BPJS Ketenagakerjaan Cabang Duri Serahkan Santunan JKM
- account_circle Yusrizal Sikumbang
- calendar_month Minggu, 16 Jul 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DURI, detak24.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Kantor Cabang Duri, Ahad (16/07/23) menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris masyarakat yang dilindungi atas perpanjangan tangan perisai Yuliaro Zebua, masyakarat Nias di Desa Pematang Obo, Kecamatan Bathin Solapan.
Ada 4 santunan diserahkan langsung secara simbolis di Gereja Desa Pematang Obo, dan dihadiri Pendeta, pejabat setempat dan Perisai Yuliaro Zebua.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Alwani mengatakan, mereka telah terdaftar sebagai peserta dengan mengikuti 2 program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan JKM yang iurannya sangat terjangkau oleh masyarakat perbulan hanya Rp.16.800.
Alwani berharap, santunan yang diperoleh bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan hidup keluarganya.
“Kehadiran BP Jamsostek di tengah masyarakat tentunya memberikan perlindungan terhadap risiko sosial yang sangat mungkin terjadi kepada siapa saja kapan pun. Fungsi BP Jamsostek adalah meringankan beban yang timbul akibat risiko kecelakaan kerja, kematian, hari tua dan pensiun,” tuturnya.
Sementara itu, Yuliaro Zebua selaku Agen Perisai menyampaikan apresiasinya kepada BP Jamsostek Cabang Duri yang telah berupaya untuk terus mensosialisasikan program ini ke masyarakat.
Ia mengaku akan terus mensosialisasikan program pemerintah ini ke seluruh masyarakat yang ada di lingkungan tempatnya tinggal untuk ikut serta menjadi peserta BP Jamsostek.
“Terutama kepada para pekerja di sektor informal seperti pedagang, tukang ojek, asisten rumah tangga, dan lainnya dengan iuran sangat terjangkau mulai dari iuran Rp. 16.800. Manfaat program BP Jamsostek bisa dirasakan ke seluruh masyarakat untuk kesejahteraan,” ucapnya.
Ditambahkan Alwani, sekarang BPJS Ketenagakerjaan sudah mengkampanyekan kerja keras masuk desa, dengan harapan seluruh masyarakat informal mulai dari petani sampai dengan nelayan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.(rilis)
- Penulis: Yusrizal Sikumbang













