Pengda ALPPIND Kabupaten Bengkalis Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Keluarga
- account_circle Yusrizal Sikumbang
- calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
- print Cetak

Pelantikan Pengda Aliansi Perempuan Peduli Indonesia Kabupaten Bengkalis. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DURI, detak24.com – Bertempat di Duri Eksekutif Apartemen, Kecamatan Mandau, Pengda (Pengurus Daerah) ALPPIND Kabupaten Bengkalis resmi dilantik, Ahad (01/11/26).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Pengurus Wilayah ALPPIND (Aliansi Perempuan Peduli Indonesia) Provinsi Riau, Dr Nurlasera SE MSi. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan talkshow yang menghadirkan Nurlasera dan Rifa Rahmatia MSi sebagai narasumber.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh perempuan, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi perempuan, Kabid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis, Fitrianita Eka Putri, serta Kasi Tapem Kecamatan Mandau.
Ketua Pengurus Daerah ALPPIND Kabupaten Bengkalis, Eka Suyanti, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa organisasinya berkomitmen untuk mengambil peran aktif dalam pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, serta peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat.
Menurutnya, masih banyak persoalan yang dihadapi perempuan, anak-anak, dan keluarga di tengah masyarakat. Berbagai persoalan tersebut membutuhkan perhatian, kepedulian, serta kerja sama dari seluruh pihak.
“Kita menyadari bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi perempuan, anak, dan keluarga di tengah masyarakat. Berbagai permasalahan tersebut membutuhkan perhatian, kepedulian, serta kerja sama dari seluruh pihak,” ujar Eka Suyanti.
Didampingi Wakil Ketua Riva Elvita, SPd MM, Sekretaris Fatmawati SPd, dan Bendahara dr Efrianti MKes., Eka menegaskan bahwa ALPPIND hadir sebagai organisasi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi sekaligus solusi terhadap berbagai persoalan perempuan dan keluarga.
Ia juga berharap terjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah, organisasi perempuan, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan.
Melalui sinergi dan kolaborasi, ALPPIND ingin turut mencari solusi terhadap persoalan perempuan, perlindungan anak, serta penguatan keluarga di Kabupaten Bengkalis.
“Semoga kerja sama yang terbangun dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat, serta mendukung terwujudnya perempuan yang berdaya, anak-anak yang sehat dan terlindungi, serta keluarga yang sejahtera,” harapnya.
Eka juga berharap ALPPIND Kabupaten Bengkalis dapat menjadi mitra yang aktif, terpercaya, dan senantiasa siap bekerja sama dalam mendukung program pemerintah daerah demi mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang semakin maju dan berjaya.
Sementara itu, Kabid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis Fitrianita Eka Putri, menyampaikan bahwa ALPPIND memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, kepribadian, serta masa depan generasi penerus bangsa.
Menurutnya, pelantikan kepengurusan ALPPIND tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Salah satu program penting yang perlu menjadi perhatian adalah pembangunan kekuatan keluarga. Program tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran setiap anggota keluarga tentang pentingnya kasih sayang, cinta yang tulus, komunikasi yang baik, serta tanggung jawab bersama dalam kehidupan rumah tangga.
Keluarga yang kuat, lanjutnya, harus dibangun melalui hubungan yang harmonis, komunikasi terbuka, dan kepedulian antarsesama anggota keluarga.
Selain itu, program penguatan keluarga juga diharapkan mampu melahirkan peserta yang tidak sekadar mengikuti kegiatan, tetapi menjadi penggerak dan pejuang ketahanan keluarga di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang baik mengenai pentingnya penguatan diri, pola pikir, serta kemampuan membangun keluarga yang sehat dan harmonis.
Fitrianita juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak, sementara seorang ibu memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mempersiapkan generasi emas masa depan.
Persoalan akses pendidikan bagi anak-anak juga menjadi perhatian, termasuk anak-anak nelayan dan masyarakat di wilayah daratan yang masih menghadapi berbagai kendala dalam menyelesaikan pendidikan.
Untuk itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan bersama-sama mendorong pemenuhan program wajib belajar 13 tahun, termasuk satu tahun pendidikan prasekolah, sehingga setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga memiliki program bantuan sebesar Rp1 miliar untuk desa, kecamatan, dan kelurahan. Program tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal.
Pengembangan desa ramah perempuan, peduli anak, dan pemuda juga menjadi salah satu program yang perlu terus didorong.
Dengan dilantiknya kepengurusan ALPPIND Kabupaten Bengkalis, diharapkan organisasi ini dapat menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam memperjuangkan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta membangun ketahanan keluarga demi menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas.(*)
- Penulis: Yusrizal Sikumbang

















