DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Mama Artis Defri Juliant Dimaki Perawat, Gegara Minta Bantu Layanan Barcode 

Orangtua artis Defri Juliant berdamai dengan oknum perawat Puskesmas Bangkinang Kota. f : ist

KAMPAR, detak24com – Pedangdut Defri Juliant dapat kabar buruk dari kampung halaman, Bangkinang. Mama tersayangnya dimaki oknum perawat saat minta bantu layanan barcode di Puskesmas Bangkinang Kota.

Pelayanan kesehatan di Kabupaten Kampar disorot publik. Kali ini akibat ulah oknum perawat di Puskesmas Bangkinang Kota diduga memaki pasien.

Peristiwa ini dialami seorang ibu rumah tangga, Susi Julianto, warga Kecamatan Bangkinang Kota, pada Senin (15/12/25) pagi. Korban merupakan orangtua dari pedangdut nasional Defri Juliant.

Kasus ini menjadi viral lantaran diunggah langsung di media sosial oleh Defri Juliant. Diketahui, Defri seorang artis, pemeran serta presenter jebolan salah satu ajang pencarian bakat penyanyi dangdut yang tayang di sebuah stasiun televisi swasta.

Defri yang sedang berada di Jakarta sangat menyayangkan ketika mamanya datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mata, justru mendapatkan perlakuan kasar dan makian oleh seorang oknum perawat Puskesmas tersebut berinisial VW.

Kata kotor tersebut diucapkan VW dipicu karena ibunya tidak memahami pemindaian barcode pendaftaran pelayanan di Puskesmas tersebut.

“Saya peringatkan, pelayanan kesehatan bukan ajang mencaci, melainkan tempat memberi rasa aman dan dihargai! Jaga sopan santun, jangan karena merasa dibutuhkan lalu bersikap seenaknya ke pasien. Jujur saya emosi, saya nggak terima, saya tunggu permintaan maaf kalian ke ibu saya! Julianto Susi,” begitu unggahan Defri.

Kemudian, Defri dalam unggahan berikutnya menjelaskan bahwa kata kotor yang disampaikan VW karena ibunya meminta layanan WiFi karena saat itu selain tidak memahami pemindaian barcode untuk mendaftar di Puskesmas. Telepon seluler ibunya juga sedang tidak memiliki paket data.

Oknum nakes sempat menyuruh ibunya membeli paket data di luar. Namun, saat itu karena kondisi sedang hujan, maka ibunya meminta tolong agar diberikan akses menggunakan WiFi gratis di Puskesmas tersebut.

Apa yang dilakukannya hanya karena ia sebagai anak tidak ingin ada orang yang memperlakukan ibunya semena-mena.

Kasus itu terlanjur menjadi perhatian publik. Pada Rabu (17/12/25), Kepala Puskesmas Bangkinang Kota dr Yudi Susanto berupaya melakukan mediasi antara stafnya dengan Susi Julianto.

Mediasi digelar di rumah kediaman Susi Julianto di Bangkinang, Selasa (17/12/25) pagi menjelang siang.

Kepada wartawan, Yudi Susanto menyebutkan, dalam pertemuan itu ia didampingi Kepala Tata Usaha Puskesmas Bangkinang Kota dan staf. Selain itu hadir perawat VW yang didampingi suaminya serta Susi bersama suaminya, Julianto.

Pertemuan mediasi selesai menjelang waktu istirahat salat dan makan (Ishoma). “Sudah selesai mediasi tadi. Mereka saling memaafkan kalau ada kesalahan kata-kata,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dari pertemuan ini diharapkan kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Ia juga berjanji akan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

“Komunikasi dengan masyarakat akan lebih ramah, sopan, dan memberikan perhatian kepada seluruh masyarakat yang datang,” ulas Yudi.

Pesan-pesan agar pelayanan tenaga medis dilakukan lebih baik lagi juga telah disampaikannya di grup WhatsApp Puskesmas Bangkinang Kota.

Kadiskes Sidak Puskesmas 

Masalah ini juga direspons Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr Asmara Fitrah Abadi yang langsung sidak di Puskesmas Bangkinang Kota. Ia sekaligus memimpin apel pagi, Rabu (17/12/25).

Kadiskes menekankan kepada seluruh tenaga medis agar menjaga etika, komunikasi yang baik dalam pelayanan serta keramahan kepada pasien maupun keluarga pasien yang datang.

Seluruh tenaga medis diminta meningkatkan disiplin, adab dalam melakukan pelayanan, dan menaati standar operasional prosedur (SOP) dalam memberikan pelayanan.

Kepada seluruh staf, Kadiskes juga mengingatkan agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi.

Berkaitan dengan kejadian di Puskesmas Bangkinang Kota, ia menyebutkan bahwa antara Susi dan VW sebenarnya berteman sejak lama dan awalnya mereka berseloroh.

Mengenai adanya pernyataan dari anak Susi, yang mengatakan bahwa ibunya mendapatkan kata kotor dari Vera, hal itu tidak dapat dibuktikan karena tidak ada saksi yang mendengar perkataan tersebut.

“Tadi sudah selesai, dimediasi sama Kapus dan sudah salam-salaman. Namanya berkawan, mereka bercanda. Vera mengaku tak memaki, Susi mengatakan Vera sebaliknya. Namun, keduanya tak ada saksi,” terang dia.

Ketika ditanya apa sanksi yang diberikan kepada Vera, Kadiskes mengatakan bahwa yang bersangkutan telah diberi teguran lisan.

Datangi Rumah Korban 

Sementara di tempat terpisah, Perwakilan keluarga Vera, Beny Zairalatha mengatakan, pertemuan itu merupakan bentuk itikad baik dari semua pihak.

“Tadi kami telah bertemu dan pada pertemuan itu para pihak telah saling memaafkan,” ujarnya kepada wartawan di Bangkinang, Rabu (17/12/25).

Dalam mediasi ini juga ada percakapan melalui panggilan video antara Defri Juliant yang sedang berada di Jakarta dengan Vera.

“Terkait pernyataan apakah unggahan (Defri) di media sosial harus diturunkan, hal tersebut seharusnya menjadi bagian dari hasil pertemuan. Namun tidak ada unsur paksaan, karena itu merupakan hak privat masing-masing pihak,” kilahnya, seperti diikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : Kar