Ups! Panitia Turnamen Golf Erotis Kena Sanksi Seekor Kerbau dan Kain Putih
Tangkapan layar cewek joget erotis di turnamen golf Gubri Syamsuar. F : CAKAPLAH.COM
PEKANBARU, detak24.com – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) memberi sanksi berupa satu ekor kerbau dan lima lembar kain putih kepada pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) Riau.
Sanksi tersebut diberikan pasca kejadian viral seorang penyanyi atau biduan menari erotis di atas meja, saat pelantikan Pengurus PGI Riau yang dibungkus dengan Turnamen Golf Piala Gubernur Riau, dalam rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau tahun 2022 beberapa waktu lalu.
Demikian disampaikan Ketua Tim Penyelesaian dan Sanksi Adat, Timbalan Ketua Umum I MKA LAMR, Datuk Rustam Effendi, Senin (29/08/22) di Pekanbaru.
Dia mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan rapat bersama Ketua DPH Umum LAMR, Datuk Taufik Ikram Jamil dan Timbalan Ketua Umum II MKA LAMR selaku Ketua Tim Pengarah, Datuk Syaukani Al Karim. Dalam rapat tersebut ditetapkan kesepakatan menjatuhkan sanksi kepada pengurus PGI Riau yang telah mencoreng adat Melayu Riau.
“Sanksi adatnya itu satu ekor hewan ternak jenis kerbau dan kain putih sebanyak lima lembar. Kain putih itu sebagai lambang kesucian dan keikhlasan dalam menerima sanksi dan permohonan maaf atas kesalahan itu,” terangnya.
Diketahui, adapun bentuk sanksi yang akan diberikan kepada pengurus PGI Riau, bahwa mereka diwajibkan melaksanakan prosesi Kenduri Adat, dengan menyembelih seekor kerbau. Prosesi kenduri adat akan diselenggarakan dengan mengundang dan mengumpulkan para pihak yang terkait dengam kejadian tersebut.
Kenduri adat, rencananya akan dilaksanakan pada hari Jumat, 2 September 2022, dengan menjemput sejumlah pihak yang terkait serta terdampak, dari peristiwa tersebut, seperti Gubernur Riau, tokoh tokoh Masyarakat, Tokoh Adat Kampar/Buluh Nipis, dan lain sebagainya.(cakaplah.com)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

14 thoughts on “Ups! Panitia Turnamen Golf Erotis Kena Sanksi Seekor Kerbau dan Kain Putih”