DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Karhutla Meluas, Lima Kecamatan di Siak Dikepung Api

SIAK, detak24com – Kurun sebulan, karhutla meluas pada lima kecamatan di Kabupaten Siak. Luas total kawasan terbakar capai 18 hektare.

Karhutla terjadi di kecamatan Sungai Apit, Dayun, Pusako, Siak dan Sungai Mandau. Malahan, di kecamatan terakhir kobaran api nyaris membakar hutan lindung cagar biosfer Giam.

Diketahui, pada Kamis 20 Juni lalu, api melalap kurang lebih 5 hektare lahan di wilayah Kecamatan Sungai Apit.

Beruntung kebakaran tersebut berhasil dipadamkan setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mengerahkan helikopter water bombing.

Pada Kamis 18 Juli, Karhutla juga terjadi di KM 3 Kampung Dayun, Kecamatan Dayun dengan luas lahan terbakar 6,8 hektare. Kebakaran lahan itu cukup besar, hingga tim Satgas Karhutla empat hari berjibaku memadamkan api di lokasi itu sampai menurunkan helikopter water bombing tiga unit dari BPBD Riau.

Lalu Karhutla juga terpantau di Kampung Dosan, Kecamatan Pusako pada Kamis 25 Juli, hampir 1 hektare lahan semak belukar dilalap si jago merah. Beruntung api cepat dipadamkan oleh tim Satgas Karhutla dibantu pemadaman lewat udara oleh helikopter water bombing jenis Kamov PK II milik APP Grup.

Disusul oleh Kecamatan Siak, kebakaran lahan juga terjadi di Kampung Buantan Besar pada Sabtu 27 Juli. Sedikitnya hampir 1 hektare api membakar lahan perkebunan sawit dan semak belukar di atas lahan itu.

Terbaru, Karhutla terjadi di Kampung Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau pada Sabtu 27 Juli. Kebakaran lahan itu terjadi di perbatasan wilayah antara Kabupaten Siak dan Bengkalis, tim Satgas Karhutla cukup kesulitan melakukan pemadaman sebab akses jauh ke titik api.

Kepala Daerah Operasional (Daops) Kabupaten Siak Manggala Agni KLHK Ihsan Abdillah mengatakan, tim gabungan sudah tiga hari berjibaku memadamkan api di Sungai Mandau. Beruntung api saat ini sudah padam dan petugas melakukan pendinginan di lokasi guna memastikan api tidak kembali muncul.

“Kondisi sekarang sudah kondusif dan tinggal mopping up (pendinginan),” katanya Senin (29/07/24).

Sementara, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Siak Irwan Priyatna menjelaskan kebakaran lahan di Sungai Mandau terjadi di antara dua wilayah yaitu Siak dan Bengkalis, petugas Karhutla dari Siak dan Bengkalis bersama-sama memadamkan api di lokasi tersebut dibantu lewat udara oleh 2 unit helikopter water bombing BPBD Riau.

“Itu lokasinya di perbatasan, kalau keseluruhan luas terbakar berkisar 10 hektare lebih. Tapi kalau di wilayah Siaknya saja diperkirakan 5 hektare yang terbakar,” imbuh Irwan.

Dia menyebut lahan yang terbakar itu di atasnya masih hutan dan semak belukar, kondisi cuaca ekstrem dan angin menjadi faktor api cepat merambat.

Diberitakan sebelumnya, BPBD Kabupaten Siak mencatat sudah 20 hektare luasan lahan dan hutan yang terbakar dalam I semester 2024 ini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Siak, Heriyanto mengatakan hal itu disebabkan oleh fenomena el nino atau peningkatan suhu panas ekstrim yang berdampak pada iklim secara global termasuk di Indonesia.

Namun demikian, dari semua kasus Karhutla yang terjadi, pemerintah daerah setempat sampai saat ini belum mengumumkan status siaga Karhutla, dikutip detak24com dari cakaplah. (*)

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com