tronton laga kambing di Jalan Lintas Timur, KM 109, Desa Sorek Dua, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (08/06/22). Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Lily Sulfiani menjelaskan, kejadian kecelakaan tersebut melibatkan antara truk Hino dengan truk Tronton. “Tidak ada korban jiwa, pengemudi dan penumpang truk […]

  • API Berhasil Dipadamkan, Satgas Fokus Pendinginan Karhutla di Dumai

    API Berhasil Dipadamkan, Satgas Fokus Pendinginan Karhutla di Dumai

    • calendar_month Jumat, 28 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Meski api sudah padam, Satgas Karhutla Riau masih standby di lokasi kebakaran Pelintung, Kota Dumai.  Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal mengatakan, saat ini kebakaran di Dumai sudah berhasil dipadamkan. Hanya saja petugas masih bersiaga di lokasi karena masih ada asap dari bawah gambut.  “Kondisi terkini […]

  • Air Susu Dibalas Tuba, Belasan Tahun Dipelihara Pria Ini Habisi Nyawa Bibinya 

    Air Susu Dibalas Tuba, Belasan Tahun Dipelihara Pria Ini Habisi Nyawa Bibinya 

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BOGOR, detak24com – Pembunuhan wanita setengah baya berinisial EL (58) di Bogor terungkap. Pelaku adalah keponakan korban yang sudah ia pelihara belasan tahun. Informasi dirangkum Selasa (08/04/25), pembunuhan ini terjadi Ahad (06/04/25) petang, sekitar pukul 17.30 WIB di kawasan Kedungwaringin, Tanah Sareal, Bogor. Sejumlah luka ditemukan di tubuh korban. Pelakunya bernama Rezky Fauzan alias Eki […]

  • Peringati Bulan K3 Nasional 2025, Apical Gelar Donor Darah hingga Seminar Kesehatan 

    Peringati Bulan K3 Nasional 2025, Apical Gelar Donor Darah hingga Seminar Kesehatan 

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Apical Dumai gelar serangkaian acara memperingati bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2025. Kegiatan dimulai Januari hingga Februari. Rangkaian kegiatan ini merupakan penguatan komitmen Apical sebagai pengolah minyak nabati terkemuka, dalam mengutamakan budaya K3 di tiap lini operasional perusahaan. Acara dimulai dengan senam sehat bersama oleh seluruh karyawan Apical, mitra perusahaan […]

expand_less