DPRD Riau: Tangkap Aktor di Balik Bentrok Berdarah Kampar!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 20 Jun 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pekanbaru, detak24.com – Bentrokan antara warga Terantang Kampar dan sekelompok orang bersenjata dikecam DPRD Riau. Selain melukai perempuan, korban bentrokan itu juga merupakan anak-anak.
Ketua Komisi I DPRD Riau Eddy A Mohd Yatim meminta penegak hukum mengungkap dan menangkap aktor di balik penyerangan puluhan orang di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kampar. Kata dia, tindakan brutal seperti ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di Bumi Lancang Kuning ini. Sehingga semua yang terlibat dalam kasus ini harus diberi efek jera.
“Ini benar-benar perilaku biadab yang kami sayangkan. Masak mereka sangat-orang-orang bersenjata ke kampung membantai perempuan dan anak-anak. Saya jadi membunuh film Killing Field. Benar-benar takwi. Ini harus diungkapkan secara jelas,” tegas Partai Demokrat ini, Senin (20/6/2022).
Menurut Eddy Yatim, tentu ada aktor-aktor yang bermain di balik ini. Aktor-aktor ini, harus diberi hukuman sesuai aturan undang-undang yang berlaku.
Perbedaan pendapat, merupakan hal yang biasa, apalagi menyangkut ekonomi. Namun, jika ditanggapi dengan cara brutal begini tidak tepat, apalagi menjadi korban anak-anak yang tidak bersalah.
Saya harap ini segera diselesaikan. Saya juga mengapresiasi gerak cepat Kapolres Kampar dan TNI yang sudah berada di sana,” tegasnya.
Berita sebelumnya, puluhan warga Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar mendapat perlakuan kejam oleh sekelompok pemuda yang membawa senjata tajam. Diduga aksi tersebut terkait sengketa lahan.
Warga Desa Terantang, M Zaki (20), satu dari puluhan korban keberingasan sekelompok pemuda tersebut mengatakan, awalnya, ada sekelompok pemuda yang ingin memiliki kepemilikan lahan sawit di Desa Terantang pada Ahad (19/6/2022) kemarin.
Sepuluh warga Desa Terantang mencoba menahan sekelompok pemuda itu, namun karena tidak menerima, sekelompok pemuda yang diperkirakan mencapai 70 orang kemudian memaksa, dengan cara melukai warga dengan menggunakan senjata tajam samurai dan besi pentungan.
“Saya saat itu ada di lahan sawit, saat puluhan pemuda yang membawa Samurai saya hadang. Namun mereka beringas, hingga menebas bagian kepala saya,” kata Zaky, Senin (20/6/2022).
Beruntung luka tebasan Samurai yang dialami Zaky tidak begitu dalam, namun tetap mendapatkan perawatan serius dari tim Medis.
Zaky mengungkapkan, aksi beringas sekelompok pemuda itu menyerang orang dewasa hingga anak-anak yang berada di dalam kebun. Parahnya lagi, petugas kepolisian dan TNI tidak dapat menghentikan mereka karena kalah jumlah.
“Meski sudah ada TNI dan Polisi, mereka kalah jumlah dengan kelompok pemuda yang menyerang kami, sehingga tidak bisa melakukan banyak,” cakapnya.
Saat ini jumlah pihak keluarga dan korban masih berada di RS Bhayangkara Polda Riau menunggu hasil visum keluar. Para korban konflik lahan juga akan berencana pergi ke Polda Riau untuk membuat laporan.(Riaulink)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












